Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 18


__ADS_3

Kegiatan Jelajah Alam telah usai, pagi hari semua peserta dan Pengurus Kampus bersiap untuk kembali ke Mercusuar University.


Acara ini memang hanya dilakukan sehari semalam saja, sebagai permulaan untuk mereka mengenal dan menyayangi alam sekitar.


Acara tadi malam berlangsung sangat seru dan asyik. Karena acara malam hari bukanlah acara utama, namun tetap saja semua peserta wajib mengikutinya. Juga harus ikut memeriahkan dan menambah acara menjadi semakin seru.


" Oke semuanya, ini hanyalah acara biasa. Kita hanya akan mengisi malam dengan keseruan, di mohon untuk setiap tim menampilkan satu hiburan untuk kita semua " ucap Reno, berada di tengah lingkaran peserta. Dengan api unggun yang menyinari malam, juga sebagai penghangat suasana.


" Untuk tim yang berhasil menaklukan tantangan siang tadi, hadiah sudah disiapkan oleh pihak kampus dan akan diserahkan setelah kita kembali ke kampus besok " lanjutnya lagi.


" Nah, untuk memimpin keseruan malam ini, Kak Erina yang akan melakukannya. Silahkan Kak " jelas Reno lagi.


" Yah, kok Kak Erina sih yang mimpin? Kenapa bukan Kak Reno aja? " bisik salah satu peserta mengeluh.


" Iya ya, pasti ngga bakalan seru nih kayaknya " timpal temannya yang lain.


" Ssstt, jangan keras keras. Kalo ketahuan, alamat dihukum kita " balas teman lainnya.


" Oke, saya kasih waktu 10 menit untuk kalian berdiskusi " tegas Erina.


Selama waktu yang diberikan, setiap anggota tim saling berdiskusi.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


30 menit sebelum acara dimulai, tepatnya pukul 19.30 Lanlan tengah bersiap bersama kedua temannya, yakni Gaby dan Mora.


Meski Reno selaku Ketua Pengurus Kampus telah memberikan izin untuk Lanlan istirahat, namun perkataan Erina membuatnya harus tetap mengikuti acara malam ini.


" Lan, kamu bener mau ikut acara malam ini? " tanya Gaby kesekian kali.


" Iya " jawab Lanlan singkat.


" Tapi kaki kamu kan masih sakit " timpal Mora.


" Engga apa-apa kok, lagian cuma duduk duduk doang kan? " tanya Lanlan memastikan.


" Iya sih, tapi.... "


" Udah, aku ngga apa-apa " balas Lanlan menyunggingkan senyum termanisnya.


" Oke deh " ucap Gaby setuju.


" Lan " panggil Dhan, berdiri di depan tenda cewek tim 3.


" Ya " jawab Lanlan spontan, ia cukup terkejut karena yang memanggilnya adalah Dhan.


" Mending kamu istirahat aja " ucapnya kemudian.


" Hah? " Mora terkejut mendengar Dhan mengatakan hal itu. Meski ia adalah Ketua Tim, namun sikapnya kepada Lanlan agak berbeda.

__ADS_1


Gaby mengedip-ngedipkan mata, ia sangat tidak percaya bahwa seorang Putra Dhan Pramana mengkhawatirkan orang lain? Apa tidak salah dengar telinganya itu?


Mungkin seiring dewasanya Dhan, ia sudah mulai berubah. Namun selama mereka saling mengenal dulu, baru kali ini Gaby mendengarnya menyuruh orang lain untuk istirahat. Terlihat sekali dari ekspresi Dhan kalau ia peduli dan khawatir akan kondisi Lanlan.


" Dhan, aku ngga salah dengar kan? " tanya Dion.


Ditanya oleh satu sahabatnya, Dhan diam saja. Ia tampak menunggu jawaban dari ucapan yang ditujukan untuk seorang gadis, yang saat ini tengah terluka kakinya.


Lanlan ingin menolak permintaan Dhan, namun ia sedikit bingung untuk mengatakannya. Hanya senyuman yang dapat ia berikan.


" Aku minta kamu untuk istirahat disini, tentunya sebagai Ketua Tim aku harus menjaga setiap anggota timku sendiri, bukan? " ucap Dhan kemudian.


" Aku ngga apa-apa kok, makasih udah jadi Ketua yang baik " balas Lanlan.


" Oke, terserah kamu. Yang penting aku sudah mengingatkan sebagai ketua, hak kamu untuk ikut acara nanti malam " tegas Dhan, lalu pergi meninggalkan semua orang.


