
Putri telah menceritakan semuanya. Semua alasan Arya melakukan hal itu, setelah Lanlan mengungkapkan perasaannya dulu.
Dulu, kakek Arya adalah orang paling kaya di kota. Dia pemilik perusahaan ternama, dan beberapa saham yang tersebar luas. Beliau mempunyai seorang putri, putri satu-satunya yang beliau miliki setelah kepergian sang istri.
Putri itu adalah ibu dari Arya Sangsangan, Melia Rajes Sangsangan. Melia telah dijodohkan dengan salah satu anak kenalan kakek Arya. Singkat cerita, Melia justru pergi bersama laki-laki yang dia cintai, lalu menikah diam-diam karena tidak disetujui oleh sang ayah.
Saat Melia dan suami kembali ke rumah dengan niat silaturahmi, mereka diusir dengan kasar. Kata-kata hinaan dan cacian yang kakek Arya katakan pada menantunya, membuat dia sakit hati. Dengan emosi dan amarah yang membakar, sang menantu mengutuk bahwa semua harta yang beliau miliki akan habis tanpa jejak.
Tidak sampai disitu, sang menantu menjadi gelap mata. Bahkan dia sampai mengutuk istrinya sendiri, yakni ibu Arya bahwa semua keturunannya tidak akan pernah mendapatkan cinta. Jika memang ada, maka orang yang mencintai keturunan Rajes Sangsangan akan mati tanpa sebab. Kecuali, salah satu dari keturunan mereka menikahi seorang anak kembar. Hanya dengan itu, maka hilanglah semua kutukan yang diberikan oleh suami dari Melia Rajes Sangsangan.
Sang menantu tidak sadar, setelah dia mengatakannya, tubuhnya terkulai lemah tidak berdaya. Suami Melia menjadi orang pertama yang menjadi korban kutukannya sendiri.
Berselang beberapa hari, Melia mengetahui bahwa dia tengah mengandung buah cintanya bersama sang suami. Enam minggu, usia kandungan Melia saat mengandung Arya adalah enam minggu. Dan disaat itu pula, entah bagaimana tiba-tiba semua harga saham yang kakek Arya miliki jatuh seketika. Perusahaannya bangkrut, mereka benar-benar telah jatuh miskin.
__ADS_1
" Tidak, bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa semua kutukan orang itu bisa menjadi kenyataan? " seru sang ayah tidak percaya.
Beberapa bulan kemudian, saat Arya berusia 3 bulan, Melia mendapat lamaran dari orang yang mencintainya. Namun, kutukan masih menjadi kutukan. Sebelum prosesi akad nikah, tiba-tiba saja mempelai pria meninggal.
Hal itu kembali mengingatkan Melia akan kutukan suaminya dulu. Melia menjadi orang yang depresi, dia takut kalau sampai kutukan itu juga menimpa putranya, Arya.
Tak bertahan lama, setelah Melia mengalami depresi dia melakukan bunuh diri dengan cara menggantung dirinya sendiri dengan sebuah tali. Namun, dia masih sempat menulis sebuah surat untuk sang ayah.
' Ayah, maafkan Melia. Semua ini karena keegoisan Melia, Ayah telah kehilangan semua yang telah Ayah bangun selama ini. Melia tidak sanggup lagi, Melia tidak bisa melihat kalau sampai kutukan itu menimpa Arya. Melia minta maaf, Ayah. Melia titip Arya. Tolong jaga dan sayangi dia seperti Ayah menjaga dan menyayangi Melia selama ini. '
Arya jatuh, jatuh sejatuh-jatuhnya diatas tanah, terkulai lemas. Dia tidak pernah membayangkan, rahasia ini akan terbongkar begitu cepat.
" Apa? " Lanlan sangat terkejut mendengar penjelasan Putri. Jadi selama ini, yang Arya lakukan hanya demi melindungi dirinya.
__ADS_1
" Kenapa? Kenapa Arya? Kenapa kamu ngga pernah menceritakannya? Kenapa kamu memilih untuk membuatku membencimu? " seru Lanlan, tangisnya pecah saat mengingat kembali saat mereka bersama dulu.
Arya tidak pernah mempunyai seorang teman yang benar-benar tulus. Semua teman laki-lakinya, menganggap dia hanyalah sebuah sampah karena dari keluarga yang sangat jauh dibawah mereka. Hanya Lanlan, hanya dia yang mau menjadi temannya dengan tulus.
" Andai saja kamu mengatakannya dari awal, aku pasti ngga akan pernah mengungkapkan perasaanku " terang Lanlan.
" Percuma, Ya. Kamu tetap masih menyimpan perasaan kepadaku. Aku tidak mau membuatmu menjadi korban hanya karena keegoisan kakekku dulu " jelas Arya.
" Aku tau kamu kesepian sejak kecil, kenapa ngga langsung ceritakan, Arya? " ucap Lanlan masih menyudutkan Arya.
" Aku minta maaf, aku sungguh minta permohonan maafmu. Maafkan aku karena telah menyakitimu, tapi itu lebih baik " terang Arya.
Lanlan masih meneteskan airmata, tidak tau lagi apa yang harus dia katakan. Putri memeluknya, hanya dengan pelukan seorang sahabat bisa menjadi kekuatan untuk Lanlan.
__ADS_1
Dhan dan juga Dion diam mematung, mereka bingung harus berkata apa. Tapi Dhan merasa kasihan saat melihat Lanlan menangis, ingin sekali dia menjadi sandaran dan kekuatannya saat ini.
next...