BUNGA DESA YANG TERBUANG

BUNGA DESA YANG TERBUANG
12


__ADS_3

setelah berpamitan dengan istri dan anaknya dan mengucap salam, tuan hardian bergegas menuju mobilnya. sebelum berangkat, beliau menghubungi anak buahnya dan mengabarkan jika putrinya telah kembali. tugas untuk mencari putrinya beralih ke alamat yang telah disebetkan oleh desi.memantau segala gerak gerik penghuni rumah mewah tersebut.


"hallo"


"putriku telah kembali. tugasmu mengawasi dan melaporkan segala aktivitas penghuni rumah mewah di kota"


"alamat akan ku kirim lewat pesan teks"


"baik tuan"


setelah memutus panggilan teleponnya, beliau berangkat dengan diantar sopir.


~


sementara ditempat lain, disebuah ruang kerja nampak pemuda gagah yang terlihat geram serta marah dan merasakan kalau hidupnya seakan dipermainkan oleh takdir


baru kemarin ia merasa bahagia walau belum bertegur sapa, hanya tahu kabar saja tapi sekarang orang suruhan asistennya melaporkan bahwa telah kehilangan jejak gadis yang diintainya.


"kerahkan semua orang-orang kepercayaanmu untuk mencari gadis itu"


"siap bos"


"bagi yang menemukannya kasih bonus"


"OK. saya permisi" jawab asisten dengan sigap


setelah asistennya meninggalkan ruangan itu, dia berdiri melihat keluar jandela menatap jauh lalu lalang dijalanan yang terlihat kecil dari tempatnya berdiri.


"kemana dia pergi ? dan mengapa secepat itu menghilang lagi?" gumam eko merasa frustasi


'kenapa perjalanan hidupku seakan jadi permainan takdir yang tak bisa aku elak lagi' batinnya


"apa memang karma itu ada?" tanyanya dalam hati


diam sejanak sambil menghirup udsrs dan menghembuskan dengan perlahan berusaha menenangkan hati dan pikiran, kemudian menuju meja kerjanya lagi untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


tak terasa waktu berlalu begitu cepat, terdengar suara pintu diketuk dari luar


*tok


tok


tok*


"masuk" jawabnya tanpa melihat kearah pintu


suara pintu terbuka, muncul asistennya masuk dengan membawa paper bag.


" ini makan siang anda, bos"


"aku nggak pesan"


"walaupun sibuk, perut juga butuh isi untuk menjaga nutrisi ke otak. mangkanya- "


belum juga menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh atasannya

__ADS_1


" cukup. letakkan dimeja saja, nanti uaku makan"


"ck sekarang sudah mulai lewat jam makan siang, lebih baik dimakan dulu. apa mau saya suapi?"


"iya ya bawel, kayak emak-emak.... sini aku makan sendiri"


tersenyum sambil menyerahkan bungkusan makanan karena si bos mau menuruti permintaannya walaupun itu hanya hal kecil.


"ini makan siangnya bos"


"hmmm "


" apa sudah ada kabar tentang gadis itu?"sambil membuka bungkusan yang diterima dari asistennya


"belum bos"


"lanjutkan pekerjaanmu! dan... trrimakasih makanannya"


"sama-sama" dia undur diri


eko tetap melahap makanannya walau tidak ada selera untuk makan sampai ludes.


tak lama setelah melanjutkan kerjanya, hari mulai senja dan ia telah berkemas untuk meninggalkan ruang kerjanya.


sesampainya didepan gerbang, ia merasa ada yang mengintainya. kemudian melihat keadaan sekitar dari kursi penumpang tapi tidak menemukan kejanggalan yang berarti.


"mungkin perasaanku saja" gumamnya lirih


rutinatasnya hanya seperti itu setiap hari, menunggu kabar yang belum pasti sampai berhari-hari hingga waktu tiba meeting untuk pembahasan kerjasama lanjutan dari rekan bisnis lama perusahaannya semenjak masih dipimpin oleh kakeknya.


"jam berapa kita bertemu klien?"


"kabar yang saya dengar, dalam pertemuan nanti akan diwakili oleh putrinya yang masih berusia 20 tahun dan asistennya"


"cuihh ternyata perusahaan ini sama saja dengan yang lainnya, menggunakan putri mereka untuk memperlancar bisnis" dia berdecak mremehkan perusahaan yang telah lama bekerja sama itu


"ingat!!! jika terlihat gerak gerik yang mencurigakan, kita putuskan tidak ada kerjasama lagi. aku nggak mau bekerjasama dengan perusahaan yang mengandalkan wanita untuk memperlancar bisnis" dengan nada penekanan


~


"apa kau yakin, ndok" tanya tuan hardian memastikan keinginan desi menggantikannya saat bertemu rekan bisnis karena jadwalnya bersamaan dengan tasyakuran perkebunan yang mulai panen sehingga kehadiran tuan hardian beserta istri sangat dinanti oleh para pekerja disana.


