
Hari berikutnya setelah Putri menemui kakek Arya. Dia menarik Lanlan untuk berbicara penting dengannya, saat dia bersama dengan Dhan dan juga Dion.
" Putri " sapa Lanlan, melihat Putri berjalan kearahnya.
" Dhan, aku pinjam Lanlan sebentar ya " izin Putri pada saudaranya.
" Putri tunggu, ada apa ini? " tanya Lanlan bingung, saat Putri menarik tangannya tiba-tiba.
" Ada yang mau aku bicarain sama kamu, penting " terang Putri.
" Putri, lepaskan dulu tangan Lanlan " titah Dhan.
" Hal penting apa sampe kamu narik tangan dia kayak gitu? " tanya Dhan kemudian.
" Pokoknya ini penting, pentiiiiing banget " ucap Putri.
" Katakan saja disini, bukan lagi bicarain aku, kan? " pinta Dhan.
" Bukan, kok. Tapi.... tapi ini.. " jawab Putri terbata-bata, dia bingung harus menjawab jujur pertanyaan saudaranya itu atau tidak.
" Katakan saja " titah Dhan lagi.
" Iya, Putri. Hal penting apa sih? " sudut Lanlan.
" Tau, tumben banget kayak orang kebakaran jenggot gitu. Panik kenapa, sih? " Dion tak kalah menginterogasi saudara sahabatnya itu.
" Oke, aku bicarain disini. Ini soal Arya " ucap Putri berterus terang.
__ADS_1
" Arya? " ulang Dhan, Lanlan dan juga Dion kompak.
Belum sempat Putri membuka suara, sang topik kembali hadir ditengah-tengah mereka. Kejadian ini membuat Putri bingung, dia harus mengatakannya sekarang atau tidak.
" Ngomongin saya? " tebak Arya, sukses mengejutkan mereka semua.
" Kenapa sih, kalian itu tidak bosan-bosan ngomongin orang dibelakang. Apa? Apa yang mau kamu omongin, Putri? " cerocos Arya.
Putri hanya diam saat ditanyai seperti itu oleh Arya. Dia bingung harus mulai darimana.
" Untuk apa kemarin kamu ke rumah saya? " sambung Arya, perkataannya kali ini membuat pandangan Lanlan, Dhan serta Dion mengarah bersamaan pada Putri.
" Put " sebut Lanlan.
Tatapan tajam Dhan, seakan mencari jawaban atas pertanyaannya mengenai Putri yang ke rumah Arya itu.
" Aku hanya penasaran, kenapa dulu kamu lakuin hal itu sama Lanlan " jawab Putri, tenang.
" Ternyata benar dugaanku, sejak kemarin kamu mendekatiku, berpura-pura menjadi teman hanya untuk mencari alasan itu. Untuk apa, hah? " bentak Arya.
" Arya " seru Dhan tak kalah tinggi suaranya.
" Heuh, kenapa? Mau sok jadi jagoan? " tantang Arya.
" Stop " cegah Lanlan.
" Apa sih yang mau kamu cari tau, Putri? Untuk apa kamu lakuin itu? " tanya Lanlan meminta penjelasan atas tindakan Putri.
__ADS_1
" Aku minta maaf, Lan. Tapi aku lakuin ini semua demi kamu " ucap Putri.
" Lalu apa? Apa yang kamu dapatkan? "
" Orang itu punya alasan, kenapa sikapnya berubah sejak kamu ungkapin perasaan " tunjuk Putri pada Arya.
deg.
" Apa maksud dari perkataannya? Apa saja yang sudah dia ketahui? Kakek, apa semuanya sudah kakek ceritakan? " batin Arya.
" Maksud kamu? " tanya Lanlan. Dhan serta Dion masih menyimak setiap perkataan yang Putri ucapkan.
" Dia ngga bisa punya orang yang menyukai atau memiliki perasaan kepadanya " jelas Putri.
Arya hanya diam mematung, saat rahasia yang selama ini dia simpan mulai terbongkar.
" Apa maksud kamu, Putri? Katakan dengan jelas " sudut Lanlan.
" Ya, biar aku ceritakan dari awal " jawab Putri.
" Aya, kamu tidak boleh tau alasannya. Aku tidak ingin kamu mengetahui semuanya " batin Arya.
" Cukup, hentikan semua omong kosong kalian " bentak Arya. Dia hendak menghampiri Putri, namun Dhan berhasil mencekalnya. Entah apa yang akan Arya lakukan pada Putri, tapi Dhan tidak bisa membiarkan Arya bertindak sesuka hati.
" Lanjutkan, Putri " pinta Dhan. Kini Arya berada dalam pengawasan Dhan juga Dion.
Kira-kira apa alasan Arya sebenarnya? Mengapa dia tidak boleh memiliki orang yang menyukai dirinya? Berhasilkah Putri mengungkap kebenaran tersebut?
__ADS_1
next episode...