Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 43


__ADS_3

" Dhaaan " teriak Dion memanggil.


Tidak ada jeda dari kegiatannya, meski namanya disebut ia tetap fokus dengan buku yang dipegang.


Dengan napas terengah-engah, Dion menghampiri sahabatnya yang tengah duduk di kursi taman.


" Kemarin...hh hh.. katanya... kamu..hh hhh.. "


" Ngomong itu yang jelas, duduk dulu, tarik napas " sela Dhan, sebelum Dion berhasil menyelesaikan ucapan. Tanpa melihat ke arah Dion, Dhan menyodorkan botol berisi air mineral.


" Makasih " balas Dion, mengambil botol tersebut lalu meminumnya hingga air tersisa setengah.


Dion mengikuti apa yang Dhan instruksikan. Menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Setelah benar-benar santai, Dion memulai sesi wawancaranya.


" Aku denger denger, katanya kamu berantem ya kemarin? " tanya Dion.


" Denger dari siapa? " Dhan bertanya balik.


" Ya denger aja, soalnya tadi anak-anak di kantin pada bahas soal kamu " sambung Dion.

__ADS_1


" Anak yang mana? Bahas apa aja? " meski tidak ingin tau, namun rasa penasarannya menyuruh Dhan mengorek informasi. Siapa yang berani menyebarkan berita itu? Sedangkan saat itu keadaan kampus sudah sangat sepi, pikirnya.


" Tadi pas denger di kantin sih, katanya anak baru yang cerita " jawab Dion.


" Anak baru? Erik maksud kamu? " Dhan langsung terfokus pada Erik, karena memang hanya dia anak baru di Kampus Mercusuar.


" Kayaknya sih bukan. Soalnya waktu aku lewat lorong, si Erik juga ikutan tanya kamu berantem sama siapa " ucap Dion, semakin membuat Dhan penasaran.


" Bukan Erik. Emangnya ada maba lain disini? "


" Nah, itu dia. Aku mau nanya soal itu, emangnya kamu berantem sama siapa sih? Terus kenapa bisa berantem, gara-gara apa? Kalo dia mahasiswa sini, pasti ada yang tau dong " Dion memberondong Dhan dengan rentetan pertanyaan.


" Bukan, dia bukan mahasiswa sini. Aku justru penasaran sama mahasiswa baru itu " ucap Dhan.


Semua gadis tampak terpukau. Laki-laki tampan yang baru saja keluar dari ruangan KPK, mampu menyihir semua wanita. Selain Dhan si cuek, Reno si ketua kampus, Dion si pria iseng manis. Rupanya telah hadir laki-laki tampan nan rupawan, yang sanggup menggeser posisi mereka semua.


Erik Sanjaya si mahasiswa baru, meski tampan namun terkenal playboy. Karena ada satu mahasiswa yang mengenalnya, lalu membeberkan sifat keplayboy-annya.


" Wah, siapa lagi tuh? Ganteng banget " ucap mahasiswi terpesona.

__ADS_1


" Iya, kayaknya kampus kita bakal diisi sama cogan-cogan deh " timpal mahasiswi lain.


Melangkah pasti, wajah rupawan itu tersenyum, menyapu semua gadis yang berada disetiap tempat. Semakin meninggalkan kesan, dihati setiap insan.


" Arya " panggil Reno membuntuti.


" Iya Kak " jawab mahasiswa baru yang disebutkan namanya.


" Ini kartu mahasiswa kamu, semoga nyaman belajar di kampus ini " ucap Reno, menyemangati setiap mahasiswa baru.


" Iya Kak Reno, terima kasih banyak " balasnya.


" Sama-sama, kalau begitu saya tinggal dulu ya " sahut Reno.


" Iya Kak, silahkan " balas mahasiswa baru tersenyum ramah.


Sunggingan senyum ramah, mampu menipu semua orang. Tidak akan ada yang tau, apa maksud dibalik senyum ramahnya. Benar memang memiliki sifat murah senyum, atau... ada hal lain?


Arya Sangsangan, laki-laki yang membuat keributan kemarin sore ternyata masuk ke Kampus Mercusuar sebagai mahasiswa baru. Sebelumnya dia sudah menjadi mahasiswa di kampus lain, entah apa alasan yang membuatnya pindah. Tidak disebutkan dalam berkas kepindahannya.

__ADS_1


" Kamu tau, aku pasti akan mengikuti kemana pun kamu pergi " lirihnya.


next....


__ADS_2