Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 39


__ADS_3

" Put " panggil temannya yang lain.


" Lan, kamu udah bangun? " balas Putri.


" Iya, ada apa sih kok ribut-ribut? " tanyanya.


" Ngga ada apa-apa kok " jawab Putri, melihat ke arah dua pria yang membuatnya terbangun.


" Lan, ambil ini " ucap Dhan, memberikan sebotol minuman bersama cemilan yang baru saja Dion beli.


Lanlan menerima pemberian Dhan, lalu mengucap terima kasih diiringi senyum. Dhan juga memberikan hal yang sama pada Putri, saudarinya. Sedangkan satu lagi ia minum dan makan sendiri.


" Loh, Dhan. Kok yang satu malah kamu minum sendiri? " tanya Dion. Bukannya memberikan pada Mora, malah Dhan minum sendiri.


" Karena ini punyaku " jawab Dhan.


" Bukan buat Mora? "


" Bukan " jawab Dhan lagi.


" Terus dia gimana? Masa yang lain makan, dia ngga makan " ucap Dion.


" Kamu lah yang beliin " sahut Dhan.


" Kok aku? "


" Udah deh, kenapa jadi ribut sih " lerai Putri.


" Iya lah, siapa lagi " tegas Dhan, berlalu keluar ruangan.


" Loh Dhan, kamu mau kemana? " tanya Putri pada saudaranya, namun tak mendapat jawaban.


Lanlan, Putri serta Dion saling melempar pandang.


" Udah lah, aku mau ke toilet dulu. Kamu ikut ngga Lan? " tawar Putri.


" Boleh, sekalian mau cuci muka deh " sahut Lanlan mengiyakan ajakan Putri.


" Loh, kok pada pergi. Terus itu anak ngga dibangunin apa? " tunjuk Dion pada Mora yang masih terlelap tidur di tempatnya.

__ADS_1


" Tolong jagain ya " pinta Lanlan.


Lanlan dan Putri meninggalkan Mora yang masih terlelap, berharap tidak akan kena marah karena tidak membangunkannya.


¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤


" Sore Tante " sapa Putri pada Tasya setelah pulang kuliah.


" Sore Putri, udah pulang " sapa Tasya balik.


" Iya Tan. Tante sendirian di rumah? Om Rasya mana, belum pulang? " tanya Putri, duduk disebelah Tasya di ruang tengah.


Sore itu, awan terlihat lebih gelap dari biasanya.Sepertinya, hujan deras akan mengguyur Kota Jaya Tumbler. Ditemani secangkir teh manis hangat dan sepiring biskuit kelapa. Suasana dinginnya angin berhembus, sedikit terhempaskan.


" Iya, untung kamu udah pulang. Dhan mana? " tanya Tasya, setelah menyeruput manis hangatnya air minum beraroma teh hijau.


" Ngga tau, Tan. Tadi di kampus ngga ada, kirain udah pulang. Makanya aku langsung pulang " jelas Putri.


" Kalo Om Rasya, kok tumben belum pulang. Biasanya jam segini udah ada di rumah " ucap Putri.


" Katanya mau ada meeting penting di luar kantor, paling ntar agak maleman pulangnya " jelas Tasya mengatakan keterlambatan suaminya.


" Boleh dong, Putri mau tanya apa? "


" Sebenernya bukan nanya sih, tapi minta sarannya Tante " tuturnya.


" Saran buat? "


" Buat Dhan, Tante "


" Dhan? Memangnya dia kenapa? " Tasya mulai penasaran, apalagi ini menyangkut keponakan laki-lakinya.


Putri pun mulai menceritakan kisah Dhan. Bahwa dia yang menyukai Lanlan, bagaimana sikapnya, serta bagaimana dia memperlakukan sahabat Putri.


Saran, supaya Putri tau bahwa saudara dan sahabatnya itu memiliki ketertarikan satu sama lain.


