BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
08


__ADS_3

"apakah dunia ini begitu sempit hingga harus bertemu dengan lelaki brengsek itu!"gumamnya setelah batinnya mulai tenang


"mengapa tak jauh hari aku memikirkannya? bagaimana sikapku jika bertemu dia lagi?


aahh...bodoh sekali" batinnya merutuki dirinya sendiri


itulah desi yang terlalu fokus pada dirinya sendiri untuk menggapai masa depannya dari nol, hingga tak pernah terpikirkan orang yang menyebabkan kehancuran dirinya.


setelah itu mencari tempat ibadah, karena waktu ashar sudah telat. habis sholat ashar, desi mampir ke minimarket untuk membeli air mineral karena merasa haus setelah menangis dalam berjalan dan tak lupa pesanan bu narsih.


sesampainya dihalaman rumah dan mengucap salam dan mencium tangan wanita paruh baya yang duduk dikursi teras


"ibu kok diluar?"


"nunggu kamu nak, kok tumben pulangnya telat? ditelpon juga gak aktif hp kamu"


"maaf, hpnya kehabisan daya. semalam lupa nggak dicas"


" ya udah kita masuk yuk, ini pesanan ibu" sambil menunjukkan disertai senyuman yang terlihat kaku bagi bu narsih


berjalan beriringan masuk rumah, sesampainya didalam bu narsih bertanya


" apa kamu baik-baik saja nak?"


"memangnya kenapa bu?"

__ADS_1


"ceritalah jika bisa mengurangi bebanmu dan berdoalah agar langkahmu selalu dijalanNya"


"bu..."desi terisak kemudian memeluk wanita didepannya.


"sudah waktu maghrib, kita jamaah sholat dulu"


"ibu nggak ke masjid?" karena terlihat bu narsih menggelar 2 sajadah


"kita jamaah dirumah saja ya" bu narsih paham akan kondisi psikis desi karena itu ia mengajak jamaah dirumah saja.


"baiklah"


setelah jamaah tentunya bu narsih yang menjadi imam, mengaji bersama sambil menunggu waktu isya' tiba. selesai sholat isya', keduanya menyiapkan makan malam tahu goreng setengah matang, sambal kecap, ayam bumbu lodho dan kulop daun singkong (daun singkong yang direbus diberi garam sedikit kemudian ditiriskan)


setelah makan malam selesai dilanjut ngobrol diruang TV, kemudian Desi menceritakan dari awal ketika kecelakaan hingga kejadian naas yang menimpanya sampai ditemukan oleh bu narsih yang saat itu seperti orang yang tak tahu arah tujuan hanya menangis.


kedua wanita beda usia itu berpelukan sambil sesenggukan, bu narsih mengelus punggung desi pertanda memberi semangat agar kuat dalam menghadapi segala cobaan yang diterimanya.


'kau memang gadis yang sangat kuat nak, menanggung beban sendiri selama ini' batin bu narsih


dengan berhati-hati bu narsih mulai menanyakan keluarga desi


"apakah kau tidak ingin mengunjungi orang tuamu nak"


"walau bagaimanapun dirimu, cobalah bicara dengan orang tuamu"

__ADS_1


"iya, nanti kalau aku sudah sangat siap"


"kau sangat kuat, teruslah seperti itu. termasuk pada pria yang menyakitimu. pintalah dalam sujudmu disepertiga malam untuk menata hati, tiada benci dan dendam"


hanya anggukan kecil sebagai jawabannya.


~


setelah kepergian desi dari rumahnya, eko yang berada dikamar tampak bingung dengan dirinya sendiri. antara bahagia, takut, kaget, lama dia mondar mandir dikamar hingga terlintas asisten dalam benaknya


mengambil benda pipih diatas nakas dan menghubungi


*tuutt


tuutt*


panggilannya diangkat oleh jerry


"hallo"


"ya tuan"


"suruh orang kepercayaanmu untuk mencari informasi tentang gadis yang tinggal di pinggir barat kota jl.melati....."


"baik tuan, segera laksanakan"

__ADS_1


setelah memutus panggilannya, sudut bibir tertarik hingga membentuk senyum


"aku mendapatkanmu!!! mengapa rasanya sebahagia ini" gumamnya sambil memegang dada yang berdegup tak menentu


__ADS_2