Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 10


__ADS_3

Halo semua 🙋 kita balik lagi di episode selanjutnya ☺


Dimohon bijak dalam membaca, ini hanyalah kisah fiktif belaka.


Apapun yang terjadi, nama dan tempat hanyalah khayalan dan karangan penulis semata.


Bantu like jika sudah mampir 👍


Silahkan tinggalkan komentar, bisa diisi dengan daftar hadir jika memang bingung mau berkomentar apa. Berikan vote dan gift sebagai bentuk dukungan, tap favorit dan berikan rate-nya juga ya... Terima kasih 🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Loh, Dhan? Kenapa kesini? " tanya Dion. Saat akan membayar cemilan, dia melihat Dhan juga ada disana.


" Lama " hanya itu jawaban yang diberikan oleh Dhan.


Dhan tidak seperti Gaby, yang dengan mudahnya percaya hingga mau menceritakan tentang kisah hidupnya.


Selama 8 tahun, Dhan memendamnya. Selama itu pula tidak ada seorang pun yang dia percayai. Selain kakek neneknya, Rasya dan juga Tasya, tidak ada orang lain lagi yang dipercayainya. Namun, semenjak kepergian orang tuanya. Rasya dan Tasya tinggal menetap di luar negeri, untuk mengelola dan menggantikan posisi ayahnya yang akan pensiun.


Sedangkan kakek nenek dari pihak ibu sudah meninggal 5 tahun lalu. Hanya tersisa kakek-nenek dari pihak ayah, namun mereka kini sudah semakin renta, untuk mengingat namanya saja kadang mereka suka lupa. Sampai sekarang Dhan masih mengunjungi mereka, dalam seminggu sekali atau sebulan sekali.


Perusahaan kakek yang dikelola ayahnya, kini dikelola oleh orang kepercayaan kakek dan ayahnya. Usia Dhan yang belum sesuai dengan wasiat kakeknya, serta kemampuannya dalam mengelola perusahaan masih memerlukan waktu yang cukup lama. 25 tahun, diusia itulah Dhan akan menjadi pewaris dari perusahaan keluarga. Begitulah permintaan ayahnya sebelum meninggal, juga wasiat kakeknya sebelum kehilangan sebagian memory hidupnya.


" Kamu aja yang ngga sabaran " sahut Dion, membalas telak ucapan singkat Dhan.


Masing masing dari mereka membawa cemilan dan juga minuman, kembali ke tempat dimana mereka sebelum menuju kantin.


" Kamu temanku, bukan? " itulah ucapan Dhan yang pertama dilontarkan saat sampai di taman.


Dion sedikit terkejut dengan pertanyaan Dhan, yang menanyakan status hubungan mereka selama ini.


" Tentu saja, aku bahkan sudah menganggapmu sebagai saudara " balas Dion. Sejak pertama melihat Dhan, sejak pertama kali ia mengajaknya berbincang. Sejak itulah Dion sudah menganggap Dhan sebagai seorang sahabat, bahkan lebih.


" Kalo begitu, bantu aku " itulah kalimat yang diucapkan Dhan selanjutnya, kalimat yang berisi sebuah permohonan.

__ADS_1


" Ban... bantu kamu? " ucap Dion mengulang permintaan Dhan.


" Iya "


" Bantu apa? Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu? " tawar Dion, berhasil menguasai emosi karena perubahan sikap Dhan.


" Mencari saudaraku " pinta Dhan kemudian.


" Saudara? Kamu punya saudara? " Dion tak henti-hentinya dikejutkan oleh Dhan, namun tetap berusaha menjaga kestabilan diri.


" Perempuan " lanjut Dhan, tak ada basa basi di setiap kalimat yang keluar dari bibirnya.


" Berapa usianya? " Dion mulai menginterogasi, mendapatkan petunjuk untuk membantu Dhan.


" Sama sepertiku, 18 tahun " tidak ada ekspresi sedikitpun yang terlihat di wajah Dhan, seperti tak pernah kehilangan seseorang.


Bukan karena tak mempunyai ekspresi, jauh didalam lubuk hatinya merasakan perasaan sedih. Namun semua rasa itu telah hilang, tidak dapat ia ekspresikan sejak mengetahui kenyataan pahit kehilangan saudara kembar. Semakin hilang sejak kematian kedua orang tuanya, tidak ada airmata tidak ada lagi kesedihan.


" Sama seperti kita, perempuan, saudara " Dion mengulangi setiap petunjuk yang diberikan oleh Dhan, sembari memikirkan segala kemungkinan.


" Jangan jangan kalian berdua kembar " cetus Dion kemudian.


