
sampai diruang kerjanya, beliau mempersiapkan keperluannya untuk rapat. suara ketukan pintu dari luar terdengar.
thok
thok
thok
"masuk"
suara pintu terbuka dan terlihat asistennya masuk
"semua sudah siap diruang rapat"
"baiklah, kita kesana sekarang"
mereka berjalan beriringan hingga beberapa saat telah sampai diruangan khusus untuk rapat.
pintu dibukakan oleh asistennya, kemudian masuk ruangan.
semua peserta rapat berdiri sebagai penghormatan kepada pemilik perusahaan.
setelah membalas hormat kemudian mempersilahkan semua untuk duduk kembali.
pak robby membuka acara sebagai tanda rapat dibuka,
__ADS_1
setelah penjabaran tentang permasalahan perusahaan dari pak robby dan mempersilahkan tuan hardian untuk memulai dari inti masalah diperusahaanya.
akhir dari keputusan rapat bahwa perusahaan WB Group milik tuan hardian akan tetap menjalin kerjasama dengan HS Group perusahaan milik keluarga eko
dengan catatan perusahaan menjamin keselamatan seluruh karyawan maupun pekerja lepas.
dan setiap divisi harus melaporkan kinerja karyawan sebulan sekali serta diadakan supervisi setahun 2 kali tiap divisi. tujuannya untuk memaksimalkan kinerja dan kedisiplinan karyawan serta meminimalisir Kolusi maupun Nepotisme.
semua akan tetap bekerja sesuai bidang dan porsinya masing-masing.
dan ternyata semua gagasan untuk perusahaan itu tak lepas dari ide desi yang sebelum bapaknya mengadakan rapat perusahaan.
~
lain tempat
"kita harus membuat rencana baru, lex" ujar rudi teman dari alex
"aku tahu, tapi bagai mana caranya? dengan ketatnya aturan perusahaan semakin mempersempit gerak kita" jawab alex
"aku ada ide" sahut rudi dengan senyuman merekah
"apa?" tanya alex
"kita sewa orang aja untuk ngehabisin hardian. dengan gitu bapak kamu yang bakal mimpin perusahaan" rudi mengutarakan idenya
__ADS_1
"gila kamu, udah nggak waras apa- harus ngebunuh orang segala. dosa tau" dengan nada ditinggikan
"itu lebih efektif. apa kamu ingin tetep pakai cara lama? yang ada bakal ketahuan" jawab rudi
"aku juga nggak mau sampai bapakku tahu, bisa jadi samsak dia kalau gitu mah" suaranya agak melemah
"makanya, ngikut ide aku aja" rudi masih membujuk
"apa nggak ada ide lain gitu? aku takut kalau sampai berurusan dengan nyawa seseorang" menatap lawan bicaranya dengan kedua alis tertaut
"nggak ada" jawab rudi mantab
"karma itu benar adanya, dan aku nggak mau kena karma" alex bicara
rudi tertawa terbahak bahak kemisian menggelengkan kepala
"hahahahaha...."
"kamu ngambil uang perusahaan aja udah dosa. manipulasi data karyawan juga dosa, membunuh pun berdosa. sama dosanya, ngapain milih-milih yang dilakuin. sama-sama masuk neraka .yang penting kita aman, jalan mulus dan tujuan tercapai" bujukan rudi bak setan berupa manusia membuat alex nampak diam dan berpikir
sedangkan rudi tampak tersenyum penuh arti, entah apa itu artinya.
"kalau kamu kelamaan mikir, aku pergi" rudi melangkahkan kakinya keluar ruangan.
alex yang selama ini mendapatkan uang melebihi gajinya sebagai manajer personalia karena telah memanipulasi data gaji karyawan maupun pengambilan uang atas nama pekerja lepas perusahaan
__ADS_1
dia nampak bingung, karena selama ini telah terbiasa hidup mewah dari pendapatannya diluar gaji pokok itu. apakah dia mampu hanya mengandalkan gajinya saja? apakah ide dari rudi bisa mamuluskan rencananya untuk mengeruk uang perusahaan?
"akh.... kenapa jadi pusing sendiri" berbicara sendiri sambil mengacak rambut klemisnya