Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 40


__ADS_3

" Apa yang terjadi, Dhan? Masalah apa hingga buat kamu kayak gini? " cerocos Putri.


Beberapa detik tak ada suara, Dhan tak bergeming sedikit pun. Dia hanya memandang jauh seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Dhan " seru Putri mengejutkan.


" Apa sih? " tanya Dhan tak berdosa.


" Kamu ngga ada niatan jawab, nih? Ngga sama aku bahkan Tante Sasa? " sudut Putri.


" Aku mandi dulu " ucap Dhan pamit, berlalu memasuki kamar.


Dua orang wanita yang khawatir akan kondisi Dhan, hanya menatap heran melihat Dhan masuk kedalam kamar. Meski sangat penasaran, baik Putri maupun Tasya membiarkan Dhan untuk membersihkan diri karena bisa menyebabkan masuk angin.


¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤


Meski sudah masuk kedalam kamar, Dhan tidak langsung mandi. Dia duduk di sudut tempat tidur. Memikirkan hal yang baru saja terjadi.


Sesaat kelas selesai, Dhan berniat untuk segera pulang. Namun, pemandangan yang dia lewati menampilkan sosok yang tidak asing baginya.


" Lanlan " serunya memanggil.


" Dhan " lirih Lanlan.


" Siapa dia? Sepertinya kamu mempunyai korban baru setelah aku, ya " ucap seorang pria yang tampak asing, sepertinya dia bukan mahasiswa Mercusuar.


Lanlan meronta, dalam cengkeraman kencang, tangan halus itu berusaha melepaskan dirinya.

__ADS_1


Pria dari masa lalu kelam Lanlan, kini hadir kembali ke hadapannya.


Arya Sangsangan. Pria yang menjadi penyebab trauma Lanlan, entah bagaimana bisa sampai di Kampus Mercusuar.


" Apa yang kamu lakukan? Pria sejati ngga akan menyakiti seorang wanita " ucap Dhan.


" Pria sejati kamu bilang? Justru pria sejati tidak akan pernah ikut campur urusan orang lain " balas Arya.


" Aku ngga akan ikut campur, seandainya kamu ngga sakitin dia " tunjuk Dhan pada Lanlan. Dia masih meringis kesakitan, akibat cengkeraman kencang Arya.


" Arya, lepasin aku. Apa mau kamu sebenarnya? " ucap Lanlan.


" Yang aku mau, kamu kembali menjadi jelek seperti dulu " jelas Arya. Permintaannya jelas sangat aneh.


" Apa maksud kamu? " tanya Dhan.


" Dasar wanita tidak tau diuntung, tidak tau malu " cerca Arya seraya menarik rambut Lanlan.


Detik kemudian, terjadilah perkelahian sengit antara Dhan juga Arya. Tangan mengepal melayangkan tinju, saling hindar dan saling balas membalas. Tak ada seorang pun dapat melerai, suasana kampus kala itu sudah mulai senja. Sinar mentari pun tak lagi menunjukkan eksistensinya.


Suara lerai gadis yang menjadi topik perkelahian, tak mampu menghentikan. Hingga entah bagaimana, menjadi korban kepalan tangan. Merintih merasakan sakit, perut serasa melilit.


" Lan " teriakan Dhan, memekikkan telinga.


" Kamu ngga apa-apa? Mana yang sakit? " tanya Dhan khawatir.


" Perutku, perutku sakit banget " rintih Lanlan.

__ADS_1


Mendapat jawaban seperti itu membuat Dhan geram dan kembali emosi. Dia hampiri Arya, lalu memukulinya tanpa ampun. Hingga Arya jatuh tersungkur dan tidak sanggup lagi untuk berdiri.


" Dhan " panggil Lanlan, mencegah serangan membabi buta Dhan pada Arya.


" Sekali lagi kamu gangguin dia, aku bakal kasih pelajaran yang lebih dari ini " ancam Dhan.


Dhan berniat membawa Lanlan ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan mencari taksi, tiba-tiba saja dua anak laki-laki menghampiri.


" Kak Aya " seru anak laki-laki yang memakai kemeja kotak berwarna merah, Ata.


" Kakak kenapa Kak? " timpal anak laki-laki yang juga memakai kemeja kotak, namun berwarna biru, Ari.


" Kalian siapa? " ucap Dhan.


" Kamu yang siapa? Berani kamu sakitin Kak Aya, bakal berhadapan sama aku " balas Ata.


" Ata, udah ya. Mending sekarang kita bawa Kak Aya pulang dulu " titah Ari.


Ata dan Ari akhirnya membawa Lanlan pulang ke rumah. Meninggalkan Dhan berdiri seorang diri tak jauh dari kampus.


" Arya, Ata. Siapa mereka semua? Apa hubungan dua anak lelaki tadi dengan Lanlan? Mereka juga memanggilnya Aya " lirih Dhan, berjalan dalam kebingungan dan rasa penasaran. Bergelut dalam rasa, tanpa terasa hujan deras tiba-tiba turun tanpa aba-aba.


¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤


" Lanlan. Masa lalu apa yang kamu miliki? Siapa laki-laki tadi? " batin Dhan berkecamuk.


next...

__ADS_1


__ADS_2