
Dua gadis cantik mulai menjalankan misi. Berbekal nekat, mereka mulai menginterogasi.
Beruntung, sumber informasi terlalu mudah untuk didekati. Asalkan sesuai arahan, pasti tidak akan membuat hati tersakiti.
" Hai, boleh gabung? " tanya Putri basa-basi.
" Kalian mau gabung disini? " ucap Arya Sangsangan balik bertanya.
" Iya, boleh kan? " sahut Mora.
" Boleh kok, kalian berdua kan temennya Aya. Masa tidak aku izinin " jawab Arya mempersilahkan.
Putri dan Mora duduk didepan Arya bersama dua wanita lainnya. Ternyata mereka tengah mengerjakan tugas yang dosen berikan pagi ini.
" Kalian lagi ngerjain tugas, ya? " tanya Putri lagi. Jujur, ia sedikit bingung harus memulai percakapan darimana. Karena orang yang akan mereka ajak bicara, sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya.
" Iya nih, agak susah ya " ucap salah seorang gadis yang duduk disebelah kiri Arya.
" Beruntungnya, Arya ini orangnya pinter. Jadi dia bisa nemuin jawaban dengan mudah dan cepat " timpal gadis yang duduk disebelah kanan Arya.
" Arya, boleh ngga kita bicara sebentar? " terang Putri. Meski sedikit tidak nyaman, tapi dia harus berani melakukannya.
" Boleh, dimana? " jawab Arya langsung setuju. Melihat sikapnya yang seperti itu, mustahil kalau dia adalah orang yang kejam.
" Disini aja, maaf ya Mba, bisa.... " pinta Putri pada dua gadis yang duduk bersama Arya.
__ADS_1
" Oh, iya silahkan. Kita pergi dulu kalo gitu " sahut salah satu gadis disana, mengerti akan perkataan Putri.
" Apa yang ingin kalian berdua bicarakan? Soal Aya? " tohok Arya.
" Bukan kok, kita hanya ingin berteman sama kamu " jawab Mora.
" Berteman? Kalian pikir, aku tidak tau apa maksud kalian datang kesini? " ucap Arya.
" Maksudnya? " tanya balik Putri.
" Kalian kesini itu, pasti ada hubungannya sama Aya. Jujur aja, apa yang ingin kalian cari tau? " selidik Arya.
" Hhh, oke. Langsung ke intinya, apa maksud kamu melakukan hal itu sama Lanlan? " ucap Putri menarik napas panjang sebelum memulai mode penyelidikan.
Arya tidak langsung menjawab pertanyaan yang Putri ajukan. Diam sejenak, pikirannya melanglang buana entah kemana.
" Aya, kamu udah selesaiin tugas Bahasa Indonesia, belum? " tanya Arya pada Cahaya Rembulan, dia memang dipanggil Aya saat sekolah dulu.
" Oh, yang minggu kemarin itu? " tanya Aya balik.
" Iya, kalau udah, hee. Boleh tidak, aku.... " ucap Arya dengan maksud terselubung.
" Kenapa? Mau nyalin lagi? Bentar ya, Aya ambilin " sahut Aya bergegas masuk kedalam rumah.
Saat zaman sekolah dulu, rumah Lanlan dan Arya itu satu komplek. Selain bersahabat di sekolah, mereka juga menjadi sahabat saat di rumah. Arya bahkan beberapa kali pergi ke rumah Lanlan, hanya saja dia tidak pernah masuk kedalam rumah. Itulah sebabnya Bunda Lanlan mengatakan kalau Dhan dan yang lain, adalah teman pertama yang main ke rumah mereka.
__ADS_1
" Nih " ucap Lanlan pada Arya menyerahkan buku catatannya.
" Makasih ya, Ya. Kamu baik deh " balas Arya menarik senyum termanisnya.
" Iya, sama-sama. Kita kan temen, asal jangan sering-sering aja nyalin catetannya " sahut Lanlan.
Saat zaman sekolah dulu, tidak ada yang salah dengan sikap Arya. Mereka berteman seperti biasa. Disaat terjadi pertemanan antara laki-laki dan perempuan, salah satu diantaranya pasti selalu mempunyai rasa. Begitulah yang Lanlan rasakan, saat mendapat sikap baik dan perhatian dari seorang Arya Sangsangan.
Lama kelamaan, meski Lanlan berusaha menahan dan memendam rasa yang dia miliki, dia tetap tidak sanggup lagi untuk tidak mengungkapkan perasaannya.
Alhasil, bukan hanya mendapat penolakan. Lanlan bahkan mendapat lebih dari yang diterimanya.
" Aku suka sama kamu, Ya " jujur Lanlan.
" Iya, aku juga suka " balas Arya.
" Bukan suka sebagai teman, tapi.... " Lanlan menggantung kata, berharap mendapat jawaban sesuai keinginan.
" Maksud kamu? " tanya Arya bingung.
" Perasaan suka terhadap lawan jenis " jelas Lanlan.
" Apa? Tidak, tidak mungkin... " ucap Arya, dia langsung pergi menjauh meninggalkan Lanlan. Dan sejak kejadian itu, hubungan keduanya tidak lagi seperti dulu. Arya bahkan selalu membuat masalah pada Lanlan.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Arya? Mungkinkah dia memiliki kisah lain terhadap hubungan asmara?
__ADS_1
next episode ya 😊