Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 13


__ADS_3

Semua peserta berpencar dengan timnya, mulai mencari petunjuk tali pita. Matahari bersinar cerah, menelisik ke setiap celah dari rimbunnya pepohonan. Udara yang sejuk, serta pemandangan pegunungan yang indah semakin menambah semangat.


Tim 3 sangat bersemangat dan antusias dalam mencari tali pita, dimana pun itu harus ditemukan keberadaanya. Dibalik rimbunnya rerumputan, dibalik tingginya pepohonan, atau pun didalam luasnya hutan. Tentu akan dicari sampai dapat.


" Yeayy, aku nemu satu nih tali pitanya " seru Lanlan girang.


" Mana, mana? " sambut Mora.


" Apa isinya? " tanya Dhan mendekat ke arah Lanlan.


Lanlan mulai membuka ikatan tali pita itu, membaca dalam hati sebelum memberitahukannya kepada teman satu tim.


" Apa kata petunjuknya? " timpal Dion tak sabar.


" Keberadaanku hampir di semua tempat dan mudah didapat. Aku memiliki warna cerah yang begitu indah. Tujuan hidupku menambah keindahan meski terkadang tak diperkenankan. Siapakah aku? " Lanlan mengucap tiap kata petunjuk dengan perlahan namun pasti.


Keempat anggota timnya nampak berpikir keras, mencari jawaban akan benda yang sesuai dengan petunjuk.


" Benda apa itu? " ucap Dion lirih.


" Di semua tempat, mudah didapat. Warna cerah yang indah, terus apa tadi yang terakhir? " ucap Mora berpikir sambil mengulangi tiap kata petunjuknya.


" Menambah keindahan, meski tak diperkenankan " jawab Lanlan.


" Apa jawabannya harus sebuah benda? Kalo itu bukan benda, tapi nampak dan sebutannya lain. Apa bisa dijadikan sebagai jawaban? " tanya Gaby.


" Entahlah, aku juga ngga tau. Emangnya kamu udah tau jawabannya? " ucap Lanlan bertanya balik.


" Ada sepintas, tapi ngga begitu yakin. Soalnya ya itu tadi, apa boleh kalo bukan benda? " Gaby kembali bertanya kepada teman lainnya.


" Hey Dhan, jawab dong. Kasih solusi kek apa gimana, kamu kan ketua timnya " protes Mora menyudutkan sikap Dhan, yang terlihat tidak mau tau dengan argumen teman-teman timnya.


" Aku sedang berpikir " balas Dhan.

__ADS_1


" Mana tau kamu berpikir, ekspresi dari taun kapan begitu mulu perasaan " lagi lagi ucap sinis yang Mora lontarkan.


" Mora, ngga boleh begitu ah ngomongnya " tegur Lanlan, akan sifat to the point temannya itu.


" Eh, itu mulut kalo ngomong dijaga ya. Itu namanya diskriminasi tau " ucap Dion membela Dhan.


" Diskriminasi apaan, orang emang kenyataannya begitu kok " timpal Mora.


" Bener bener ya tuh mulut " hampir saja Dion menjambak mulut Mora, namun Dhan mencegahnya.


Lanlan juga Gaby mengajak Mora untuk bicara sebentar, mereka tidak bisa membiarkan Mora dan Dion saling beradu mulut hanya karena sikap Dhan yang memang cuek dari sananya. Bukan berarti Dhan tidak memikirkan tim, namun dia memang benar tengah berpikir akan jawaban dari petunjuk yang Lanlan temukan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Aku nemu satu nih tali pitanya " seru seorang pria dari tim lain.


" Asiikk, aku juga nemu nih satu " timpal seorang gadis dari tim yang sama.


" Wah susah bener ya, masa petunjuknya pake teka-teki gitu. Mana kita tau jawabannya apa " seru anggota lainnya.


Beberapa tim sudah berhasil menemukan tali pita, bahkan sampai ada yang menemukan 3 tali sekaligus. Tapi sayangnya, mereka semua belum berhasil menemukan jawaban dari semua petunjuk-petunjuk yang didapat.


Hari mulai siang, matahari pun menunjukkan cahaya teriknya. Semua tim beristirahat di sembarang tempat, ditengah kegiatan Jelajah Alam. Beberapa diantara mereka, ada yang sibuk makan nasi atau lontong. Ada juga yang hanya memakan roti isi atau makanan siap saji lainnya.


Reno, Erina juga beberapa APK berkeliling ke setiap tempat. Melihat apakah ada diantara mereka yang sudah menemukannya, karena hari sudah mulai siang.


Arga, salah satu APK menemukan peserta Jelajah Alam, yang terlihat kesakitan dengan wajahnya yang pucat. Berjalan mendekat untuk melihat situasi.


" Dia kenapa? " tanyanya pada anggota tim, dimana peserta yang terlihat kesakitan tadi.


" Dia sakit Kak, kayaknya penyakit maag akutnya kambuh " jawab teman satu timnya.


" Maag? Memangnya kalian tidak membawa makanan? " tanya Arga.

__ADS_1


" Tidak Kak, soalnya tadi buru-buru karena kehabisan waktu " jawab temannya lagi.


" Kalian dari tim berapa? " Arga kembali bertanya, untuk mengkoordinasi bagaimana kelanjutan


kegiatan ini kalau ada anggota yang keluar.


" Memangnya kenapa, Kak? " tanya anggota lain mulai terlihat cemas.


" Tidak apa-apa, hanya untuk memastikan saja " ucap Arga.


" Kami dari tim 11, Kak " mereka pun menjawabnya, meski masih sedikit cemas dan takut.


" Oke, sebaiknya kalian bawa dia kembali ke tenda untuk istirahat " titah Arga. Kemudian menelpon Reno untuk menanyakan masalah ini.


" Kak Arga, dia kenapa Kak? " tanya Rini sedikit penasaran, setelah melihat anggota tim 11 dibantu berjalan kembali ke tenda.


" Dia sakit " jawab Arga.


" O, emangnya bisa ya Kak berhenti di tengah kegiatan kayak gitu? " timpal Angel.


" Bisa, asalkan anggota timnya setuju dan mengizinkan anggota yang sakit untuk beristirahat " jelas Arga.


" O gitu ya, Kak " Angel manggut-manggut mendengar penjelasan dari kakak seniornya itu.


Arga meninggalkan Angel juga Rini. Kembali berkeliling untuk melihat keadaan dan situasi sekitar.


Setelah mendapat telfon dari Arga, Reno dan Erina berkeliling sambil memberi pengumuman akan kejadian yang menimpa anggota tim 11. Mereka mengatakan jika salah satu dari anggota timnya sakit atau keluar ditengah kegiatan, maka tim tersebut akan didiskualifikasi.


" Dengar ya, tidak ada alasan untuk kalian mengeluh sakit atau pun lelah. Kami sudah mengatakannya diawal kegiatan, bukan? Semua itu menjadi akibat yang harus kalian tanggung sendiri. Paham? " ucap tegas Erina, ia lontarkan dibalik kerasnya microfon.


" Paham Kak " jawab kompak semua peserta.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

__ADS_1


__ADS_2