
" Om.. Tante " sapa Dhan sesaat sampai di rumah Rasya dan Tasya.
Dhan mengajak Gaby ke rumah Rasya dan Tasya. Sesuai dengan perkataan Rasya sebelumnya, sebelum sinar mentari menghilang sepenuhnya, Dhan sudah mengajak saudari kembarnya menemui Om dan Tantenya.
Setelah menangis membuat Gaby sedikit lebih tenang. Semua rasa bersalah dan penyesalannya perlahan menghilang, setelah apa yang Dhan katakan.
" Meskipun kamu menyesal seumur hidup, terus merasa bersalah seperti ini. Ngga akan membuat mereka senang. Mereka justru merasa sedih, melihat anaknya seperti ini. " ucap Dhan.
" Kamu mau tau apa yang Papa dan Mama inginkan? " tanyanya. Gaby terdiam saat Dhan bertanya hal itu. Melihat Gaby terdiam dan menggelengkan kepala, Dhan kembali melanjutkan apa yang ingin ia katakan. " Yang paling mereka inginkan adalah anak-anaknya bisa hidup lebih bahagia dan
menghargai setiap apa yang ada " lanjutnya. Jeda yang Dhan buat, mampu membuat Gaby berpikir logis.
" Benar apa yang Dhan katakan. Seharusnya aku ngga boleh kayak gini. Papa dan Mama pasti ingin melihat anak-anaknya bahagia " batin Gaby membenarkan apa yang Dhan katakan.
" Makasih " ucap Gaby.
" Untuk apa? " tanya Dhan.
" Untuk semuanya. Aku pasti akan mengikuti apa yang kamu katakan tadi " balas Gaby mulai menunjukan senyum.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
" Kalian sudah datang " sambut Tasya.
" Ayo, kita makan dulu. Tante sudah masak yang enak enak " ajaknya.
" Iya Tan. Om Rasya pergi kemana, Tante? " tanya Dhan. Kali ini Gaby melihat Dhan lebih banyak berbicara, jauh sekali saat berada di kampus dulu.
__ADS_1
" Ada kok, kayaknya masih di kamar. Sebentar ya Tante panggilin, kalian duduk aja dulu " pinta Tasya, membuat dua keponakannya duduk di ruang makan sebelum pergi memanggil suaminya.
" Iya Tante " jawab Gaby.
Gaby tertegun, ada begitu banyak makanan yang tersedia di meja makan. Dirinya yang selama ini sellau makan seadanya, hanya memesan satu-dua menu. Sekarang harus melihat berbagai macam jenis makanan.
Ada sayur sop, telur balado, perkedel kentang, ayam goreng, tempe dan tahu goreng, tumis kangkung, bahkan semur jengkol dan sambal pete juga ada.
Gaby hampir saja meneteskan air liur. Makanan dihadapannya terlihat begitu enak dan menggoda. Ada beberapa makanan yang belum pernah dia makan. Melihat benda bulat yang gepeng, bumbu yang begitu kental, warna kecap yang menggiurkan semakin menambah rasa ngiler.
" Gaby.. Dhan " seru Rasya.
" Om " sapa Gaby menunduk.
" Mas, kita makan dulu ya. Nanti baru kita bicarain lagi " ajak Tasya.
" Iya, aku juga sudah laper " balas Rasya mengusap perutnya.
" Bukan kayaknya lagi Om, udah pasti enak kalo yang masak itu Tante Sasa " puji Dhan, membuat Tasya tersenyum.
" Kamu benar " tunjuk Rasya.
" Istri siapa dulu? " pancing Dhan.
" Rasya Argadana " timpal Rasya. Mereka berdua tertawa bersama, membuat orang yang melihatnya merasa iri akan situasi ini.
" Sudah, apa sih kalian ini. Ayo makan " ucap Tasya tersipu.
__ADS_1
" Gaby, makan yang banyak ya " ucapnya lagi.
" Iya Tante, makasih " balas Gaby.
Rasya mengambil perkedel dan tumis kangkung. Semur jengkol tak luput dari pandangan matanya.
Rasya juga mengambil menu yang sama dengan suaminya, hanya saja dia menambahkan ayam dan tempe goreng.
Sedangkan Dhan, menu yang pertama diambilnya adalah sambal terasi yang penuh dengan pete. Lalu menuangkan sayur sop diatas nasi, lalu mengambil ayam dan perkedel kentang.
Melihat semua orang tampak menikmati dua jenis makanan asing bagi Gaby, dia juga antusias untuk mengambilnya.
Menu yang Gaby ambil setelah nasi adalah semur jengkol. Meski ia tidak tau namanya, tapi saat melihat Rasya memakannya begitu lahap membuat Gaby ngiler. Setelah itu ayam goreng, tumis kangkung juga sambal terasi penuh pete.
" Gaby, kamu suka makan jengkol juga? " seru Tasya.
" Jengkol? " tanya Gaby bingung. Dia tidak tau makanan yang dimasak semur yang berbalut kecap, memiliki bentuk bulat dan pipih adalah jengkol.
" Iya, jengkol. Yang kamu ambil itu kan jengkol " tunjuk Tasya.
Melihat Gaby bingung, Tasya menjelaskan nama makanan tersebut
" Kamu tidak tau kalau ini namanya semur jengkol? Walaupun sedikit bau, tapi dia makanan paling enak lo " jelas Tasya.
" Iya Tante, aku belum pernah makan soalnya. Aku liat Om Rasya ambil ini terus kayak yang enak banget, makanya Gaby ambil " ucapnya polos.
" Semur jengkol memang enak banget Gaby. Om paling suka ini. Coba deh kamu makan " saran Rasya.
__ADS_1
next....
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°