"yakinlah pak, anakmu ini tak akan mengecewakan. apalagi perusahaan kita sudah lama bekerja sama dengan mereka" jawab desi


"baiklah, bapak percayakan padamu. perlu diingat, walaupun sudah bekerjasama cukup lama, pimpinan yang sekarang sudah berganti cucunya. jadi aturan ataupun kebijakannya pastinya nggak akan sama seperti dulu lagi" jalas bapaknya


"iya pak, tadi aku sudah mempelajari berkas-berkasnya"


"ok, semoga berhasil. jangan sampai telat, jam 11 di restoran bude"


" kalau begitu bapak dan ibu berangkat duluan"


"kamu yang hati-hati ya ndok, apalagi ini pertama kali bertemu engan klien tanpa bapakmu" sahut nyonya rumi sambil memegang pundak sebelah kanan putrinya.


"iya buk, kalian jangan khawatir. aku kan ditemani paman juga"

__ADS_1


"benar tuan, nyonya, akan selalu menjaga nona sepeenuh jiwa raga" sahut asistennya untuk meyakinkan tuan hardian


"baiklah, kami berangkat. kalau terjadi sesuatu segera kabari kami"


setelah desi pulang, tuan hardian lebih protektif terhadap putri kandung semata wayangnya.


setelah kepergian kedua orang tuanya, desi segera mempersiapkan keperluan untuk pertemuan. karena lokasi pertemuan di resto milik bude-nya, dia berencana berangkat lebih awal agar bisa ngobrol santai. sejak pulang, dia hanya berbincang lewat vidio call.


jam 10 telah sampai diresto yang dimaksud. setelah mobil parkir, mereka berjalan beriringan kemudian berhenti karena desi ingin menemui bude terlebih dahulu


"paman langsung saja ketempat yang telah kita pesan sambil menikmati camilan dan kopi. saya mae ketemu bude dulu, udah kangen" ucap desi sambil tersenyum


"baik non, tapi jangan sampai telat menemui klien"


"iya ngerti"


" dah paman"


pak robby hanya tersenyum dan menggeleng kepala, dia mengingatkan desi karena jika sudah ngerumpi dengan bude riska akan lupa waktu. selalu ada yang menjadi topik pembicaraannya, dari fashion, makanan, wisata, bahkan sampai pengelolaan perusahaan.


tepst pukul sebelas, eko dan asistennya telah tiba diresto dan dipandu oleh pelayan menuju privat room.


"selamat siang tuan" tuan robby yang dibalas oleh lawan bicaranya sambil berjabat tangan


"silahkan" lanjutnya


"terimakasih"


"ma-" belum terucap sempurna olen pak robby, sudah terdengar suara


" maaf saya terlambat ya" ucap desi


kedua orang yang baru meletakkan diri disofa kembali berdiri dan melihat desi. eko yang spontan mematung memandangi desi dengan pikirannya sendiri, sedangkan desi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala tanda salam hormat kemudian berjalan dengan elok menuju tempat duduknya.


pak robby mempersilahkan duduk semua. jerry yang melihat atasannya masih berdiri, segera menarik tangannya untuk duduk.


melihat parubahan pada atasannya, jerri berinisiatif mengambil alih pembicaraan kerjasana perusahaan. sedangkan eko, hanya diam seribu bahasa dengan tetap memandang desi. sampai jerry selesai menjelaskan prosedur dalam pengajuan kontrak yang baru dan disambut pema dari desi tentang keuntungan yang diperolah perusahaan bila bekerjasama.


eko semakin takjub memandang desi yang selain cantik ternyata juga pandai dalam bisnis.


selesai pertemuan, eko dan jerry berada dimobil yang sama


" itukan gadis yang bos cari?"


"benar"


"kenapa hanya diam tak menyapa atau menawarkan sesuatu?"


"aku tak suka berbasa basi"


"dia itu beda bos"


"aku tahu. tunggu!!! apa kau juga menyukainya"


"siapasih yang tak suka sama gadis cantik, pinter, ramah, lembut kayak dia?"

__ADS_1


"apa kau bosan hidup!" bentaknya


"maaf boss, nggak berani" nyengir sambil mengangkat dua jari membentuk huruf V


__ADS_2