Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 33


__ADS_3

Dua pria tampan duduk berhadapan di sebuah ruangan. Menampilkan siluet indah sejauh mata memandang. Mereka saling mengeluarkan argumen membahas sesuatu.


" Jadi, mahasiswa yang baru masuk itu namanya Erik Sanjaya? Kenapa aku liatnya kayak ngga asing ya " ucap Arga. Dia baru saja akan menemui Reno di ruangan KPK, tapi malah bertemu maba sebelum membuka pintu.


" Iya, dia baru pindah kesini katanya " jawab Reno.


" Kamu yakin ngga kenal dia, Ren? " tanya Arga, masih merasa tak asing dengan pria bernama Erik itu.


" Enggak " yakin Reno. Tampak sibuk dengan beberapa berkas tugas hariannya.


" Masa sih? Tapi aku yakin banget pernah liat dia " keukeuh Arga.


" Dimana liatnya? " tanya Reno lagi.


" Nah, itu dia aku lupa. " jawab Arga.


Seorang gadis terlihat ikut bergabung memasuki ruangan. Dia cantik sebenarnya, tapi tertutup dengan sikap tegas juga garangnya. Dua pria yang saat ini duduk bersamanya, masih saja merasa segan dengan ketegasannya.


" Er, kamu tau maba ini ngga? " tanya Arga beralih pada sahabatnya yang lain. Menunjuk sebuah foto yang tertera dalam formulir Mahasiswa.


Erina tampak mengenal pria dalam foto yang Arga tunjuk. Guratan garis lurus tampak muncul di dahinya. Masih berfikir siapa lelaki yang tampak tidak asing itu.


" Ini bukannya Erik, ya? " ucap Erina dengan pasti.


" Iya betul. Kamu kenal dia? " sahut Arga.


" Aku tau, tapi ngga kenal secara langsung sih. Emangnya kenapa, Ga? " balas Erina.

__ADS_1


" Dia maba disini, baru masuk hari ini. Tadi aku ketemu sama dia didepan " jelas Arga.


" Maba? " ulang Erina, yang langsung dibalas anggukan oleh Reno dan Arga.


" Semoga aja dia ngga buat masalah di kampus kita " ucapnya kemudian.


" Maksud kamu? Buat masalah gimana? " tanya Reno.


" Mungkin kamu ngga inget, Ren. Dia itu, dulu satu sekolah sama kita " ucap Erina.


" Satu sekolah? Waktu di SMA maksud kamu? " tanya Reno lagi.


" Hm " jawab Erina singkat.


" Emang dulu dia pernah buat masalah apa? " Reno semakin bingung dengan penjelasan singkat Erina.


" Kalo jelasnya sih aku ngga tau ya, cuma denger-denger aja. Katanya dia pernah nyakitin cewek dulu, dan katanya tuh cewek sampe mau bunuh diri gara-gara dia. " jelas Erina.


" O iya, aku juga pernah denger masalah itu. Cuman aku ngga tau cowoknya siapa, tapi kok aku bisa kayak ngga asing ya liat mukanya " ucap Arga heran.


" Dia kan pernah masuk madin gara-gara masalah itu " ucap Erina.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Lan, aku minta maaf ya " ucap Gaby.


" Aku yang minta maaf, harusnya aku ngga boleh ikut campur masalah kalian " balas Lanlan.

__ADS_1


" Ngga Lan. Harusnya aku jujur soal masalah ini, ibuku di penjara karena membuat ayahku meninggal " ucap Gaby sedih.


" Udah ya, kamu jangan sedih lagi. Sekarang kamu udah tau kebenarannya, ternyata kamu sama Dhan itu saudara " ucap Lanlan.


" Iya, makasih ya "


" Awalnya aku sedikit syok saat tau kalian adalah saudara kandung, bahkan kembar. Jujur, ngga pernah kepikir kalian berdua itu saudara " ucap Lanlan.


" Hai hai " sapa Mora, datang mengejutkan dua sahabatnya.


" Mora, baru dateng kamu? " tanya Lanlan.


" Enggak kok udah dari tadi " jawab Mora meringis.


" Lah, terus kemana? Kok aku ngga liat " timpal Gaby.


" Mora di kantin tadi... hee " jawabnya lagi.


" Kamu ya, makan ngga ngajak-ngajak " protes Gaby.


" Emang kamu belum makan, By? " tanya Lanlan.


" Belum " jawabnya.


" Ya udah, tinggal ke kantin lagi aja. Yuk " ajak Mora menggandeng tangan dua sahabatnya.


Tiga sahabat saling bergandeng tangan menuju kantin. Lanlan merasa lega karena masalah Gaby dan Dhan sudah selesai, bahkan berakhir baik.

__ADS_1


next...


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


__ADS_2