
Suasana kampus menjadi lebih ramai dari biasanya. Bukan karena kegiatan kampus atau semacamnya, melainkan dua berita heboh yang menggemparkan. Salah satunya adalah berita tentang duet maut antara calon vs mantan.
Entah siapa si pembuat judul berita. Membuat semua bertanya-bertanya. Meski tau salah satu orang dalam berita tersebut adalah laki-laki bergelar cuek, semua masih belum tau siapa rivalnya. Tanda tanya besar belum terpecahkan, siapa yang dimaksud calon dan siapa mantan.
Setiap gadis merasa dirinya adalah orang yang menjadi akar perebutan. Tak peduli meski menuai banyak kecaman.
" Lan " salah satu sahabatnya menghampiri.
" Mora, ada apa? " balas Lanlan.
" Kamu ini ya, emangnya harus ada apa dulu ya kalo Mora samperin kamu " gerutunya.
" Ya enggak sih. Kamu sendiri? Mana Putri? " ucap Lanlan mengalihkan.
" Putri? Ngga tau, belum dateng kayaknya " jawab Mora mengangkat bahu tanda tak tau.
" O iya, kamu udah denger belum berita terhot dan terbaru sekarang? " sambung Mora.
" Berita apa? Kita ini kuliah, bukan wartawan pencari rupiah " sahut Lanlan.
" Astaga Lanlan, iya kuliah sih kuliah. Tapi jangan kudet gitu kenapa "
" Jadi? "
" Jadi, beritanya itu soal Dhan " jelas Mora.
__ADS_1
" Soal? "
" Dhan, temennya Dion. Orang yang satu tim sama kita kemarin " ulang Mora menjabarkan.
Yang awalnya cuek dan masa bodoh dengan berita apapun yang tersebar di kampus, menjadi lebih serius dan penasaran. Pandangan yang semula tertuju pada tumpukan kertas, dalam sekejap terhempas.
" Ada berita apa soal Dhan? " tanya Lanlan khawatir.
Rasa khawatir itu bukan tanpa alasan. kejadian kemarin membuat lanlan berpikir. Antara Arya yang kembali membuat ulah, atau dua kurcaci kembar yang menambah masalah.
Setelah tragedi sore itu, dua adik kembarnya memang datang menjemput. Namun, Lanlan tidak melihat Dhan lagi setelahnya. Suasana sore kemarin sangatlah gelap dan hujan lebat tak terelakkan.
" Cie cie,, perasaan dari tadi Mora ajakin ngobrol anteng-anteng aja ngerjain tugas. Kenapa giliran bahas Dhan langsung kek khawatir gitu, sih? Ada apa hayooo " goda Mora.
" Ngga ada apa-apa kok. Udah cepetan kasih tau beritanya apa? " paksa Lanlan.
" Jadi ngga mau kasih tau? Kalo gitu ngapain kamu bahas " ucap Lanlan menunjukkan wajah kesal.
" Iya, oke deh aku kasih tau. Beritanya itu bahas Dhan berantem sama rivalnya, terus.... "
" Rival gimana maksudnya? " potong Lanlan.
" Bentar dulu, belum selesai ini ceritanya. "
" Iya, ya udah lanjutin " ucap Lanlan bersabar.
__ADS_1
" Jadi judulnya beritanya, duel maut antara calon vs mantan... Nah, yang orang bingung itu siapa yang calon, siapa yang mantan. Terus cewek yang mereka berdua perebutin belum ketahuan siapa orangnya " jelas Mora.
" Dhan berantem? Calon vs mantan? Siapa cewek... astaga " Lanlan tersentak dalam ucapan yang dia gumamkan sendiri. Segera berlari meninggalkan Mora dengan semua buku-buku tugasnya.
" Dhan, jangan-jangan yang mereka maksud itu Arya. Gimana bisa muncul berita seperti itu? Apa mungkin ada orang yang sengaja menyebarkannya? Untuk apa? "
Lanlan berlari, berusaha mencari dimana keberadaannya. Berharap tidak ada lagi yang menjadi korban setelah dirinya.
" Dhan, kamu dimana? "
" Lan " suara familiar memanggil namanya.
Saat Lanlan tengah berjongkok untuk istirahat karena lelah berlari, suara yang terdengar familiar cukup melegakan.
" Dhan " sebut Lanlan.
" Kamu.. kamu ngga apa-apa kan? " nada khawatir Lanlan terdengar jelas, meski disebutkan dengan suara terengah-engah.
" Aku? Ngga apa-apa " jawab Dhan dalam kebingungan.
" Syukurlah "
" Kamu terlihat khawatir, jangan-jangan kamu suka ya sama Dhan? " celetuk Dion, dia memang berada disana bersama Dhan sejak tadi. Hanya saja Lanlan tidak melihatnya.
" Aku? Emm... aku... "
__ADS_1
next.....