Saran, supaya Putri bisa membuat keduanya saling mengungkapkan perasaan masing-masing.


Saran, supaya Putri bisa membuat sahabat dan saudaranya segera jadian.

__ADS_1


Respon yang Tasya berikan membuat Putri terkejut. Bukannya memberikan saran, Tasya justru mentertawakan apa yang Putri ceritakan.


" Kok Tante Sasa ketawa sih? Emangnya ada yang lucu ya sama cerita Putri? " tuturnya.


" Maaf, Tante itu ngetawain sikapnya Dhan sama temen kamu itu. Tante jadi pengin liat deh, penasaran sama ekpresinya Dhan " ungkap Tasya, masih dengan senyum yang terlukis di wajahnya.


" Maksud Tante? "


" Ya kamu bayangin aja ya, seorang Putra Dhan Pramana bisa bersikap seperti itu. Secara dari lahir, dia itu terlalu cuek dengan segala hal. Sampai sekarang aja Tante masih bingung, sifat cueknya itu dia dapat darimana. Soalnya Mas Rafa sama Mba Resha, orang tua kalian tidak ada yang punya sifat itu. " jelas Tasya. Mengingat kembali memori, bagaimana dia bisa menjadi bagian dari keluarga Resha.


Teringat masa lalu, mambuat Tasya berkaca-kaca. Semua kenangan masa lalunya, terasa sangat indah kala bersama keluarga barunya.


" Andai Mba Resha masih ada, dia pasti sangat bahagia bisa mempunyai putra putri seperti kalian. Tante kangen sama Ibu kamu, Putri " ungkapnya, saat tetes airmata membasahi pipi.


Meski Putri tidak tau sosok Ibunya seperti apa, tapi mendengar cerita Tasya dia tau bahwa Ibunya adalah tipe orang yang disayangi oleh semua orang.


Putri memeluk Tasya, ada perasaan tersendiri saat dia memeluk tantenya. Dia merasa sangat dekat dan sayang kepadanya. Tanpa terasa, rasa sedih yang Tasya alami menyalur hingga menjatuhkan bulir air yang sudah lama tidak dialaminya.


" Tante sabar ya, aku yakin Mama sama Papa udah bahagia disana. Mereka pasti melihat gimana kerasnya usaha Tante sama Om buat nemuin Putri. Makasih banyak Tante, Putri sayang sama Tante Sasa " ungkapnya tulus.


" Iya, makasih Putri. Tante juga sayang sama kalian berdua " balas Tasya.


Dalam buai hangatnya pelukan, Netra menangkap sosok pria yang sedang berdiri memperhatikan. Sontak Putri melepas pelukan, menatap sosok yang membuatnya lepas dalam buaian.


" Dhan " lirihnya.


Tasya segera beralih menuju tokoh dalam ucapan. Dua wanita yang baru saja terlepas dari buai pelukan itu, tampak terkejut saat melihat sosok yang sangat mereka kenal dalam kondisi basah kuyup.


Hujan memang telah turun. Derasnya rintik air yang jatuh, sanggup membuat makhluk hidup bak dalam lautan. Basah tanpa celah. Kuyup bak putri malu yang terkatup. Lempes menjadi satu, menghimpit badan saling beradu.


" Kenapa kamu main hujan, Dhan? " ucap Tasya, berlari menghampiri.


" Dhan, wajah kamu? Kenapa seperti ini? " lanjutnya.


Tasya melihat wajah tampan bak artis korea, terlihat sangat menyedihkan. Banyak luka memar disana. Apa yang terjadi sepulang Putri dari kampus? Kejadian apa yang Dhan alami hingga keadaannya seperti itu?


tunggu episode berikutnya...


😊 Selamat membaca, pecinta novel halu. Bantu dukung author satu ini ya. Setiap like, komentar dan rate kalian sangat berarti untuk kemajuan author. Makanya, jangan ragu untuk memberikan gift serta vote-nya ya 😊 terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2