
~didaerah pinggiran kota~
"kenapa sepi banget"
"cepat periksa" titah rudi pada anak buahnya
setelah kepergiannya kemarin dari tempat penyekapan eko, berencana hari ini akan memulai penyiksaan eko dan menjalankan misi menyelundupkan orang-orang kepercayaan keperusahaan tuan hardian untuk membantu alex diperusahaan tersebut
tiada disangka, ternyata lokasi yang ditinggalkan kemarin sepi. kecurigaan semalam telah nyata saat anak buahnya yang menjaga eko tidak menjawab panggilannya dan tak memberi kabar apapun.
"tidak ada siapapun, tuan"
"hah, kemana mereka"
"sial!!! kita kecolongan"
"percepat memasukkan orang-orangmu keperusahaan dan jalankan rencana kita sebelum ada yang menyadarinya" perintahnya pada rudi
" siap bos"
"kalau perlu tekan alex dengan tawaran jabatan yang tinggi dan hidup mewah karena ayahnya yang bekerja keras untuk perusahaan itu"
"oke, saya paham"
"kita pergi sekarang. kau suruh anak buahmu untuk menyelidiki orang-orang kita yang hilang" perintahnya pada tangan kanannya
kepergian mereka tak luput dari pandangan sepasang mata yang tak jauh dari tempat itu. sepasang mata yang terus mengintai pergerakan rudi dan bosnya beserta anak buah mereka
ternyata dia adalah orang suruhan, yang kemudian mengabarkan pada seseorang lewat pesan jaringan khusus.
~
dirumah sakit
panasnya mentari tak terasa lagi, menyisakan aura remang diufuk barat yang menandakan hari milai berganti malam
__ADS_1
kedua orang tua eko sedang berkunjung. sesuai rencara, mereka akan keluar negeri mengurus perusahaan disana yang sedang ada masalah, dan karena memang menantunya pun telah hamil sesuai dengan harapannya.
meskipun begitu, masalah perusahaan di luar negeri memang harus segera ditangani sendiri oleh beliau
"kelihatannya kamu sudah lebih baik?" ucap tuan handi
"iya, pa. nggak betah tiduran disini, pengen cepet balik"
"memang lebih baik segera pulang saja, kasihan istrimu. dia lagi hamil muda, perlu banyak istirahat. jangan sampai kau merepotkan dia kalau dirumah" ucap nyonya shintia
"mama, apaan sih. siapa juga yang ngrepotin, istriku cuma boleh jaga aku saja"
"justru itu yang mama maksud. kalau dia jagain kamu, dia nggak bisa istirahat karena ngurusin kamu terus. kamu jangan egois, kesehatan istri dan anakmu lebih penting" tekan mamanya
"iya iya, aku paham. memang mama sama papa mau berangkat kapan?"
"sebentar lagi pesawatnya tiba"
"kami kesini mau pamit sekaligus nitip mantu sama calon cucu mama. jaga baik-baik" ucap nyonya shintia
"karena itu mama mewanti wanti untuk dijaga, jangan sampai kamu khilaf terus" senggak mamanya
"sudah sudah malah ribut. kita berangkat sekarang, ma" melihat istrinya kemidian menoleh kearah menantunya
"jaga kesehatan dan jaga calon cucu papa ya, nak"
"iya, insyaallah desi akan selalu menjaganya, pa"
"papa percaya sama kamu, kalau suamimu berbuat yang aneh-aneh segera hubungi papa" pintanya pada sang menantu
"papa juga, apaan sih ngomong gitu. gak ada yang aneh juga" kesal eko
semua tertawa melihat tingkah eko
kedua orang tuanya segera keluar setelah pamit cipika cipiki dan salam
__ADS_1
kini hanya tinggal eko dan desi diruangan itu
"sayang, kamu jahat banget ngetawain aku tadi"
"habisnya, mas lucu sih."
"lucu gimana?"
"ya.... lucu aja"
"aku bukan badut ya"
"situ sendiri yang bilang hahahhh"
"saayaanggg" dengan mata berkaca kaca
"eh, iya maaf, sayang" desi segera membelai lengan suaminya agar tidak menangis
~
kantor tuan hardian
"kenapa laporannya berbeda?" tanya tuan hardian pada sang asisten
"saya sudah cek ke gudang dan pabrik, semua sudah sesuai dengan laporan yang ada. bisa jadi penggelapan bahan baku pada saat pendistribusian" jawab asistennya
"berarti ada campur tangan orang dalam, cari tahu dan pantau pada setiap divisi"
"baik"
*
*
*
__ADS_1
yang suka like ya..... biar semangat up nya👍