Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 51


__ADS_3

" Ehem " dehem Putri, berusaha membuyarkan lamunan Arya.


" Kenapa bengong? Aku kan lagi nanya, kenapa ngga dijawab? " sindir Putri.


" Tidak ada alasan " jawab Arya. Dia segera beranjak dari tempatnya duduk, namun berhasil dicegah Putri sebelum dia benar-benar pergi.


" Aku tanya baik-baik, kenapa takut gitu? " terang Putri. Dia melihat gambaran rasa takut dari raut wajah Arya.


" Tidak ada yang aku takuti " tegas Arya. Dia tetap berada disana dengan tangan yang masih dicekal Putri.


" Lalu? Kenapa ngga jujur? " Putri semakin berani melontarkan kata-kata yang seharusnya tidak ia katakan.


" Apa urusan kamu aku jujur apa tidak " elak Arya. Melepas pegangan jari jemari Putri, yang melingkar di pergelangan tangannya.


Arya berhasil kabur. Putri dan Mora masih bingung dengan sikap Arya yang terlihat berubah secara tiba-tiba.


" Kenapa dia kelihatan takut? Pasti ada yang dia sembunyikan " batin Putri.


" Putri, Mora " panggil seseorang.


Tanda tanya besar masih bergemul dalam pikiran Putri. Meski sikap Arya yang terlihat kasar, tapi dia yakin semua itu pasti ada alasannya.

__ADS_1


" Putri " panggil kedua sahabatnya.


" Ya? " jawaban kaget Putri membuat Lanlan dan Mora tertawa.


" Kenapa kalian ketawa? " tanya Putri bingung.


" Enggak, kita ngga apa-apa kok " jawab Lanlan.


Dua sahabat Putri menggandeng lengan Putri di kanan dan kiri. Mereka mengajak Putri untuk masuk kedalam ruang kelas.


¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤


Sepulang kuliah, Putri tidak langsung pergi ke parkiran untuk pulang ke rumah bersama Dhan. Dia justru mengikuti seorang laki-laki yang sejak tadi menjadi incarannya. Dalam situasi menunggu, Putri mengirim pesan kepada saudaranya untuk pulang lebih dulu.


Beruntungnya, bis berhenti cukup lama. Hingga Putri menyadari bahwa targetnya telah keluar dari bis.


Berjalan, mereka berjalan cukup jauh. Masuk kedalam gang, belok, masuk gang lagi yang sedikit sempit. Disanalah laki-laki yang menjadi target Putri, berhenti. Dia berhenti di sebuah rumah yang sangat sederhana. Mengetuk pintu, lalu muncullah seorang kakek yang membuka pintu.


" Kakek " seru laki-laki itu.


" Cucu kakek sudah pulang, ayo masuk. Ganti baju, terus makan " balas kakek-kakek tadi.

__ADS_1


Putri semakin bingung dengan apa yang dilihatnya. Mengapa laki-laki itu tinggal di tempat seperti ini? Dengan seorang kakek yang usianya tidak lagi muda.


Menunggu hampir 30 menit, kedua laki-laki yang tinggal di rumah sederhana itu keluar. Hampir saja Putri ketiduran karena menunggu lama, kalau saja Lanlan tidak mengiriminya pesan mungkin dia sudah pergi ke alam mimpi.


" Aya, kakek tidak bisa terus menemani kamu. Kamu harus hidup mandiri dan bekerja lebih keras sendiri " pesan sang kakek. Saat ini mereka tengah dalam perjalan, entah kemana mereka akan pergi. Putri terus mengikutinya.


" Kakek jangan bicara seperti itu, kakek akan terus menemani Arya bahkan sampai Arya punya istri dan anak " balas sang cucu.


Laki-laki yang Putri ikuti sejak dari kampus ternyata adalah Arya Sangsangan. Tekad Putri adalah, dia harus mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang ia ajukan sendiri pada Arya. Semakin Putri bertanya banyak hal, semakin mengakar lebih banyak pula pertanyaan dalam benaknya.


" Maafkan kakek, semua ini adalah kesalahan kakek " ucapnya.


" Kakek tidak perlu meminta maaf, itu semua bukan salah kakek " balas Arya.


Mereka berhenti sejenak di sebuah tempat pinggir jalan, lalu duduk di kursi yang berada disana.


" Tidak. Seandainya kakek dulu tidak berkata seperti itu, hidup kamu tidak akan menderita seperti ini " ungkap beliau dengan perasaan bersalah.


" Sudah, Kek. Arya bahagia kok hidup seperti ini, asalkan kakek tetap bersama Arya selamanya " tulusnya.


Perkataan apa yang kakek Arya katakan di masa lalu? Mengapa sang kakek bisa membuat hidup cucunya menderita? Lalu, apa yang akan Putri lakukan setelah mengetahui kebenaran tersebut?

__ADS_1


next episode....


__ADS_2