
" Ternyata satu tim dengan mereka berdua " lirih Lanlan.
" Kenapa harus setim sama mereka, sih? Sebel banget deh " keluh Mora.
" Terima kasih Ya Tuhan, Engkau membuat kami menjadi anggota dalam satu tim " batin Gaby.
Setelah KPK beserta Pengurus Kampus membagi para mahasiswa menjadi beberapa tim, peserta mulai mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Acara Jelajah Alam akan dilakukan esok hari mulai pukul 7 pagi.
" Baiklah, sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi. Kepada setiap peserta silahkan berdiskusi dengan kelompoknya, serta menyiapkan segala keperluan untuk acara ini " ucap KPK, Reno Wijaya.
" Acaranya mulai dilakukan besok, kita semua berkumpul di Aula Kampus besok pagi pukul 7 " tambah Reno.
" Yah Kak Reno, aku ngga mau satu tim sama dia "
" Aku juga Kak, kita aja deh yang pilih timnya "
" Iya Kak, masa anggotaku ngga ada yang cakep sih? Jelek semua, bisa dituker sama Dhan ngga Kak? "
" Iya Kak Reno, aku juga mau dong satu tim sama Dhan "
" DIAM " potong Erina, WKPK.
Para mahasiswa mulai saling protes dan meminta sesuatu sesuai keinginan mereka. Erina kembali dibuat geram dengan tingkah laku mahasiswa semester baru itu.
Sama seperti penerimaan Maba, mereka kembali rusuh dan Erina yang terpaksa membuat mereka diam dengan teriakan mengerikan. Tak habis pikir, mereka selalu asal bicara dalam menyuarakan pendapat sesuai keinginan mereka.
Erina menatap tajam setiap peserta yang membuka mulutnya saat Reno berbicara, tidak ada yang mampu membuka mulut saat Erina mulai bersuara. Semua masih sama, ketakutan dalam diam yang mereka rasakan saat ini. Mereka sama sekali tidak pernah belajar, dengan kejadian penerimaan Maba kemarin.
Masih dengan tatapan tajam, kini pandangan Erina mencari sosok yang dielu-elukan oleh para peserta. Dia dibuat penasaran, seperti apa wajah JP yang terkenal hari itu. Apa benar dia setampan dan sedingin rumor yang beredar? Apa Erina juga akan terpesona oleh ketampanan JP sama seperti gadis gadis kampus lainnya? Kita lihat saja.
__ADS_1
" Yang mana peserta yang bernama Dhan? Silahkan angkat tangan " ucap Erina, menelisik ke setiap wajah peserta pria.
" Yah, Kak Erina tanya Dhan yang mana lagi. Gimana kalo dia juga ikutan naksir kayak kita? " bisik Angel pada Rini.
" Ssssttt, jangan berisik " bisik Rini, menyuruh temannya untuk diam.
" Aku kan ngga berisik, menurut kamu Kak Erina bakal suka Dhan juga, ngga? " sambung Angel kembali berbisik.
Rini tidak lagi menyuruh Angel untuk diam, namun dia meletakkan jari telunjuknya didepan bibir Angel agar ia segera diam.
" Iya deh iya, aku ngga bakal berisik. Tapi jawab dulu pertanyaanku tadi " pinta Angel.
" Untuk peserta yang tidak diizinkan berbicara, tolong jangan berisik. Hormati yang sedang berbicara didepan " tegur Erina dengan lantang.
" Saya tanya sekali lagi, mana dari kalian yang bernama Dhan? " tanya Erina kembali menelisik.
Cukup lama mereka semua terdiam, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara seorang pria yang mengaku sebagai Dhan.
Semua peserta melihat kearahnya. Mereka yang sudah mengenal Dhan dimana kebanyakan gadis-gadis, merasa sangat disayangkan karena mereka takut kalau sampai Erina juga ikutan naksir Dhan. Sedangkan peserta pria yang belum tau wajah Dhan, saling mengeluarkan argumen akan wajah tampan dan aura dinginnya.
" Heran ngga sih, kok Kak Erina tanya Dhan yang mana? " bisik Mora pada Lanlan juga Gaby.
