Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 8


__ADS_3

Halo semua 🙋 kita balik lagi di episode selanjutnya ☺


Dimohon bijak dalam membaca, ini hanyalah kisah fiktif belaka.


Apapun yang terjadi, nama dan tempat hanyalah khayalan dan karangan penulis semata.


Bantu like jika sudah mampir 👍


Silahkan tinggalkan komentar, bisa diisi dengan daftar hadir jika memang bingung mau berkomentar apa. Berikan vote dan gift sebagai bentuk dukungan, tap favorit dan berikan rate-nya juga ya... Terima kasih 🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana menjadi sangat canggung setelah apa yang dikatakan oleh Dhan. Lanlan lebih memilih melanjutkan kegiatannya, sedangkan Mora sibuk memainkan ponsel.


Baik Dhan juga Dion, mereka bagaikan kertas putih yang tak bernoda, tanpa dosa kedua laki-laki itu melahap sarapannya dengan santai.


Bisik bisik mulut tetangga, kini terdengar lagi saat Lanlan dan juga Mora sama-sama mengabaikan dua pria tampan dihadapannya itu.


" Liat deh, sombong banget sih mereka. Dhan sama Dion duduk disana malah dikacangin gitu "


" Iya, dasar munafik "


" Padahal biasa aja tuh mereka, masih cantikan juga kita. Tapi ngga ada bersyukurnya sedikitpun, ya "


" Oh jelas dong, mereka siapa? Sok kecakepan, lewat kali sama kita "


3 orang gadis mulai membicarakan hal buruk, padahal sudah di sekolahkan sampai perguruan tinggi. Masih saja perkataannya tidak bisa dijaga.


Itulah mengapa Dhan, memilih duduk di meja yang sama dengan Lanlan. Karena Dhan tau, kalau dia pasti tidak akan pernah seperti itu dalam menilai orang lain.


" Aku udah selesai nyalinnya, kita ke kelas yuk " ajak Lanlan pada Mora.


" Oh, oke. Aku juga males lama lama sama mereka berdua, yang satu sok cuek satunya lagi sok kecakepan " timpal Mora, meledek Dhan serta Dion.


" Apa? " seru Dion, merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan Mora.


Sesaat Dion langsung berdiri saat Mora mengatainya, tapi berhasil dicegah oleh Dhan. Dhan mencekal lengan Dion sebelum dia mengejar mereka.


" Apa sih Dhan? Itu cewek seenak jidat ya kalo ngomong " cerca Dion.

__ADS_1


" Sudahlah, cepat habiskan sarapannya. Kita harus masuk kelas juga, kan? " titah Dhan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Siang menjelang sore, masa kuliah pun sudah selesai. Meski masih ada beberapa yang masuk kelas sore, baik Lanlan maupun Mora sudah bersiap untuk pulang.


" Abis ini mau kemana? " tanya Mora.


" Engga kemana-mana, pulang aja kali ya. Cape " ucap Lanlan mendengus karena lelah.


" Tapi, sebelum pulang kita jenguk Gaby dulu deh. Aku takut dia kenapa-napa soalnya " ujar Lanlan mengajak Mora.


" Oh iya, dia tidak masuk ya hari ini " timpal Mora.


" Oke, kita berangkat ke rumah Gaby sekarang " tambahnya lagi.


Sore itu mereka berdua pergi ke rumah Gaby untuk melihat keadaannya, khawatir terjadi sesuatu dengannya.


Ditengah perjalanan, Lanlan mencoba menanyakan perihal Gaby yang terlihat sedih dan kecewa, setelah apa yang Lanlan dan Mora katakan.


" Sebenarnya Gaby itu tinggal sendiri sejak kelas 3 SMP " jelas Mora.


" Tinggal sendiri? Memang orang tuanya pergi kemana? " tanya Lanlan makin penasaran.


" Astaga, kasihan sekali Gaby. Memangnya tidak ada keluarga lain? " Lanlan kembali bertanya.


" Ada, kakek dari pihak ibu. Tapi sejak ibunya meninggal, dia memutuskan untuk hidup mandiri. Sedangkan kakek nenek dari pihak ayah, tidak mau mengakuinya sebagai cucu mereka " jelas Mora lagi.


Mora mulai menceritakan kisah hidup Gaby sejak kembali ke negara ini. Karena sudah sejak TK dia menjadi teman Gaby, kurang lebih tau semua masa lalu sahabatnya itu.


