Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 17


__ADS_3

Kegiatan Jelajah Alam menjadi kacau balau akibat hilangnya Dhan dan juga Lanlan. Meski begitu, ada beberapa tim yang berhasil menemukan kelima benda selain tim 3.


Sinar mentari mulai hilang, saat Dhan juga Lanlan berhasil diselamatkan. Walaupun mereka terlambat mengumpulkan kelima benda, namun tim 3 masuk dalam tim yang berhasil menaklukan tantangan. Tim mereka bisa mendapatkan hadiah dan nilai tambahan dalam semester awal tahun ini.


" Astaga, kaki kamu kenapa? " tanya Reno kepada Lanlan.


" Engga apa-apa kok Kak, cuma kegores dikit " jawab Lanlan.


Setelah Lanlan juga Dhan kembali naik, semua orang tampak khawatir terutama Mora dan Gaby. Mora merasa bersalah karena telah membuat kedua teman satu timnya mengalami kecelakaan. Namun, ada satu orang yang dengan teliti melihat kaki kiri Lanlan yang dililit sobekan kain. Reno Wijaya, Ketua Pengurus Kampus. Entah ia khawatir karena menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, atau ada maksud lain dari sikapnya itu. (entahlah, biarkan para pembaca setia PPM yang menerka-nerka 😁)


" Udah Kak, aku bisa jalan sendiri kok " pinta Lanlan.


Ternyata Reno menggendong Lanlan mulai dari atas tepi jurang tadi sampai ke tenda. Beberapa kaum hawa menyayangkan perlakuan Reno pada juniornya itu, namun beberapa lainnya mendukung perlakuan istimewa Reno tersebut.


" Tidak apa-apa, kamu mengalami kejadian ini karena kelalaian kami selaku Pengurus " ucap Reno.


" Alay banget sih si Reno " batin Dhan. Sejak kecil Dhan memang tidak menyukai keluarga Wijaya. Terutama Rangga Wijaya, kakak dari Reno Wijaya.


" Sini Kak Reno, taro Lanlan disini aja " ucap Mora.


Meski dengan kaki pincang yang masih lumayan sakit, Mora berusaha mengikuti langkah kaki Reno yang terbilang cepat bersama Gaby.


" Tuh anak ngga sadar kakinya sakit apa? " gumam Dion terdengar kesal.


" Apa? " tanya Dhan. Ia seperti mendengar rintik hujan ditengah teriknya mentari, meski jarang namun sering terjadi.


Sering terjadi, karena Dion dan Mora yang sering beradu mulut sejak mereka bertemu. Jarang terjadi, karena jarang bahkan baru kali ini Dhan mendengar Dion mengkhawatirkan Mora.


" Apa? " Dion bertanya balik.


" Tumben khawatir " ucap Dhan.


" Siapa yang khawatir? " tanya Dion lagi.


" Itu tadi, ngedumel " balas Dhan.


" Siapa yang ngedumel? " tanya Dion masih belum sadar.


" Udahlah, susah ngomong sama orang yang lagi sayang sayangnya " celoteh Dhan, berlalu pergi meninggalkan Dion.


" Apa maksudnya? Siapa yang sayang sama siapa? " teriak Dion.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

__ADS_1


" Kamu istirahat dulu, kalau nanti malam tidak bisa ikut kegiatan tidak apa apa. Lagian cuma acara biasa, tidak berpengaruh pada nilai " jelas Reno setelah mengantar Lanlan ke tendanya.


" Enak saja tidak ikut kegiatan, kalau cuma gara gara kegores dikit terus istirahat semalaman. Nanti peserta lain juga bakal ikut beralasan, acaranya juga dimulai jam 8. Masih sempat kalau buat istirahat sebentar " ucap Erina, memprotes akan sikap dan perilaku Reno yang terlalu berlebihan itu.


" Erina..... "


" Tidak apa-apa Kak Reno, aku masih bisa ikut kegiatan nanti malam, kok " ucap Lanlan, mencegah terjadinya perdebatan antara Ketua dan Wakil Ketua Pengurus Kampus itu.


" Tuh kan, dianya aja bisa kok " ucap Erina.


" Minta teman satu tim kamu buat bantu ngobatin, terus istirahat. Nanti malam jam 8, semua peserta harus mengikuti kegiatan tanpa terkecuali " jelasnya lagi.


" Baik Kak, makasih " jawab Lanlan.


" Iya Kak Erina " jawab kedua gadis yang menjadi sahabat Lanlan.


