
" Aku.. emm,, aku ngga... "
" Udah, santai aja kali ngga usah gugup gitu. Aku cuma becanda, ya kali kamu suka sama orang kayak dia " ucap Dion menunjuk Dhan.
" Orang kayak apa maksud kamu? hmm? " sahut Dhan.
" Eh, udah udah. Aku nyari kamu itu karena ada yang mau aku tanyain " sela Lanlan, mencegah keduanya ribut.
" Ada apa? Duduk dulu disana " ajak Dhan.
Melihat Dhan mengajak Lanlan duduk di kursi taman, Dion pun mengekor mereka berdua. Penasaran dengan apa yang ingin Lanlan bicarakan. Wajah seriusnya semakin menambah rasa penasaran.
" Berita yang tersebar, apa kamu udah tau? " tanya Lanlan memulai pembicaraan.
" Berita? Soal apa? " Dhan bertanya balik, karena memang belum mengerti arah pembicaraan Lanlan.
" Soal kamu. Apa rival yang disebutkan itu adalah Arya? " sambungnya.
" Arya? " ulang Dhan, berpikir seperti pernah mendengar nama itu.
__ADS_1
" Orang yang kemarin itu maksud kamu? " sambungnya.
" Iya "
" Ngga mungkin, kalo yang mereka sebut rival itu Arya. Terus apa maksudnya calon vs mantan? Kenapa bisa menyebut aku sama Arya sebagai rival? Siapa juga yang nyebarin berita kayak gitu? " berondong Dhan.
" Arya? Jadi kamu berantem sama dia kemarin? " sela Dion.
" Kamu diem aja, jangan ikut campur " cegah Dhan, sebelum Dion berbuat yang tidak tidak.
" Aku yakin dia yang buat berita itu. Seandainya itu orang lain, ngga mungkin langsung menyebut kalian rival " jelas Lanlan.
" Oke, anggap aja dia orangnya. Lalu apa maksud dari calon vs mantan? " tanya Dhan lagi.
" Ada apa? Ngga apa-apa kalo kamu belum bisa cerita, aku bisa paham " ucap Dhan. Melihat rasa takut dan cemas yang tergambar dari wajahnya, membuat Dhan sedikit mengalah untuk bersabar.
" Ngga apa-apa, aku bisa cerita kok " jawab Lanlan.
" Sebenernya aku sama dia pernah satu sekolah dulu, kita juga temenan. Dia baik dan perhatian, emang bener apa yang dia bilang. Dulu penampilanku ngga seperti sekarang. Jelek, kutu buku dan ngga punya penampilan " Saat Lanlan mulai bercerita tentang kisahnya, Dhan mendengarkan dan memperhatikan Lanlan baik baik. Dion yang duduk di belakang mereka juga melakukan hal yang sama. Tidak lama setelah itu, Putri dan Mora juga duduk disebelah Dion. Tepat dibelakang kursi yang Dhan dan Lanlan duduki.
__ADS_1
" Karena aku yang saat itu ngga punya teman laki-laki. Sikap dia yang baik dan perhatian. Membuatku salah paham. Mengira kalo dia juga menyukaiku. Dengan berani dan percaya diri, aku ungkapin perasaan " sambungnya.
" Dia emang bilang ya, karena itu aku pikir dia beneran suka. Tapi setelah hari itu, Arya berubah sikap. Dia mempermalukan dan menghinaku didepan semua orang. Dia juga membuat semua teman sekolah membenciku. Aku sama sekali ngga tau apa salahku, dia hanya mengatakan dia sangat senang melihatku merasa diatas awan lalu menjatuhkan seketika. "
" Beberapa minggu aku menjadi bulan-bulanan teman sekolah. Entah apa yang dia katakan, aku sama sekali ngga tau " ungkapnya.
Mendengar cerita Lanlan seperti itu, membuat Dhan juga teman lainnya merasa sangat marah. Seakan ingin menghajar orang itu.
" Sampai di hari itu, dia mengerjaiku melebihi apa yang dia lakukan sebelumnya. Saat itu juga, aku memutuskan untuk keluar dan pindah dari sekolah "
" K*rang a*ar, bilang Lan. Yang mana orangnya, biar kita hajar dia sekarang " geram Putri. Mendengar ceritanya saja dia merasa kesal dan sangat marah.
prok prok prok
" Wah wah wah, hebat sekali. Jangan percaya apa yang dia katakan " semua terkejut, melihat kearah sumber suara.
" Kamu? " seru Dhan mengenali orang itu.
.
__ADS_1
.
next up 😊