Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 52


__ADS_3

Meskipun Arya mengikuti Lanlan sampai ke Kampus Mercusuar, bahkan dia mendaftar menjadi mahasiswa baru di kampus tersebut. Tapi, tidak ada tindakan mencurigakan yang Arya lakukan selama disana.


Lanlan tidak lagi merasa risih dengan keberadaan Arya, sejak dia menceritakan semua kisah masa lalunya kepada Dhan. Mungkin suatu kelegaan saat sebuah cerita kelam diungkapkan. Meski Dhan dan teman lainnya hanya bisa mendengarkan kisahnya, tapi semua itu membawa semangat bagi Lanlan sendiri. Dia merasa bahwa dia tidak lagi sendirian. Ada teman dan sahabatnya, yang akan selalu ada untuk Lanlan.


" Lan, selamat pagi " sapa Putri.


" Putri? Pagi juga " Lanlan menjawab sapa dengan tersenyum.


Sebenarnya, Putri datang lebih awal karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Kejadian semalam membuatnya berfikir ratusan kali. Seseorang yang memiliki kehidupan sederhana seperti Arya, tidak mungkin melakukan hal seperti itu.


Oleh karenanya, Putri datang untuk menanyakan beberapa hal yang mungkin Lanlan ketahui.


" Lan.... " ada penggantungan nada setelah panggilan Putri.


" Iya, ada ada? " Lanlan belum menangkap ekspresi bimbang sahabatnya itu. Putri bingung harus menanyakannya atau tidak. Tapi, kalau tidak dia tanyakan pasti semakin membuatnya penasaran.


" Begini, Lan. Aku mau tanya... mm... itu Lan " tutur Putri terbata.


" Ada apa, Putri? Kamu mau tanya apa? Udah, ngomong aja ngga apa-apa kok " ucap Putri.


" Ini, Lan. Aku mau tanya soal, Arya " terang Putri.


" Ar-Arya? Kenapa dia? " tanya Lanlan.


" Apa dia punya seorang kakek? " jujur Putri.

__ADS_1


" Kakek? " ulang Lanlan, lalu menggeleng kemudian.


" Kamu ngga tau atau... dia ngga punya? " selidik Putri.


" Enggak, Aku ngga tau apapun soal dia " jawab Lanlan.


" Maksud kamu? " tanya Putri sedikit bingung.


" Iya, jangankan kakeknya. Orang tuanya saja aku ngga tau, aku belum pernah pergi ke rumah Arya " jelas Putri.


" Apa? Maaf, bukannya kalian dulu sempet temenan, ya? " Putri terus menyelidik dan bertanya lebih detail.


Semburat perasaan aneh tergambar di wajah Lanlan. Mungkin, dia merasa ada yang salah dengan sikap Putri hari ini. Bagaimana tidak, Putri tiba-tiba saja menanyakan tentang keluarga Arya, yang Lanlan sendiri saja tidak tau.


" Maaf, Lan. Bukan maksud aku menginterogasi atau gimana, aku cuma merasa ada yang aneh dengan sikap Arya sama kamu dulu " terang Putri.


" Kemarin aku melihat Arya bersama seorang kakek-kakek. Kakek itu memanggil Arya dengan sebutan cucuku, begitu juga dengan Arya. Makanya aku tanya sama kamu sekarang, apa dia punya kakek? " jujur Putri, meski tak sepenuhnya jujur.


" Maaf, Putri. Kalo masalah itu aku juga ngga tau, kenapa ngga langsung kamu tanyain aja sama dia? " saran Lanlan.


" Hee.. kalo itu, aku juga ngga yakin dia bakal jawab apa enggak " balas Putri.


Saat penuturan terakhir Putri, maniknya menangkap seseorang yang tengah menjadi bahan obrolan mereka. Arya, laki-laki itu berjalan tidak jauh dari tempatnya melakukan interogasi saat ini.


Bergegas Putri membuat alasan pada Lanlan, untuk pergi menyusul laki-laki itu.

__ADS_1


Perlahan, bukan menyusul untuk bertanya sesuai saran dari Lanlan. Melainkan, kembali mengikuti Arya seperti yang dilakukannya kemarin sore.


" Aduh " rintih Putri. Fokus pandangannya hanya tertuju pada satu objek, hingga ia tidak sadar ada seseorang didepannya.


" Gimana sih, jalan liat-liat dong " seru seseorang yang Putri tabrak tadi.


" Maaf maaf, aku ngga sengaja. Maaf ya " hanya beberapa detik fokusnya teralihkan, Putri telah kehilangan jejak Arya.


" Aduh, s*al. Kemana dia pergi? Cepat sekali jalannya " ucap Putri merutuk.


Putri mencoba mencari Arya disekitar, namun hasilnya nihil. Tengok sana tengok sini, sosok objeknya tak juga tertangkap inderanya.


" Cari saya? " pertanyaan tebakan Arya tidak salah lagi.


Putri hanya bisa mencari alasan lain, jangan sampai penyelidikannya gagal karena dia sudah ketahuan.


" Enggak, siapa yang nyariin kamu " elak Putri.


" Jangan bohong, saya tau kamu terus mengikuti sejak saya lewat tadi " terang Arya.


" Kenapa Arya bisa tau? Apa gerakanku terlalu mencolok? " batinnya.


" Jawab, untuk apa kamu mengikuti saya? Apa ini menyangkut Aya? " tebaknya selalu benar.


Bagaimana Arya bisa tau kalau Putri mengikutinya? Apakah Arya mulai curiga kalau Putri tengah menyelidi kehidupannya, dimana semua itu berhubungan dengan masa lalu Lanlan? Akankah Putri jujur dan bertanya langsung pada Arya, atau dia terus dalam mode penyelidikan?

__ADS_1


next...


__ADS_2