Seperti biasa, setelah membuat pengumuman dan peringatan. Erina pergi begitu saja tanpa basa basi lagi. Begitulah sikap Erina, tegas dan taat pada peraturan.


" Ya sudah, aku pergi dulu ya. Kamu istirahat " pamit Reno, meninggalkan tenda tim 3.


" Aku kok heran ya sama Kak Erina " ucap Mora.


" Heran kenapa? " tanya Gaby, sambil membuka kotak P3K.


" Harusnya heran sama Kak Reno " balas Gaby.


" Kok malah Kak Reno sih? " tanya Mora bingung.


" Iyalah, kenapa coba dia pake gendong Lanlan dari sono sampe sini? " ucap Gaby, membuat kedua sahabatnya berpikir.


Lanlan yang sejak tadi hanya mendengarkan percakapan Mora dan Gaby, juga ikut memikirkan perkataan Gaby. Kenapa Kak Reno mau maunya gendong aku dari tepi jurang sampai tenda ya? pikir Lanlan.


" Mungkin karena itu tanggung jawabnya kali " jawab Mora sekenanya.


" Oke, tanggung jawab ya. Kalo misalnya semua peserta cewek ngalamin hal yang sama kayak Lanlan, apa Kak Reno juga bakal gendong semuanya? " pancing Gaby.


" Ya enggalah " jawab Mora langsung.


" Nah itu dia, artinya Kak Reno ada apa-apa sama sahabat kita ini "


" Maksudnya? " tanya Mora tak mengerti.


" Kak Reno kayaknya suka sama Lanlan " jelas Gaby.

__ADS_1


" Apa? Suka? Ngga mungkinlah " suara seseorang terdengar memprotes anggapan tersebut.


Lanlan, Gaby juga Mora bingung. Kenapa ada suara cowok, artinya sejak tadi ada yang menguping pembicaraan mereka bertiga.


" Dhaaaann " teriak ketiganya.


Yang diteriaki tak kalah kaget dengan ketiga gadis yang pembicaraannya dicuri dengar oleh seorang pria.


" Apa? Kenapa? " tanya Dhan.


" Kenapa kamu bisa ada disini? " tanya Lanlan.


" Emangnya kita ngga boleh liat teman satu tim yang lagi kena musibah apa? " tanya Dion muncul dari sisi tenda.


" Ya boleh, tapi aneh aja " jawab Mora.


" Aneh kenapa? " tanya Dion lagi.


" Dhan tadi bilang, kalo Kak Reno ngga mungkin suka sama Lanlan, kan? " ucap Mora mengulangi perkataan Dhan tadi.


" Iya " kali ini Dhan yang menjawab.


" Kenapa bisa bilang begitu? " Gaby mulai membuka suara. Padahal dia selalu takut berbicara dengan Dhan, namun kali ini Gaby mencoba memberanikan diri.


" Tidak mungkin seorang pria menyukai seorang gadis, hanya dilihat karena si pria menggendong si gadis " ucap Dhan membuat alasan.


" Ya mungkin aja sih, soalnya ngga mungkin si pria mau gendong si gadis kalo dia ngga suka " balas Mora menolak alasan yang dibuat Dhan.


" Kalo gitu kamu suka sama dia? " tanya Dhan pada Dion lalu menunjuk Mora.


" Apa maksudnya? Kenapa jadi aku? Kalian kan lagi bahas Kak Reno sama Lanlan " kata Dion, bingung dengan pertanyaan tiba-tiba yang diajukan Dhan.


" Bukannya kamu juga gendong dia tadi? Kalo gitu kamu juga suka dia kan? " tanya Dhan membuat perumpamaan Dion dan Mora.


" Apa? Hahaha, ngga mungkin lah aku suka sama dia " Dion mentertawakan anggapan yang dibuat Dhan itu.


" Liat? Dia bilang ngga mungkin kan? " kini pertanyaan Dhan beralih pada Mora, Gaby juga Lanlan.


Dhan sengaja membuat perumpamaan antara Dion dan Mora, karena ia tau Dion tidak akan mungkin mengakuinya. Dengan begitu, baik Lanlan atau pun yang lainnya tidak akan menanggapi perlakuan tersebut.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Dhan, Dion dan Reno. Apakah benar diantara mereka ada yang menyukai salah satu dari tiga sahabat itu? Atau ketiganya justru memang menyukai salah satu dari mereka?

__ADS_1


Next episode ya 👍😉


__ADS_2