BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
30


__ADS_3

tak lama mobil yang ditumpangi tuan hardian dan nyonya rumi telah sampai dihalaman rumah eko. mereka turun dengan dibukakan pintu oleh sopirnya.


dengan jalan santai dan melihat-lihat halaman yang nampak indah dan asri hingga tak trtasa sampai didepan pintu utama.


kotak kecil disamping pintu ditekan menandakan bell berbunyi, pemberitahuan pada penghuni rumah jika ada tamu yang datang.


tak menunggu lama, pintu dibuka dan muncullah wanita paruh baya.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam, ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita paruh baya yang tak lain pelayan senior rumah tersebut.


"kami orang tua desi" jawab tuan hardian singkat


"maaf saya tidak tahu, mari silahkan masuk" mereka masuk rumah. setelah tamunya duduk, dia pamit untuk memanggil majikannya.


"saya panggilkan dulu tuan eko dan nona desi nya" ucap pelayan itu.


segera meninggalkan tamu diruang tamu setelah mendapat persetujuan dari kedua orang tamunya, dengan berjalan cepat menuju kamar yang eko tempati bersama istrinya.


thok


thok


thok


tak lama suara ketukan terdengar, pintu nampak terbuka tampak eko yang membuka pintu.


"ada apa bik?"


"dibawah ada tamu. orang tua non desi, tuan muda"


"baik, terima kasih bik. tolong dibuatkan minum sama sediakan camilan."


saat bibik mulai berbalik eko memanggilnya lagi

__ADS_1


"bik, tolong siapkan makan malam sekalian yang agak banyak. nanti semua biar makan malam disini"


" baik tuan muda, bibik siapkan dulu"


bibik melangkah pergi menuju dapur


setelah kepergian bibik, eko menghampiri istrinya


"ada orang tuamu dibawah. ayo, kita temui mereka"


"ayo, aku juga sudah kangen sama mereka" jawab desi dengan sumringah melangkah sambil menggandeng tangan suaminya


eko yang melihat tingkah istrinya hanya terkekeh kemudian mengikuti langkat desi.


menuruni tangga bersama dengan senyum terukir dibibir yang tak pudar hingga sampai diruang tamu.


"assalamualaikum buk, pak" ucap desi dengan menyalami punggung tangan ibunya kemudian memeluk dengan mencurahkan rasa rindu, kemudian beralih ke bapaknya juga sama.


sedangkan eko hanya menyalami punggung tangan kedua mertuanya saja, tanpa adegan peluk.


"kami sengaja membuat kejutan untuk kalian. ini, ibik bawakan makanan kesukaan kamu"


"terimakasih, buk. kenapa harus repot-repot? kalian mengunjungiku saja aku sudah bahagia"


tak lama bibik datang bawa minum dan camilan


setelah semua diletakkan dimeja, mempersilahkan tamunya


"silahkan diminum tuan, nyonya"


"terima kasih, bik. tolong ini dibawa kebelakang, makanan kesukaan desi"


"oh, iya nyonya. perlu diangetin apa tidak nyonya?"


"nanti saja kalau mau makqn malam baru diangetin"

__ADS_1


"iya, saya bawa kebelakang ini nya"


"iya, bik. makasiy ya"


"sama-sama nya"


bibik kebelakang membawa makanan yang dibawakan oleh nyonya rumi dari rumah, tak lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumah eko


ternyata kedua orang tua eko yang datang


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab serempak yang berada didalam rumah


"papa, mama, kalian kemari bukan karena janjian kan?" tanya eko yqng merasa heran karena disaat mertuanya berkunjung, orang yuanya juga berkinjung


"memangnya nggak boleh kerumah anak sendiri. mau nengokin mantu, siapa tahu ada kabar bahagia" ketus nyonya shintia pada putranya


kemudian menyapa besannya yang sudah lebih dulu datang


"apa kabarnya besan?" tuan handi sengaja menggunakan panggilan besan agar lebih akrab


"alhamdulillah baik" sambil berjabat tangan


"mari duduk dulu, biar enak ngobrolnya" celetuk nyonya shintia


karena selama ini setiap bertemu dengan orang model kantoran, selalu serba resmi. dari baju, bahasa, gaya bicara bahkan cara makan pun tak luput dari penilaian


jenuh?, mungkin iya! karena memang harus seperti itu yang dijalaninya.


"buk besan apa tidak merasa kesepian?" tanya nyonya shintia pada nyonya rumi


sedang yang ditanya mengerutkan dahinya dan menjawab


"mungkin tak jauh beda dengan mama besan. kita kan sama-sama hanya punya satu anak, sekarang kan sudah hidup dengan pasangannya"

__ADS_1


semua yang mendengar tertawa bersama,


__ADS_2