BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
34


__ADS_3

"assalamualaikum, pak"


"waalaikumsalam. tumben telpon bapak jam segini, ada yang ingin kamu sampaikan?


" iya, pak"


"ada apa? suaramu terdengar habis nangis, ndok"


"mas eko diculik, pak"


"apa!!! kapan? "


"tadi, waktu berangkat kekantor ada yang menghadang mobilnya"


"Bapak sama ibu akan segera kesana"


"iya, pak"


sambungan telpon terputus, hpnya bergatar tanda ada pesan masuk. segera dibuka olehnya dan ternyata pesan dari temannya yang mencari jejak suaminya.


penjelasan singkat lewat titik koordinat dan sandi-sandi, desi sangat paham daerah itu. segera menghubungi orang kepercayaannya


beberapa kali baru terangkat oleh orang yang dihubungi


"Gedung kosong tak jauh dari perkampungan jalan semanggi. hati-hati, siapkan senjata jarak jauh"


"siap" jawab orang diseberang


setelah urusan nya selesai, ia kembali dan mendekati mama mertuanya itu

__ADS_1


"sudah sayang?" tanya nyonya shintia saat melihat sang menantu mendekatinya


"sudah, mam. sebentar lagi kemari" sambil duduk dekat mama mertuanya


~


dilain tempat.


eko yang mulai mengerjapkan matanya dan mengamati tempat dia sekarang yang begitu asing menurutnya.


nampak ruangan luas yang sangat kotor terlihat jika tak berpenghuni sangat lama. jaring laba-laba yang nampak banyak dilangit-langit maupun sudut-sudut dinding, bahkan atap pun nampak beberapa yang berlubang karena lapuk


ingin menggerakkan tangannya ternyata terikat oleh tali dan menyatu dengan kursi tempat duduknya sisi kanan kiri. kedua kaki nya juga terikat dengan kursi.


tubuh yang terasa remuk karena banyak pukulan yang diterimanya ditambah wajah yang terasa kebas dan pening kepala yang berdenyut membuatnya tak berdaya.


'siapa mereka, yang jelas hanya orang-orang suruhan. lalu apa hubungannya dengan aku, apa ini ada hubungan dengan perusahaa ' batin eko masih menerawang bertanya dalam hati


tak lama setelah eko sadar, nampak dari jauh pintu terbuka dan muncullah segerombol orang dengan dua orang berpakaian berbeda


mereka berjalan mendekati eko, dan tersenyum sinis padanya


"heh CEO sok baik hati, ternyata sudah sadar. aku kira udah dettt" berbicara sinis sambil memandang eko


"jangan bicara seperti itu, aku tak akan membiarkan orang yang membuat bunga desaku sayang jadi terbuang hingga sulit untuk kugapai" ucap temannya


"apa yang akan kau lakukan padanya. dia sudah tak berdaya" sedangkan eko hanya mampu melihat dan mendengarkan mereka karena tenaganya sudah sangat terkuras ditambah lagi tenggorokannya yang kering


"yang jelas, aku tak akan membiarkan dia mati dengan begitu mudah. setiap hari aku akan menghajarnya dan tak memberi makan maupun minum hingga ajal menjemputnya"

__ADS_1


"ternyata kau sangat sadis, ken" ucap temannya.


ya, namanya kendiarto purwo atmojo dan biasa dipanggil 'ken' termasuk keluarga konglomerat yang mempunyai dibeberapa daerah. perusahaan yang didaerah lain sudah diatas namakan kakaknya dan dia memegang perusahaan didaerah yang sama dengan desi dan dua daerah lain.


"apa kau sudah bisa mengendalikan perusahaan hardian, rud"


yang diajak bicara tak lain adalah rudi, teman sekantor alex


rudi tersenyum tipis dan menggelengkan kepala, sedangkan eko yang mendengar sangat kaget.


'ternyata mereka ingin menguasai perusahaan mertuaku. aku harus melakukan sesuatu, tapi bagaimana caranya?' batin eko


"kau harus lebih giat lagi, rud. kalau kau sudah menguasainya, akan mudah masuk ke perusahaan CEO payah ini" sambil mendorong kening eko dengan telunjuknya hingga kepalanya terkoyak ke samping.


'sialan nih orang. berani-beraninya nunjuk ke jidat gue, awas saja pembalasan gue' cuma bisa berkata dalam batinnya.


"lebih baik kita segera pergi. jangan sampai ada yang curiga karena kita perginya lama" rudi memberi saran pada kendi


"kau benar, lagi pula percuma disini kalau tak bisa bermain hhhhh'' ucap kendi


"besok kau bisa bermain dengan CEO ini. dia akan nurut jadi samsakmu" keduanya tertawa dan pergi meninggalkan eko yang terlihat tak berdaya


eko mengamati kedua orang yang berjalan beriringan menjauhinya hingga pintu tertutup kambali.


tak lama pintu tertutup, terdengar pintu terbuka lagi dan 2 orang yang tadi berjaga dengan duduk santai kini dengan cepat berdiri serta menyambut serangan dari orang-orang yang masuk.


2 lawan 10 merupakan pertarungan yang tak seimbang hingga mereka berdua terkapar.


ternyata yang datang tidak hanya 10 orang, tapi lebih. terlihat diluar ada beberapa orang menyingkirkan penjaga yang tak berdaya

__ADS_1


__ADS_2