Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 34


__ADS_3

" Apa? uhuk... uhuk... " ucap Mora. Terkejut setelah mendengar kebenaran soal Gaby, bahkan sampai tersedak minum karena kaget.


" Ka-kalian ngga lagi bo'ongin Mora, kan? " ucapnya.


" Buat apa kita bohongin kamu, ngga ada untungnya juga, kan? " sahut Lanlan.


" Ya, siapa tau kalian bo'ong. Mau ngeprank gitu " ucap Mora.


" Emang beneran kamu sama si cowok cuek itu saudara kembar? " tanya Mora menatap tajam Gaby. Mencoba mencari jawaban pasti lewat tatapan mata Gaby.


" Iya " jawab Gaby singkat.


" Astaga. Ya ampun, ya ampun, ya ampun. Sumpah? " udah kayak cacing kepanasan aja si Mora mendengar jawaban langsung dari Gaby. Karena sejak tadi, yang menjelaskan semuanya adalah Lanlan.


" Ra, duduk. Ngapain sih uget-uget kayak cacing kena air garam gitu " protes Gaby meminta Mora berhenti.


" Tapi, By. Aduh, ngga abis pikir aku " tambah aneh deh tingkah Mora, menutup muka dengan telapak tangan.


" Astaga " tambah Mora, melongo seperti melihat sosok mengerikan.


" Itu dia orangnya. Mora langsung tanya dia aja deh " tambahnya lagi.


Lanlan dan Gaby mengikuti arah pandangan Mora, ternyata orang yang dimaksud Mora adalah Dhan. Dan sekarang dia berjalan menuju ke arahnya.


" Tunggu, Ra " cegah Lanlan.

__ADS_1


" Astaga itu anak. Mau ngapain coba dia nyamperin Dhan? " gumam Gaby.


" Kayaknya dia mau nanya langsung deh sama Dhan " jawab Lanlan.


" Bener ya tuh anak. Emang kurang jelas apa, dari tadi kamu jelasin panjang lebar sama dia? " pertanyaan Gaby dibalas dengan gerakan bahu terangkat dan ekspresi tidak tau Lanlan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Dhan " panggil Mora.


Bukan hanya pria yang memiliki nama itu saja yang menoleh, namun pria lain juga ikut menoleh. Untuk melihat, siapa lagi gadis yang memanggil-manggil nama Dhan.


" Mora? " sebut Dion.


" Halo Dhan, apa kabar? " sapa Mora, melambaikan tangan sambil tersenyum.


" Mora " bisik Gaby menghampiri Mora.


" Dhan, aku mau tanya dong. Katanya kamu sama Gaby itu saudara kembar ya? " celetuk Mora sebelum Gaby dan Lanlan berhasil mencegah.


" Namanya bukan lagi Gaby. Mulai sekarang namanya adalah Putri Naresh Pramana. Dia memang saudara kembarku " jujur Dhan.


" Hah? Beneran? " meski sudah tau dari Lanlan dan Gaby. Mora tetap saja syok.


" Kalian? Dion? Kamu ngga kaget? " tanya Mora, melihat teman satu timnya dulu, terlihat biasa saja.

__ADS_1


" Hm. Aku udah tau Dhan punya kembaran, namanya Putri. Dan kemarin baru tau kalo kembarannya itu Gaby " jawab Dion.


" Jadi, cuma aku doang nih yang baru tau? Astaga, kalian tega ya " lirih Mora, merasa kecewa.


" Udah deh. Alay banget sih kamu " ucap Dion.


" Kamu tuh yang alay " balas Mora.


" Udah udah, apaan sih kalian ini " Lanlan mencegah kericuhan yang akan terjadi.


" Oke. Sekarang kira panggil kamu Putri ya " ucap Lanlan pada Gaby.


" Iya, makasih ya. Anggap aja nama Gaby belum pernah ada " jelas Gaby. Memutuskan untuk menghilangkan nama Gaby yang melekat dalam dirinya.


" O iya, aku baru ingat. Nama kamu kan Putra Dhan Pramana, kenapa ngga panggil Putra aja biar samaan. Iya ngga? " cetus Dion, membuat keputusan sepihak.


" Berani panggil Putra, hapus dari daftar teman " ancam Dhan. Dia memang tidak suka di panggil dengan nama itu. Meski itu adalah namanya, tapi panggilan itu akan mengingatkannya kepada Resha, ibunya.


" Eh, oke oke. Ngga coba coba deh, jangan hapus dari daftar teman ya " bujuk Dion.


Dhan kesal dengan Dion yang langsung berubah sikap seperti anak kecil. Dia pergi meninggalkan semua orang, diikuti dengan sikap manja dan memelas Dion yang terus mengekor.


Tiga gadis yang masih tinggal, tersenyum melihat sikap dua orang tadi. Yang satu seperti anak kecil, yang satunya cuek minta ampun. Astaga.


next....

__ADS_1


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


__ADS_2