Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 2


__ADS_3

" Oke, siapa lagi yang mau memperkenalkan diri? Silahkan maju kedepan " titah Arga.


Satu persatu dari anggota kelompok yang tersisa memperkenalkan diri. Setiap kelompok berjumlah 10 orang, maka akan menjadi 25 kelompok dari 250 maba.


Karena tidak ada yang mau menyusul Rini dan Angel untuk memperkenalkan diri. Seorang pria dengan penampilan bak artis dan model, mulai terlebih dahulu.


" Hai, namaku Dhan, terima kasih " sapanya sungguh singkat, lalu kembali mundur ke tempatnya duduk.


" Halo, namaku Cahaya Rembulan. Biasa dipanggil Lanlan, terima kasih. Salam kenal semuanya " sapa mahasiswi cantik juga ramah.


" Kenalin namaku Dion Wiyoga, panggil Dion aja makasih " sapa mahasiswa tampan lainnya.


" Wah, kelompok kita banyak cowok ganteng, Rin. Kalo gini sih aku bakalan betah lama-lama di Kampus " ucap Angel kecentilan.


" Dasar cacing kepanasan " ucap Rini mendengus kesal dengan sikap centil Angel. Untung saja mereka sudah berteman sejak SMP, kalau tidak Rini pasti sudah meninggalkan Angel yang selalu bikin malu itu.


" Iiiigh kamu tuh ya, awas aja kalo naksir sama salah satu dari mereka " ancam Angel.


" Oke, sesi perkenalan sudah ya. Sekarang pilih perwakilan dari kelompok untuk menampilkan satu karya, terserah mau apapun juga boleh " tambah Arga.


Jumlah APK ada 10 orang, maka setiap satu APK membimbing 2 sampai 3 kelompok. Dan masing-masing kelompok harus menampilkan satu karya, baik menyanyi, menari atau baca puisi. Apapun itu diperbolehkan, asal sudah ada kesepakatan dari setiap anggota.


^•^•^•^•^•^•^


Hari mulai menunjukkan waktu istirahat, matahari hari ini terasa sangat terik hingga membuat tenaga terkuras habis. Apalagi setelah sesi menampilkan karya, semua orang menari dan menyanyi kala ada satu orang yang menampilkan keunggulannya.


" Aduh, gila ya cape banget, Rin " keluh Angel.


" Iya, tapi seru juga ya ternyata " timpal Rini.


" Kantin yuk, laper banget nih " ajak Angel pada Rini.


" Hai, sendirian aja. Mau ke Kantin bareng ngga? " sapa seorang gadis, melihat satu teman mahasiswinya yang terlihat bingung mencari arah Kantin.


" Oh, hai juga. Boleh, aku Lanlan. Kamu? "


" Aku Gaby, ini temanku juga, Mora namanya " jawab Gaby.


" Lanlan "


" Mora "


Lanlan dan Mora saling berjabat tangan, kemudian mereka bertiga pergi ke Kantin bersama-sama. Satu teman Gaby yang masih setia bersamanya, hanya tersisa Mora. Karena Lala dan Sinta, pindah keluar kota sejak SMP.

__ADS_1


Ketiganya duduk di Kantin, setelah memesan makanan.


" Gaby, Mora, aku permisi ke toilet bentar ya " pamit Lanlan


" Oh iya Lan " jawab Gaby, diikuti anggukan Mora.


" Waaahh, liat tuh Para Pengurus Kampus datang kesini. Serasa liat boyband korea ya, ganteng banget " seru Angel antusias, apalagi kalau lihat yang bening bening.


KPK, WKPK, dan APK pergi makan siang di kantin setelah selesai rapat. Mereka terbiasa pergi bersama, karena kewajiban sebagai Pengurus Kampus selama beberapa hari ini. Semua Pengurus Kampus berisikan laki-laki, hanya WKPK saja yang perempuan.


" Kak Reno " sapa Angel, melambaikan tangan sok akrab dengan kakak seniornya itu.


Sementara yang disapa hanya tersenyum, lalu melewati tempat duduknya begitu saja. Meski tak mendapat respon balik dari Reno, tapi senyuman itu mampu meluluhkan hati Angel. Dia pun senyum senyum sendiri, saat kembali membayangkan senyum manis Reno.


Senyum bahagia Angel hilang saat tatapan tajam mengarah kepadanya, dia pun ciut sama seperti semua Maba di Aula tadi.


" Aku ngga suka sama dia, sok akrab, centil " bisik Mora pada sahabatnya, Gaby.


" Udah, biarin aja " jawab Gaby.


