
" Lan " tok tok tok (Putri mengetuk pintu rumah Lanlan).
Dhan, Putri, Mora dan Dion sampai di rumah Lanlan. Namun rumah itu terlihat sepi. Seperti tidak ada kehidupan.
Menunggu hampir 15 menit lamanya, Dion mengajak Dhan untuk kembali ke kampus.
" Kalo kamu mau balik ke kampus, balik aja. Aku masih harus menunggunya keluar dari rumah " jawab Dhan, menolak ajakan Dion untuk kembali ke kampus.
" Kalian? " seru Lanlan saat melihat semua teman kampusnya berada didepan rumah.
Ternyata Lanlan tidak berada didalam rumah. Dia pergi bersama kedua adiknya.
" Lanlan, kamu ngga apa-apa kan? " tanya Putri segera menghampiri sahabatnya.
" Aku ngga apa-apa kok, maaf. Kalian udah lama ya nunggu disini? " ucap Lanlan.
" Mereka siapa Kak? " tanya Ari.
" Kamu? Ngapain kamu disini? Kamu pasti mau nyakitin kakakku lagi ya " tuduh Ata saat melihat Dhan.
" Ata, kamu ngomong apa sih? " cegah Lanlan.
" Dia kan orang yang bikin Kak Aya pingsan kemarin, kakak ngapain belain dia sih? " balas Ata kesal.
" Udah udah, Kak Aya mending kita masuk dulu deh. Kasian kan temen kakak berdiri disini terus " saran Ari.
__ADS_1
" Ah iya, kakak sampe lupa. Dhan, Putri, Mora, Dion masuk dulu yuk " ajak Lanlan membuka pintu rumahnya.
" Iya, makasih Lan " sahut keempat orang yang menjadi tamu di rumah Lanlan.
Rumah itu memang tampak sederhana. Tapi ada kenyamanan tersendiri saat memasukinya. Semua tertata rapih dan bersih. Tak banyak hiasan namun tetap menampakkan keindahan. Beberapa foto keluarga juga tersusun rapih.
" Silahkan duduk " ucap Lanlan mempersilahkan.
" Sebentar ya, aku ambilin minum dulu " izinnya.
Tidak ada jawaban, mereka semua hanya mengangguk seadanya. Tampak menikmati dan melihat seisi rumah. Foto masa kecil Lanlan dan kedua adiknya, membuat Dhan sedikit menarik senyum.
Dapur yang menyatu dengan ruang tengah sekaligus ruang tamu itu, menampakkan keindahan gadis yang tengah serius melakukan kegiatan. Lagi lagi mampu membuat Dhan menarik senyum tipisnya.
" Ehem, kayaknya ada yang lagi curi-curi pandang tuh " seru Mora. Kedua teman yang lain sontak melihat kearahnya, lalu mengikuti petunjuk arah yang Mora berikan.
" Woy, biasa aja dong liatin Kak Aya " seru Ata dengan suara cukup lantang.
Teriakan lantang itu membuat semua orang terkejut, terutama Dhan. Dia yang masih berdiri didepan bingkai foto sang gadis, langsung duduk seketika. Galak bener sih itu anak, bikin kaget orang aja, pikirnya.
" Ata " sebut Ari menyikut lengan Ata.
" Kalian udah pulang? Mana sini makanannya? " pinta Lanlan.
Lanlan ternyata menyuruh si kembar untuk membeli jajanan khas pasar yang ada disudut daerah tempat tinggalnya. Ada beberapa penjual khas jajanan pasar disana, meski harganya murah tapi rasa dijamin mewah.
__ADS_1
Saat menjelang sore, akan semakin banyak penjual keliling yang mangkal disudut komplek. Mulai dari penjual gorengan, cilok kuah, tahu gejrot, batagor, ada juga penjual bakso dan mie ayam. Tapi Lanlan hanya menyuruh Ata dan Ari untuk membeli gorengan, karena itu yang pas untuk dinikmati bersama es teh dan es jeruk.
Penjual gorengan tidak hanya ada satu, tapi ada beberapa. Namun Lanlan selalu membelinya pada ibu-ibu yang usianya sudah tidak layak lagi untuk berjualan. Meski usianya tidak muda lagi, tapi beliau tetap bersemangat dalam berjualan. Beliau juga membuat gorengan yang berbeda setiap harinya.
Lanlan menata semua gorengan diatas piring. Ada risol, pastel, tahu isi, pisang coklat dan onde-onde. Sungguh makanan sederhana yang menggiurkan.
" Ini, silahkan dinikmati " ucap Lanlan menyajikan.
" Waahh, kayaknya enak nih " seru Mora, dia mengambil risol berisi sayur dan tahu isi sekaligus.
" Kamu beli dimana, Lan? " tanya Putri, mengambil tahu isi yang ada cabai didalamnya.
" Beli disudut komplek sana " jawab Lanlan.
" Aku ambil ya " ucap Dion minta izin.
" Iya silahkan, ambil aja " balas Lanlan tersenyum manis.
Dia duduk disebelah Putri, dan langsung berhadapan dengan Dhan yang duduk di kursi didepannya. Saat mengambil gorengan, tangannya bersentuhan dengan tangan Dhan yang juga akan mengambil objek yang sama.
Wah, sepertinya benih cinta semakin tumbuh menjulang tinggi. Debaran jantung berdetak tak menentu. Akankah? Mungkinkah?
.
.
__ADS_1
next up 😉