
Masalah antara dua orang yang terhalang beda pendapat, akhirnya berujung baik. Bukan hanya menyamakan hasil pendapat, tapi juga menghasilkan hasil baik lainnya.
" Dhan, kau tau aku bukanlah orang yang gampang berteman dengan siapa saja, bukan? " ucap Dion. Setelah dia berhasil mengejar, mereka pun duduk sejajar.
" Hari ini, setelah aku kembali mengetahui kebenaran. Aku juga ingin mengatakan sebuah kebenaran " tambahnya.
Lelaki yang duduk sejajar dengannya tak bergeming. Menatap lurus, mencerna setiap kata.
" Aku sempat mengalami trauma dengan hal yang terkait dengan kata teman. Dulu aku mempunyai seorang teman, bahkan sahabat. Kenal sejak kecil, juga bersahabat sejak kecil. Aku menyayanginya melebihi sayang kepada saudara-saudara sepupuku yang lain. Kami selalu memiliki hubungan baik sampai SMP. Tapi, sejak masuk SMA dia mulai menunjukkan sikap aneh.... " cerita Dion. Berhenti sejenak, bayangan itu kembali muncul dalam benak.
Dhan masih diam, mendengarkan dengan baik untuk tahu akar masalahnya.
Dion kembali bersua. Bercerita tentang masa lalunya sedikit membuatnya lega. Meski belum sepenuhnya.
" Sikap anehnya muncul, saat seorang teman kelas kami memberiku sebuah kotak cokelat dengan sepucuk surat diatasnya. Dia tak pernah menyukai hal itu. Dia mulai marah, saat beberapa teman wanita dari kelas lain mulai mendekatiku. Bahkan dia sampai menampar satu diantaranya, karena perdebatan yang mengocok emosi " ucap Dion melanjutkan.
__ADS_1
" Dia marah karena cemburu " ucap Dhan seketika. Meski diam sejak Dion mulai bercerita, namun Dhan mendengarkan dengan baik dan membuat kesimpulan.
" Awalnya aku tidak pernah berpikir begitu, karena kami sama-sama cowok. Hingga suatu hari, dia sendiri yang mengatakannya. Jujur, aku sangat syok bahkan sempat marah. Tapi, pikiran akan hubungan pertemanan kami membuatku sedikit meredam amarah. Dengan tekad kuat, aku menanyakan alasannya. "
" Apa yang dia katakan? " tanya Dhan.
" Dia bilang, dia sudah menyukaiku sejak kami masih kecil. Itulah sebabnya, dia selalu berada di pihakku di saat semua orang menentang " jelas Dion.
" Lalu? "
" Saat SMA, dia bilang tidak merasa tertarik dengan lawan jenis. Justru sebaliknya, dia merasa sangat tertarik dengan semua yang berkaitan denganku. " ungkap Dion.
" Apa itu sebabnya kamu selalu menutup diri? " ucap Dhan.
" Iya " jawab Dion.
__ADS_1
" Kenapa ngga cerita pada kakakmu? Dia bahkan sempat berpikir, kamulah yang berulah " ucap Dhan.
" Gimana kamu bisa tau kalo dia berpikir begitu? "
" Karena Kak Arga sendiri yang cerita " jawab Dhan.
" Kak Arga? Kamu tau kalo dia kakakku? " tanya Dion. Dia tidak percaya kalau Dhan tau bahwa Dion Arga adalah kakaknya.
" Iya. Beberapa hari setelah acara jelajah alam, dia menemuiku. Dia tanya beberapa hal, dan dia minta agar aku menjadi teman yang baik " jelasnya.
" Kak Arga, kok bisa dia menemuimu? Harusnya dia tanya sama aku "
" Udah, biarin aja. Aku tau dia pasti sangat khawatir setelah kejadian itu. Dia ngga mau kalo kamu sampai berulah, apalagi sampai mendapat masalah " jelas Dhan.
Ternyata, masalah yang Dion alami dulu membuatnya menjadi pribadi yang tertutup. Kejadian yang dia alami tak pernah sekali pun dia cerita pada orang tuanya, bahkan pada kakaknya saja tidak. Keluarganya pikir, Dion membuat ulah atau terkena masalah saat di sekolah. Itulah sebabnya dia meminta untuk pindah.
__ADS_1
next...
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°