Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 24


__ADS_3

" Aku kira beneran couple, ternyata ada orang lain yang dapet warna pink juga " desah Dhan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Esok hari, semua mahasiswa kembali menjalani rutinitas kuliah mereka masing-masing. Persaingan dunia perkuliahan jauh lebih ketat, dibanding dengan masa sekolah sebelumnya.


" Pagi Ra " suara seorang gadis menyapa.


" Eh, pagi Lan. Sendirian? Gaby mana? " tanya Mora balik menyapa Lanlan, sahabatnya.


" Mm, ngga tau. Aku ngga liat dia tadi, belum dateng deh kayaknya " jawab Lanlan, celingukan mencari sosok yang mereka bicarakan tapi tak menemukannya.


" Oke deh, bentar lagi juga dateng. Temenin aku ke Kantin dulu yuk " ajak Mora menarik lengan Lanlan.


Lanlan tak sempat menjawab, karena dirinya sudah lebih dulu ditarik oleh Mora menuju Kantin Kampus.


" Ra, kamu masuk duluan ya nanti aku nyusul " titah Lanlan. Saat akan memasuki kantin, manik matanya menangkap sosok yang ia kenal.


" Kamu mau kemana Lan? " tanya Mora.


" Aku ada urusan bentar, nanti aku langsung nyusul. Yah, bentar doang kok " bujuk Lanlan.


" Oke deh, tapi jangan lama lama loh ya " balas Mora mengizinkan.


" Iya, bawel " jawab Lanlan mengulas senyum.


Mora masuk kedalam Kantin, sedangkan Lanlan memastikan sosok yang dikenalnya tadi benar orang yang ia kenal.


" Loh, kok ngga ada. Kayaknya tadi disini, kemana mereka pergi? " ucapnya lirih, setelah sampai ditempat dimana dia melihat sosok yang dikenalnya.


Lanlan masih mencari ke segala sudut, siapa tau mereka belum pergi jauh. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Mengapa dia menemuinya sendiri? batinnya.

__ADS_1


Beberapa menit mencari tidak menemukan hasil, Lanlan baru saja berniat akan kembali ke Kantin. Tapi saat melewati kelas kosong, telinganya menangkap suara yang juga dikenalnya.


Dia mendekat ke arah kelas kosong itu, mencoba melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka. Memang benar, sosok itu adalah dua orang yang sangat ia kenal.


" Apa yang kamu katakan? Semua itu hanyalah kecelakaan semata " ucap si gadis, terdengar tidak suka dengan apa yang pria itu katakan.


" Kecelakaan kamu bilang, apa kamu masih tidak mau mengakui kalau penyebab semua itu adalah Viona, hah? " teriak sang pria.


" Jangan memanggil Ibuku hanya dengan nama, dia juga Ibu kamu " suara si gadis tak kalah keras dengan si pria.


Mereka terdengar beradu argumen, entah apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat mereka terlibat percekcokan.


" Ibuku kamu bilang? Kamu ingat ya, kedatangan kalian menghancurkan kebahagian keluargaku " ucap sang pria, marah.


" Kamu dengar baik baik, jangan pernah lagi kamu membahas hal ini dan jangan pernah muncul di hadapanku apalagi berbicara denganku. Ingat itu " ancam sang pria.


" Sampai kapan kamu akan terus seperti ini? Meski kamu tidak menyukainya, kita tetaplah saudara " ucap si gadis.


Pria tadi sudah tak berniat melanjutkan perdebatan, dia berjalan menuju pintu.


" Lalu, kenapa dia tidak mau memanggil Ibunya dengan sebutan Ibu? Apa yang terjadi dalam keluarga mereka? " berbagai pertanyaan terus muncul dalam pikirannya.


Lanlan tidak menyadari saat sang pria menuju ke arahnya, dia terlalu hanyut dalam pikirannya sendiri. Apa yang didengarnya terlalu mengejutkan, semua yang ia dengar sangat sulit untuk dipercaya.


" Kamu " ucap sang pria saat akan membuka pintu.


" Sedang apa kamu disini? " bentaknya pada Lanlan.


Gadis yang turut dalam perdebatan tadi mendengar sang pria membentak seseorang. Dia pun menuju pintu, penasaran juga siapa orang yang sedang pria itu marahi.


" Aku.. aku ngga denger apa apa kok " jawab Lanlan terlihat sangat gugup dan takut.

__ADS_1


" Aku tanya, kamu ngapain ada disini? " ada penekanan dalam nada bicara sang pria.


" Lanlan " ucap gadis debat tadi menyebut namanya.


" Gaby " jawab Lanlan dengan menyebut nama si gadis debat.


Ternyata gadis yang sempat beradu tadi adalah Gaby, sahabat Lanlan. Perasaan takut yang Lanlan rasakan, bentakan serta pertanyaan yang terdengar menginterogasi itu perlahan memudar setelah melihat Gaby.


" Kok kamu ada disini, Lan? " Gaby juga menanyakan hal yang sama dengan pria tadi.


" Aku nyariin kamu, terus pas lewat sini ngga sengaja denger kalian berantem. Mau manggil tapi ngga enak " jelas Lanlan.


" Ada apa? " tanya Gaby lanjut.


" Ngga ada apa apa kok, Mora tadi nyariin kamu terus waktu mau masuk Kantin aku kayak liat kamu. Makanya aku samperin " jelas Lanlan lagi.


" Ya udah, dimana Mora? Kita susul dia aja ya " ucap Gaby.


" Dia ada di Kantin " jawab Lanlan.


Gaby menarik tangan Lanlan, segera mengajak dia pergi sebelum pria itu kembali marah.


" Tunggu " baru saja geser satu langkah, Lanlan dan Gaby dihentikan dengan nada marah.


" Apalagi? tanya Lanlan sinis.


" Aku minta apapun yang kamu dengar tadi, jangan pernah menceritakannya pada orang lain " pinta sang pria.


" Iya aku tau itu kok " jawab Lanlan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

__ADS_1


Siapa sih pria yang sempat cekcok dengan Gaby? Selanjutnya, kira-kira Lanlan bakal nanyain masalah yang ia dengar tidak ya? Atau Gaby bakal cerita sendiri semua masalahnya sama Lanlan?


next episode 👍 makasih 🙏


__ADS_2