Satu hal yang Mora tidak ceritakan, yaitu tentang bagaimana status ibu Gaby yang sebagai istri kedua ayahnya.


Cukup lama Mora bercerita tentang kisah hidup Gaby didalam mobil, mereka pun sampai didepan sebuah rumah yang berukuran sedang. Memiliki dinding yang berwarna putih, bernuansa sejuk dimana halamannya yang ditumbuhi satu pohon mangga yang cukup besar. Selalu berbuah lebat dikala musim buah tiba, rumah itu adalah rumah yang dulu sempat Gaby dan mamanya tinggali.


Gaby menolak semua kemewahan yang diberikan oleh kakeknya, tetapi dia meminta untuk mengelola cafe milik ibunya. Berharap bisa menjaga dan meneruskan usaha kerja keras ibunya, sebagai ganti kala dia merindukannya.


ting tong... ting tong


Mora memencet bel yang terpasang didekat pintu rumah Gaby, rumah itu memang tidak memiliki pagar. Namun halamannya yang cukup luas bisa dijadikan tempat parkir 1-2 mobil.


Beberapa menit, pintu rumah itu tak kunjung menampakkan sang pemilik rumah. Masih setia dengan diposisinya yang tertutup rapat, tak bercelah.


" Kayaknya dia ngga ada di rumah deh Ra, kita pergi aja deh " ucap Lanlan mengambil keputusan.

__ADS_1


" Engga, dia pasti ada didalam. Tunggu bentar ya " pinta Mora, kemudian sibuk mencari-cari sesuatu di setiap sudut rumah Gaby.


" Kamu nyari apaan sih? " tanya Lanlan bingung dengan kelakuan aneh Mora yang seperti detektif.


" Kunci " jawab Mora singkat, namun tetap fokus dalam mode pencarian.


" Kunci apaan? Ngga mungkin ada lah disitu " anggap Lanlan.


Mora tak memperdulikan ucapan temannya, dia tetap mencari benda yang bisa digunakan untuk membuka pintu.


" Nah, ini dia. Aku tau, pasti masih ada di sekitar sini " seru Mora bangga.


" Kok bisa? " Lanlan terkejut, mendapati kunci rumah Gaby yang diletakkan sembarangan di bawah benda.


" Iya, kadang dia suka lupa taro kunci dimana. Terus aku bilang untuk taro salah satu kunci cadangannya, dibawah keset atau pot bunga atau benda yang jarang dipindah " cerita Mora.


" Oh gitu, pantes kamu langsung acak-acakin semua benda yang ada disini " sindir Lanlan.


" Astaga, kenapa jadi berantakan gini? " Mora terkejut dengan yang dia lakukan di rumah Gaby.


Lanlan hanya tersenyum melihat ekspresi satu temannya, saat seperti itu Mora akan terlihat sangat lucu dan imut.


" Udahlah biarin. Kita masuk aja yuk " ajak Mora, seakan tak merasa bersalah.


Perlahan dibukanya pintu rumah itu, mereka mencari keberadaan si pemilik rumah di segala tempat. Berakhirlah di sebuah ruangan, dimana dijadikannya sebagai tempat beristirahat kala lelah dan kantuk datang.


" By " panggil Mora, ternyata Gaby tengah tertidur diatas tempat tidurnya.


" Dia tidur Ra " ucap Lanlan.


" Iya, kasian. Kita biarin aja deh " Mora kemudian keluar dari kamar Gaby diikuti oleh Lanlan.


Meski terlihat sederhana dari luar, namun didalam rumah peralatan dan perabotan rumah tangganya terbilang lengkap.


Lanlan membuka kulkas, isi kulkas membuatnya terkejut. Untuk seorang gadis yang tinggal sendiri, kulkas itu sangat jauh dari dugaan. Hanya saja isinya berupa makanan siap saji, mulai dari kornet, nugget, ayam potong yang sudah dibumbui dan makanan siap saji lainnya. Namun ada juga beberapa sayur yang bisa dimakan mentah, telur pun tak kalah saing. Beberapa kotak susu yang berukuran sedang, hingga sprite dan cola juga ada.


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


Note : Seberapa sedih, marah dan kecewanya kamu. Rumah adalah satu-satunya tempat yang dapat menghilangkan semua rasa itu.


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


Jangan lupa like-nya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2