
Semua tebakan yang Arya lontarkan benar adanya. Putri memang mengikuti Arya dan itu jelas ada hubungannya dengan Lanlan.
" Katakan, apa yang ingin kamu ketahui sebenarnya? " tanya ulang Arya.
" Emangnya kalo aku jawab jujur, kamu bakalan kasih tau? " pancing Putri.
" Tergantung, pertanyaan apa yang kamu ajukan " balas Arya.
Putri sempat berfikir sejenak, sebelum memutuskan akan memberitahu Arya atau tidak. Meski rasa penasarannya terus mendorong Putri untuk berkata jujur, namun Putri masih merasa supaya dia menyelidiki sendiri apa yang terjadi. Karena jujur, Putri tidak yakin kalau setelah dia jujur Arya akan memberitahu dia yang sebenarnya.
" Bukan kok, ini bukan soal Lanlan. Aku sendiri yang mau ngikutin kamu " jawab Putri, berbohong.
" Buat apa kamu ngikutin saya? " tanya Arya, semakin membuat Putri bingung untuk menjawab apa.
" Apa ya kira-kira alasan yang pas, ngga mungkinkan aku jujur. Ya kali kalo dia beneran jawab, kalo ngasal, gimana? " pikir Putri.
" Mau alasan apa lagi? " desak Arya.
" Udahlah, males berurusan sama kamu " ucapnya lagi lalu pergi meninggalkan Putri.
" Karena aku suka sama kamu " celetuk Putri.
" Astaga ini mulut, ngomong apa sih. Main asal aja kalo ngomong " batin Putri merutuki ucapannya tadi.
__ADS_1
Arya melihat Putri yang terlihat salah tingkah. Tingkah dan ucapannya memang benar-benar salah.
" JANGAN PERNAH LAGI KAMU BICARAIN HAL ITU " larang Arya. Dia bergegas pergi setelah kata-kata keramat kembali terdengar.
Putri tertegun melihat sikap Arya yang seperti itu hanya karena Putri mengungkapkan perasaan. Ya, walaupun itu bohongan. Putri malah semakin tertarik untuk mendekati Arya.
" Aku harus cari tau lewat kakeknya " tekad Putri.
¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤
Hari kuliah terjadi seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Setelah beberapa hari Putri tanpa absen mengikuti Arya, akhirnya dia bisa tau hari apa saja saat Arya pergi bekerja sampingan.
Pagi itu kebetulan Putri tidak ada jadwal kuliah, hingga dia bisa menemui kakek Arya. Setelah beberapa menit menunggu Arya berangkat kerja, kini tiba waktunya dia bisa menemui si kakek.
" Assalamu'alaikum " ucap Putri mengucap salam.
" Permisi " salamnya lagi karena tidak mendapat jawaban.
" Wa'alaikumsalam, iya sebentar " jawab si kakek.
" Siapa, ya? " tanya si kakek saat membuka pintu.
Kakek itu sempat tertegun saat melihat Putri, tapi setelah itu dia bisa menguasai diri.
__ADS_1
" Halo, kek. Kenalin saya Putri " sapanya sopan.
" Iya, silahkan duduk " balas si kakek mempersilahkan Putri.
" Maaf, neng ini siapa ya? " tanya si kakek kemudian.
" O iya, maaf Kek. Saya ini teman kuliahnya Arya " jujur Putri.
" Aya? Ada apa dengan cucu saya? " tanya si kakek, khawatir.
" Tidak ada apa-apa kok, Kek. Saya kesini karena penasaran, apa kakek ini kakek kandung Arya? Maaf Kek sebelumnya, soalnya Arya tidak pernah cerita " terang Putri. Bagaimana bisa dia langsung jujur menanyakan hal itu.
" Tentu saja. Dia memang anak yang pendiam, sejak ibunya meninggal dulu, dia tidak pernah memiliki satu pun seorang teman " jelas si kakek. Entah kenapa si kakek langsung bercerita tanpa bertanya lebih dulu.
" Maaf, Kek. Tapi kenapa? Dia kan bisa berteman seperti yang lainnya " ucap Putri.
" Tidak bisa, cucu kakek itu berbeda. Dia tidak boleh punya teman, kalaupun bisa itu harus laki-laki " jelas kakek.
" Emangnya kalau teman perempuan tidak boleh ya, Kek? " tanya Putri terus menginterogasi.
" Tidak boleh, kalau teman perempuan kemungkinan besar bisa ada rasa disalah satunya. Itu tidak boleh terjadi, kejadian di masa lalu tidak boleh terulang kembali " jelas si kakek.
Apa maksud dari perkataan kakek Arya? Kejadian apa yang terjadi di masa lalu? Dan apa akibatnya kalau peritiwa di masa lalu kembali terulang?
__ADS_1
next....