BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
06


__ADS_3

selesai mengobati pak pardi, desi pulang juga diantar wawan sampai rumah bu narsih.


setelah mengantar desi, wawan menuju kantor untuk menjemput eko pulang. karena waktu pulang kantor 20 menit lagi, wawan ikut nongkrong sekuriti di lobi kantor sambil ngobrol santai.


" gimana bang kabarnya? masih betah jadi sopir mas Eko? beliau kan orangnya kaku, mudah marah lagi" ucap satpam


"betah gak betah ya dibeginilah bang, mau gimana lagi? kerjaan yang enak ya cuma ini" jawab wawan


dalam waktu bersamaan wawan menjawab, satpam yang bernama udin memijat mijat pinggangnya.


" ada apa bang udin? sakit pinggang?" tanya wawan


"iya nih, kecethit kemarin waktu bantu istri angkat besar sekarung buat selamatan"


"wah bahaya kalau nggak segera dibenerin tu tatanan engsel"


" kamu pikir pintu pakai engsel segala, yang sakit pinggangku bukan pintu bang" jawab udin dengan nada kesal


"ya maaf...bukan maksud mengejek lho bang"


"trus ngomong ksyak gitu tadi apa!"


" maksud ssya, panyakit sampean itu harus cepat diobati"


"sudah minum obat kecethit tetep aja"


"pijat syaraf bang untuk maluruskan syaraf yang bengkok"


"emang ada ya syaraf bengkok"

__ADS_1


"ada. abang ini hhhh"


"asem tenan"gerutu udin


"beneran ini ada lo bang, yang bisa bantu nyembuhin sakitnya abang" ucap wawan dengan nada serius


"siapa?"


" rumahnya di jalan melati derah kampung barat kota"


ini tadi saya baru nganter pulang"


"kok bisa?"


"ya bisalah, pembantu dirumah mas eko tadi jatuh dari pohon. minta dipanggilin tukang pijat syaraf kenalannya. katanya ahli syaraf, akupuntur atau apalahitu kurang paham juga"


"yang jelas bisa nyembuhin penyakit gitudeh, nah yang pasti nih bisa nyembuhin luka hati hhhh..."


sedangkan wawan masih melanjutkan ceritanya


"hah hoh hah hoh aja, yang pasti bisa buat ati adem kalu liat orangnya cantik bak bidadari.


"kamu suka"tanya eko


" ya jelaslah...saya kan nor-mal"jawab wawan kilat kemudian menengok kebelakang yang ternyata eko yg bertany


"eh.... mas bos"


"pulang sekarang mas bos?"

__ADS_1


"tahun depan" jawab eko datar sambil berjalan


"hah" wawan membeo


"kau bosan kerja, wan?"


"eh iya mas bos,eh tidak maaf" jawab eko sambil berlari kecil dan segera membukakan pintu mobil penumpang


"silahkan mas bos"


"hemm"


sesampainya dirumah, eko heran.biasanya pak pardi menyambut kedatangannya dari kantor dengan membawakan teh hangat , tapi ini kok istrinya


"silakan tuan" bi darmi menyadari tatapan eko yang mengernyitkan dahinya


" maaf tuan, bapak lagi istirahat karena tadi jatuh dari pohon belakang rumah. niatnya mau motong dahan pohon yang mengarah ke tetangga, ternyata malah kena musibah"


"kenapa nggak dibawa kerumah sakit bi"ucap eko kaget


"tadi sudah dipijat syaraf, tuan. juga obat tradisional sudah diminum dan yang oles untuk memarnya "


"kalau semakin parah gimana"


sekarang jaman sudah maju, dunia medis juga canggih kok masih aja percaya yang kolot" ucap eko ketus sambil menggelengkan kepala


"tukang pijat ini beda tuan, bisa mengobati segala macam penyakit. terlebih bagi orang yang gak mampu, bisa gratis. orangnya baik banget, santun, yang pasti cantik banget" jelas bi darmi


"udah, terserahlah. kalau besok nggak membaik, bawa kerumah sakit aja. biayanya saya yang tanggung" ucap eko sambil bergegas ke kamar.

__ADS_1


sesampainya dikamar, eko segera membersihkan diri dikamar mandi. setelah selesai, merebahkan tubuhnya secara terlentang menatap langit langit teringat ucapan wawan dan bibi darmi tentang sosok cantik


" selama ini aku terus terbayang kejadian malam itu. berbagai macam model wanita cantik tak bis menarik simpatiku. apa ini karma"


__ADS_2