Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 28


__ADS_3

Menjelang malam, Dhan tampak menikmati makan malam di sebuah restoran. Bersama dua orang yang sudah menganggap Dhan seperti anak sendiri, juga menyayanginya sama seperti kedua orang tuanya.


" Gimana kabar Om dan Tante? Harusnya kabarin Dhan dulu kalo mau kesini " ucapnya saat pertama kali mereka kembali bertemu.


" Kabar Om dan Tante baik " jawab Rasya. Rasya Argadana, sahabat Rafa, ayah Dhan.


" Emangnya kalo Tante Sasa bilang mau kesini, kamu bakalan jemput? " sahut Tasya, yang biasa dipanggil Tante Sasa oleh Dhan.


" Enggak sih, tapi seenggaknya kan aku bisa siapin tempat tinggal buat Om dan Tante " jelas Dhan.


" Ngga usah, lagian Om kamu sudah siapin tempat tinggal kok sebelum kita kesini " balas Tasya.


" Dhan, bagaimana sekolah kamu? Semua baik kan, tidak ada kendala apapun? Om harap kamu bisa segera lulus kuliah, lalu meneruskan bisnis ayah kamu " jelas Om Rasya.


" Mas Rasya ya, bagaimana mau lulus orang Dhan aja baru masuk kuliah semester 1 " timpal Tasya memprotes harapan suaminya.


" Dhan belum memikirkan hal itu Om, Dhan mau fokus kuliah dulu " jawab Dhan bertekad.


" Iya, Om tau itu. Sebelum Om kesini, Om dan Tante mampir ke rumah kakek dan nenek. Mereka sudah sangat tua, kakek minta supaya kamu bisa segera mewarisi dan mengelola perusahaan. " Rasya menceritakan keadaan kakek dan nenek Dhan, orang tua dari Rafa.


" Iya Om, Dhan akan mencoba untuk lulus lebih cepat. Untuk saat ini, tolong Om kelola perusahaan ayah dulu " pinta Dhan.


" Iya, itu pasti. Om selalu memantau perusahaan meski tinggal jauh di Humberg. Kamu tenang saja " ucap Rasya memberikan kepastian.

__ADS_1


" Makasih Om, Tante. Dhan ngga tau lagi harus gimana membalas kebaikan kalian " tulusnya.


" Kamu cukup belajar dengan baik, lalu buat orang tua kamu bangga " saran Tasya, diikuti anggukan Dhan sebagai jawaban.


" Oke, sudah malam. Sebaiknya kamu pulang dan istirahat " pinta Rasya.


" Baik Om. Kalo gitu Dhan pamit dulu Om, Tante " balas Dhan berpamitan.


Setelah kepergian Dhan, Rasya dan Tasya tampak menemui seseorang di lain tempat. Entah apa yang mereka bicarakan, tampaknya mereka sedang membuat janji pertemuan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Aduh, gimana jadi kacau gini sih? Gimana caranya buat Dhan sama Gaby baikan? " pikir Lanlan.


Semua keluarga Lanlan sedang berkumpul menikmati makan malam. Hanya ayah yang tidak bisa hadir, karena warung makannya sedang ramai pengunjung.


" Hm? "


" Kak Aya lagi mikirin apa? " tanya Ari kemudian.


" Wah, Kak Aya pasti lagi mikirin cowok ya " timpal Ata.


" Ata, jangan ngomong yang aneh aneh " cegah Bunda, sebelum sifat ceplas-ceplos Ata muncul lalu menyinggung kakaknya.

__ADS_1


" Aneh gimana sih, Bunda? Kan ngga salah kalo Kak Aya mikirin cowok. Cowok kan bisa aja itu ayah, aku atau Ari. Iya kan? " pintar bener si Ata berucap.


" Udah Bunda, Ata bener kok. Aku lagi mikirin cowok, dia temen kampus. Tapi akhir akhir ini sikapnya agak aneh " jelas Lanlan.


" Temen kampus? Tapi kok sampe dipikirin gitu, pasti ada apa-apa nih sama kak Aya " ucap Ata menyeringai, mulai menggoda kakaknya.


" Emangnya temen kakak kenapa? Dia gangguin kakak? " sahut Ari serius. Dia paling tidak suka kalau ada orang yang mengganggu kakaknya.


" Engga kok. Dia sebenernya baik, cuma belakangan ini ada masalah sama kak Gaby, salah satu sahabat kakak di kampus " jelas Lanlan.


" Bilang Ata kalo ada yang gangguin kakak " tawarnya sok berani.


" Emangnya kamu mau ngapain, Ta? " tanya Ari.


" Ngga aku apa-apain, nasehatin aja " jawab Ata meringis.


Penampakan ini terlihat sangat indah, saat anggota keluarga saling bersenda gurau. Meski sempat memiliki kenangan buruk pada pria, tapi semua pria yang ada di rumah Lanlan telah menghapus kenangan buruk itu dan menggantinya menjadi sebuah tawa.


Untuk sesaat, Lanlan sempat mengesampingkan masalah antara Dhan juga Gaby. Namun dibalik itu, dia berpikir untuk mencari solusi lewat kedekatannya bersama keluarga.


next......


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

__ADS_1


__ADS_2