" Silahkan Mba, pesanannya " ucap pelayan kantin yang lebih muda dari Gaby dan Mora, sepertinya dia anak Ibu Kantin yang selalu membantu saat sedang ramai.


" Aduh "


" Eh, maaf maaf "


Saat keluar dari lorong toilet, Lanlan bertabrakan dengan Reno yang kebetulan juga mau ke toilet. Mereka bertemu pandang dalam beberapa detik.


" Reno " suara seorang wanita memanggil Reno dari kejauhan, lalu berjalan mendekat kearah mereka.


Mendengar suara seseorang, Lanlan pun kembali sadar.


" Maaf Kak, saya duluan " pamit Lanlan.


Saat berjalan menuju tempat, dimana dia dan kedua temannya duduk. Lanlan berpapasan dengan wanita yang memanggil Reno. Dia pun menganggukkan kepala sambil tersenyum menyapa wanita tadi.


" Erina, ada apa? " tanya Reno, saat Erina berada didekatnya.


" Kita dipanggil Ketua Yayasan, dan harus pergi kesana sekarang juga " tambah Erina menjelaskan alasannya memanggil Reno.


" Baiklah, kita berangkat sekarang " ajak Reno.


Reno dan Erina meninggalkan Kantin untuk menemui Ketua Yayasan, mereka langsung pergi tanpa makan siang terlebih dulu.

__ADS_1


^•^•^•^•^•^


Sementara didalam Kantin, tengah terjadi keributan. Entah apa yang terjadi hingga suasana didalam sana begitu ramai melebihi pasar.


" Apa kamu bilang? Maaf? Memangnya dengan kata maaf bisa membuat bajuku bersih kembali? " bentak seorang senior pada juniornya.


" Baik Kak, saya akan membersihkannya " jawab si junior.


" Memangnya gampang bersihin ini? Butuh biaya mahal untuk baju semahal ini tau " gertak si senior dengan mencengkeram kerah baju juniornya.


" Saya minta maaf Kak, saya pasti akan menggantinya " ucap si junior mulai ketakutan.


" Mana bisa kamu menggantinya, kamu itu hanyalah anak rendahan yang memakai beasiswa untuk kuliah disini. Gimana mau ganti baju ini? Yang harganya saja, jauh lebih mahal dari biaya hidupmu seumur hidup " kata-kata remeh senior, secara tidak langsung meremehkan pihak kampus.


" Apa ini? Kasar sekali senior itu? "


" Iya, kampus kita kan menerima semua mahasiswa hanya berdasarkan prestasi, bukannya kekayaan "


" Iya, gimana kalo Pihak Kampus sampai tau ya? "


" Kayaknya senior itu bakalan kena sanksi deh "


Ucapan demi ucapan keluar dari mulut setiap Maba yang saling berbisik, membuat suasana makin memanas. Bahkan ada seorang Maba, yang berniat melaporkan sikap dan perilaku senior itu kepada Pengurus Kampus.


" Orang yang menilai seseorang berdasarkan materi, itu jauh lebih rendah " Ditengah suara bising bisikan dari mulut ke mulut, seketika meredam saat salah satu Maba berani melawan perkataan senior.


Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh juniornya yang lain, membuat senior itu semakin marah.


" Siapa kau? Berani beraninya melawan ucapanku? " gertak senior, bersiap untuk memukul juniornya yang berani kurang ajar padanya.


" Senior macam apa yang membully juniornya, hanya karena masalah sepele? Bukankah dia sudah meminta maaf? " sindir junior pemberani.


" Kurang a*ar " kepalan yang akan senior hantamkan kepada junior pemberani, ditangkis dengan mudahnya. Sepersekian detik kemudian, senior itu jatuh tersungkur kebawah kolong meja.


" Wuuuiiiiihhh " (prok prok prok) suara tepuk tangan meriah, serta teriakan keren dan hebat terdengar di semua penjuru Kantin.


Bagaimana tidak? Saat melihat senior yang tengah bersitegang saja, sudah membuat Maba takut. Maba yang menonton tidak akan berani membela, apalagi melawan senior itu. Karena menurut kabar yang beredar, senior itu adalah putra tunggal dari salah satu Pemilik Yayasan. Selain kaya, dia juga tergolong pintar di angkatannya. Namun sikap dan perilakunya, tak sebanding dengan prestasi dan kewibawaan orang tuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Note : Sekaya dan sepintar apapun kita, seharusnya tidak menilai orang berdasarkan materi. Karena pada dasarnya, semua manusia itu sama.


°•°•°•°•°•°•°


__ADS_2