" Engga, biasa aja " jawab Gaby lirih.
" Mora, diam dulu ya. Nanti kena marah Kak Erina lagi loh " lirih Lanlan.
" Iya deh iya, aku diem " jawab Mora.
Erina berjalan mendekat ke tempat dimana Dhan berdiri. Saat Erina berjalan melewati para mahasiswa, mereka membuka jalan dengan mundur beberapa langkah. Erina berdiri tepat didepan Dhan, cukup lama dia memperhatikan wajah serta penampilannya. Gadis gadis tampak cemas, takut sang pujaan hati akan diambil.
__ADS_1
" Jadi ini wajah yang membuat semua para gadis tergila-gila? Terlalu biasa, sombong " bukan pujian atau rayuan yang keluar dari mulut Erina, melainkan kata pedas yang terdengar.
Erina memang tidak menyukai pria yang berwajah sombong atau cuek, dia lebih memilih pria yang berpenampilan lembut, tergambar senyum di wajahnya dan ramah. Seperti Reno Wijaya.
Erina berniat kembali ke tempatnya, namun ucapan Dhan kemudian membuatnya berhenti sejenak.
" Aku juga tidak ingin mereka tergila-gila padaku, justru aku sengaja memasang wajah sombong dan cuek agar mereka tidak tertarik padaku " kalimat panjang yang Dhan ucapkan, membungkam semua orang di Aula.
Bagaimana bisa seorang pria dengan wajah tampan, tidak mau kalau gadis gadis mendekatinya? Apalagi sampai sengaja memasang wajah sombong agar tidak ada yang mendekati? Itu adalah kalimat terpanjang yang Dhan ucapkan selama ini. Dia berharap agar setelah ia mengatakan hal ini, tidak akan ada lagi gadis yang terobsesi ataupun tergila-gila padanya.
Sungguh sangat diluar dugaan. Para pria yang berada di Aula terheran akan ucapan yang Dhan katakan, sedang para gadis tampak sedih setelah mendengar ucapannya.
Baik Erina, Reno dan APK lainnya sampai melongo dibuat heran oleh Dhan. Semua pria menginginkan digilai para wanita, bahkan ada yang sengaja gombal sana sini, bersikap playboy dengan tujuan digilai para wanita. Namun, apa yang Dhan katakan justru menolak semua keinginan semua pria. Wajah tampannya sangat cukup dijadikan modal untuk semua itu, mengapa harus menolak? Bahkan dengan susah payah membuat diri sendiri agar dijauhi para wanita.
" Aku harap, tidak ada lagi yang akan tergila-gila padaku setelah ini. Sesi rapat sudah selesai, bukan? Aku mohon undur diri " itulah kata terakhir yang Dhan ucapkan sebelum meninggalkan Aula.
Kembali dibuat heran. Sikap Dhan yang sangat berani meninggalkan Aula begitu saja, bahkan saat semua Pengurus Kampus masih lengkap berada di sana. Sungguh membuat mahasiswa lain takjub sekaligus ngeri, tatapan tidak suka yang Dhan perlihatkan tadi, mampu mengoyak setiap bagian tubuh manusia.
Semua peserta saling berbisik, menyuarakan pendapat mereka akan sikap Dhan. Sedang Lanlan terpaku dibuatnya, dengan berani Dhan mengatakan tidak ingin didekati oleh para gadis. Lalu waktu di Kantin saat itu, justru Dhan yang mendekatinya. Dia sengaja melakukan hal itu untuk menghindar atau ada hal lain?
" Baiklah, kita akhiri perkumpulan hari ini. Semua sudah mengerti dengan instruksi yang saya katakan tadi, bukan? Silahkan kembali dan bersiap untuk acara besok. Terima kasih atas waktunya " ucap Reno, berlalu meninggalkan Aula.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
" Dia masih seperti dulu, cuek dan tidak mau didekati orang lain " batin Gaby.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
PPM kembali dengan episode terbarunya. Silahkan tekan like dan rate, berikan gift dan vote-nya. Serta isi kolom komentar atas episode ini, makasih 🙏