" Maksudnya apa sih tuh anak? " lirih Dion.


" Tau tuh, temen kamu ngga jelas banget sih " timpal Mora kesal.


" Lan, aku wakilin dia nanya ya? " ucap Dion.


" Iya, mau nanya apa? " balas Lanlan, bingung dengan sikap dua laki-laki dalam timnya itu.


" Kamu yakin tetep mau ikut? " Dion kembali memastikan, dan dibalas dengan jawaban yang penuh keyakinan.


" Mereka pada kenapa sih? " Gaby bertanya sambil merangkul pundak kedua sahabatnya yang masih bengong.


" Ho'oh.. Pada kenapa sih? Heran deh " timpal Mora.


" Udahlah, mending kita langsung ke lapangan aja yuk " ajak Lanlan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Kita mulai saja ya, untuk tim biar saya yang tentukan. Sedangkan siapa perwakilan dari setiap tim yang akan maju, kita undi saja biar adil. Oke? " jelas Erina.


" Oke Kak " balas semua peserta setuju.


Erina mulai memilih tim dan mengundi siapa yang akan maju mewakili tim mereka.


Acara berlangsung sekitar satu jam lebih, tapi semua peserta masih sangat bersemangat. Bahkan ada satu tim yang membuat sebuah game, yaitu dengan memutar sebuah botol. Orang yang ditunjuk botol tersebut, harus menjawab pertanyaan apapun yang ditanyakan teman mereka.


" Woiiiihhh, JP Dhan.. JP Dhan.. JP Dhan " semua semakin bergembira, terutama para gadis. Mereka berebut untuk menanyakan pertanyaan pada salah satu idola Kampus Mercusuar.


" Tenang tenang, daripada saling berebut. Berhubung saya selaku perwakilan tim yang membuat game ini, akan mewakili para gadis untuk menanyakannya pada sang idola " jelas perwakilan tim 7, Leo.


" Huuuuuuuu " sorakan demi sorakan terdengar menggema di kegelapan malam.


" Oke semua, diam dulu ya " pinta Leo.

__ADS_1


" Dhan, saya mewakili para gadis harus menanyakan hal ini. Kamu tidak keberatan kan dengan pertanyaan saya nanti? " tanya Leo pada Dhan.


" Oke, terserah " jawab Dhan. Kembali membuat para gadis bersorak riang.


" Emm, begini. Sebagai mahasiswa semester awal, kamu sudah menjadi salah satu idola kampus. Bahkan mampu mengalahkan kharisma Kak Reno " ucap Leo menggantung kalimatnya.


" Lalu? " tanya Dhan.


" Sebagai idola kampus, kamu sudah punya pacar belum sih? " tanya Leo to the point.


" Belum " jawab Dhan singkat.


" Woooaaaaaa " sorakan kembali terdengar saat Dhan mengatakan bahwa ia belum mempunyai seorang kekasih.


" Masih ada kesempatan dong ya " ucap Leo melirik ke arah para gadis.


" Kalau orang yang disuka, ada? " tanya Leo kemudian.


" Ada " Dhan kembali menjawab dengan singkat.


" Yaaaahhh " kali ini sorakan yang diserukan terdengar kecewa.


" Wah, sudah ada yang ditaksir ternyata. Siapa orangnya? Apa dia ada disini? " Leo terus mengorek informasi tentang gadis yang disukai Dhan.


" Ada "


" Wah, siapa ya? Jangan-jangan aku lagi "


" GR kamu, pasti aku dong. Aku kan paling cantik "


" Enak aja, aku lah orangnya. Aku kan paling manis dan imut "


Setiap gadis saling memuji diri sendiri, dan menganggap dirinya adalah gadis yang Dhan sukai.


" Kalau boleh tau, inisial nama depannya apa? " korek Leo.


" Seharusnya sudah cukup, yang lain hanya menjawab satu pertanyaan, bukan? " tolak Dhan.


" Oke, untuk tim 7 cukup sampai disini saja. Selanjutnya dari tim 3 " ucap Erina menghentikan permainan dari tim 7.


" Siapa yang akan maju, langsung saja kita undi. Lanlan " tambahnya lagi.


" Tapi Kak, kaki Lanlan kan masih sakit " protes Mora.


" Aku tidak menyuruhnya untuk dance atau gerakan aneh lainnya, kan? " tanya Erina.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Kira-kira apa ya yang akan Lanlan tampilkan? Apa dia harus mewakili timnya untuk maju atau ada orang lain yang akan menggantikannya? ikuti next episode ya 😉

__ADS_1


__ADS_2