" Astaga... astaga " Kenyataan bahwa Dhan mempunyai saudara kembar, lebih mengejutkan Dion. Bagaimana tidak, sikap cuek dan dingin yang ditunjukannya selama ini, itu karena kehilangan saudara seperjuangannya.


Saudara seperjuangan, kala ia pertama keluar untuk melihat dunia.


Saudara seperjuangan, dimana pengorbanan seorang ibu dalam melahirkan mereka.


Saudara seperjuangan, membawa dan membuat kebahagiaan untuk kedua orang tuanya.


Dhan melihat Dion yang masih tampak syok, dengan santai membuka cemilan lalu memakannya.


Untuk meredam sedikit rasa sedih, Dhan selalu memakan cemilan. Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk mengalihkan pikiran, atas apa yang dipikirkannya.


Berjuang, berjuang, dan berjuang melawan kemelut dalam hati dan pikiran. Menangkis setiap kemungkinan buruk, dan membuat kemungkinan yang baik agar kematian kedua orang tuanya tidak meninggalkan penyesalan.


" Oke, sekarang katakan dimana dia berada? " tanya Dion setelah berhasil menguasai diri.


" Aku tidak akan meminta bantuan, andai aku tau keberadaannya " balas Dhan.

__ADS_1


" Oh, oke oke. Maksudku adalah bertanya pada polisi, meminta bantuannya " ucap Dion membenarkan kalimatnya.


" Orang tuaku sudah meminta bantuan polisi bahkan mencarinya sendiri selama 9 tahun " jelas Dhan.


" 9 tahun? Dia hilang diusia 9 tahun? Ada fotonya dong "


Ini adalah pertama kalinya Dhan membuka diri, pertama kalinya memberitahu orang lain tentang Putri. Tentu saja Dion tak mengetahui bahwa kedua orang tua Dhan telah lama meninggal.


" Satu tahun " ralat Dhan.


" Dia baru hilang satu tahun? " tanya Dion.


" Sejak usia 1 tahun " jawab Dhan.


" Apa? Sejak usia 1 tahun dia hilang? Lalu ayah dan ibumu tidak mencarinya? " tanya Dion menarik kesimpulan.


" Mereka mencarinya selama 9 tahun, sebelum meninggalkan dunia ini " jelas Dhan.


" Meninggalkan dunia ini? Maksud kamu? " tanya Dion, kali ini dia tak mau mengambil kesimpulan.


" Orang tuaku sudah meninggal sebelum mereka menemukan Putri " jelas Dhan lagi.


" Putri? "


" Namanya Putri Naresh Pramana, saudara kembarku " ucap Dhan.


" Baiklah, aku akan membantumu menemukan Putri, bagaimanapun caranya " tegas Dion.


" Terima kasih " ucap Dhan, lalu kembali memakan habis cemilan yang baru dibelinya tadi.


Beberapa menit tidak ada percakapan lagi antara Dhan juga Dion, mereka sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Dhan kembali ke rutinitasnya dalam membaca buku, sedangkan Dion sibuk memainkan ponsel.


" Pengumuman pengumuman. Kepada para Mahasiswa dan Mahasiswi semester 1 dan 2, Mercusuar University akan mengadakan kegiatan Jelajah Alam. Berhubungan dengan progres mahasiswa baru, dalam setiap tahun kampus kami selalu mengadakan beberapa acara. Untuk lebih detail, silahkan baca madin (majalah dinding) yang tersedia. Sekian pengumuman ini, terima kasih " Begitulah maksud dari pengumumannya, para mahasiswa dan mahasiswi berbondong-bondong menuju madin.


Setiap tahun Kampus Mercusuar memang selalu mengadakan acara, apapun kegiatannya selalu ada beberapa acara yang sudah disiapkan oleh para Pengurus Kampus. Begitu juga kali ini, acara Jelajah Alam adalah acara yang diadakan didalam tengah hutan.


Ada beberapa lomba yang akan dilakukan disana, setiap peserta harus mengikutinya secara berkelompok. Beberapa kelompok atau tim terdiri dari 4 sampai 5 orang, tim yang berhasil memenangkannya akan mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan oleh Pihak Kampus.


Peraturannya mereka harus menemukan sebuah benda yang sudah ditentukan, agar bisa menemukan benda tersebut setiap tim harus mengikuti petunjuk dan arahan yang akan dipandu oleh Pengurus Kampus. Acara jelajah alam ini akan diadakan 1 hari lagi, setiap tim yang sudah terbagi harus mempersiapkannya dengan matang.

__ADS_1


__ADS_2