
" Siapa tuh? Keren buanget tau "
" Liat deh, dia kayak boyband korea bukan sih? Kok bisa ganteng gitu? "
" Aku rasa dia anggota boyband korea, yang lagi nyamar buat cari cinta sejati di Kampus ini deh "
Celoteh demi celotehan, kini tertuju pada junior pemberani. Bukan hanya sikap gentle-nya dalam membela teman sesama junior, namun sikap cuek dan wajah tampannya tak kalah dalam trending topik hari ini.
Hampir di setiap sudut kampus, mulai mengenal dan tau sikap gentle-nya. Saat dia keluar dari kantin, hingga berjalan menyusuri lorong ruang kelas, semua para gadis membicarakannya. Memang benar, kabar dari mulut ke mulut dan canggihnya media sosial, jauh lebih cepat ketimbang kabar burung. Dimana dia harus mencari alamat, belum lagi kalau harus istirahat karena lelah terbang seharian.
Sungguh perubahan zaman yang terlalu pesat, bahkan melebihi cepatnya roket yang melesat.
" Haiii " sapa salah satu Mahasiswi Baru pada junior pemberani.
Junior pemberani (JP) tak mau menghiraukan setiap gunjingan, ataupun sapaan yang ditujukan padanya. Dia hanya ingin kuliah dengan tenang, dengan tidak adanya pembullyan di sekolah.
" Ih, kok cuek banget sih? " tambahnya lagi.
" Tapi cueknya itu ngangenin tau " timpal teman Maba lainnya. Tatapan matanya tak mau berhenti mengikuti JP, bahkan kalau bisa dia ingin pandangannya tertuju dan selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.
" Kenapa kacau begini " gumam si JP.
Dia telah berada didalam Perpustakaan, untuk menghindari kebisingan yang ditujukan kepadanya. Setidaknya di Perpustakaan dia tidak akan mendengar para gadis yang kecentilan. Karena harus keep quite untuk menghormati sesama penghuni Perpustakaan yang lain.
" Disini lebih tenang kan, bro? " ucap salah seorang Penghuni Perpustakaan.
Merasa pertanyaan itu tidak ditujukan untuknya, si JP diam saja tanpa memperdulikan atau mencari tau asal suara itu.
" Sombong banget sih " sindirnya kemudian.
JP tetap saja cuek, dia membuka sebuah buku tebal yang selalu ia bawa.
" Hey " panggil suara Penghuni Perpus, dia merangkul pundak si JP.
" Tolong lepaskan, saya tidak kenal " ujar JP.
" Kalo gitu kenalan " dengan santainya, si Penghuni Perpus tadi memegang tangan JP untuk menjabat tangannya.
" Namaku Dion Wiyoga " ucapnya memperkenalkan diri.
" Aku ngga tanya " balas JP cuek.
__ADS_1
" Oke terserah, tapi aku sudah tau siapa nama kamu " pancing Dion.
" Aku ngga peduli " JP tetap cuek dan tak ingin berurusan dengan siapapun lagi.
" Sejak sesi perkenalan tadi, aku sudah merasa kalo kita akan jadi teman baik. Itu sebabnya aku samperin kamu, karena biasanya aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitar " jelas Dion panjang lebar.
" Aku ngga tanya " balas JP.
Meski dia tidak berniat untuk memperdulikan Dion, tapi secara tidak sengaja dia menjawab semua perkataan Dion. Meski hanya 1-2-3 kata, dan inilah awal mula kisah persahabatan mereka.
" Aku tau mungkin kamu tidak ingin berteman denganku, hanya saja..... " Dion sengaja menggantung kata-katanya, dia ingin melihat dulu respon dari JP.
5 detik, 10 detik hingga 1 menit. JP tak berniat menanyakan penggalan kata-kata Dion, dia tidak ingin bermain teka-teki yang tidak jelas itu.
" Hanya apa? " baru saja Dion membuka mulut, rencananya sih dia akan meminta maaf dan pergi membiarkan JP sendirian. Namun dua kata yang keluar dari mulut JP di detik 63, membuat Dion meyakinkan kembali bahwa firasatnya akan pertemanannya dengan JP benar adanya.
Meski rasa penasarannya naik level, setelah mengatakan itu JP tak melirik sedikitpun ke arah Dion. Dia masih sibuk dan tetap asyik dengan buku bacaannya.
Dion sengaja tidak langsung menjawab pertanyaan JP, dia ingin membalas sikap JP yang sengaja mengulur waktu.
Dion tersenyum saat dia mulai melihat sikap penasaran JP, beberapa kali JP melirik ke arahnya. Justru semakin membuat Dion memperpanjang uluran waktunya itu.
Hampir setengah jam tidak ada percakapan lagi diantara mereka. Bel tanda masuk waktu kuliah pun berbunyi, baik JP maupun Dion sama-sama penasaran akan respon balik keduanya.
Mahasiswa semester 3 keatas, mulai dengan mata kuliah mereka. Sedangkan Maba yang belum masuk semester itu, harus menghadapi hari pertama mereka masuk kampus, setelah istirahat makan siang tadi.
" Setelah mata kuliah ini selesai, apa yang akan kamu lakukan? "
" Aku ingin pulang, hari ini terasa sangat panjang "
" Emangnya ngga ada mata kuliah lagi? "
" Justru itu, masih sisa satu lagi. Tapi boleh ngga aku pulang setelah ini selesai? "
" Sembarangan, tapi kalo mau bolos juga terserah kamu ya. Itukan absensi kamu, nilai kamu. Jadi terserah kamu aja, lakuin apa yang kamu mau "
Dua orang mahasiswi semester 3, sedang berbincang di tengah perjalanannya menuju ruang kelas. Mereka juga ingin melakukan apapun sesuai dengan keinginan mereka sendiri, tapi semuanya akan berbalik ke diri sendiri lagi. Baik dampak, nilai dan hasil yang akan mereka peroleh nanti, semua tergantung diri kita sendiri.
^•^•^•^•^•^•^
JP sudah memasukan kembali buku tebalnya kedalam tas, dia berdiri untuk kembali ke ruang sesi pertama mereka memasuki kampus.
__ADS_1
" Aku yang ingin berteman denganmu " ucapan Dion menghentikan langkah JP. Dia tetap berdiri ditempatnya, namun tak menanyakan apa maksud dari perkataan Dion yang tiba-tiba itu.
Melihat sikap JP yang lagi-lagi cuek, Dion menghela napas sebelum menjelaskan maksud perkataannya tadi.
" Saat aku menghentikan ucapanku tadi, kamu tanya hanya apa kan? " pancing Dion.
" Makanya sekarang aku jawab, kalo sebenarnya aku yang ingin berteman sama kamu lebih dulu " sambung Dion.
" Lalu? " memang benar-benar cuek ya si JP itu.
" Ayo kita kembali ke ruangan " ajak Dion merangkul kembali pundak JP.
JP menatap tajam ke arah Dion, dia sama sekali tidak suka dengan anak yang sok akrab dengannya.
" Sudah, jangan dipikirkan lagi " seru Dion. Dia berjalan lebih cepat untuk mendahului JP masuk ke ruangan.
Dan saat JP kembali kedalam ruangan, tempat dimana dia dan beberapa teman juniornya tadi melakukan sesi perkenalan. Bisikan tiap bisikan terdengar lagi, gunjingan demi gunjingan tak kalah memasuki jiwa gadis gadis centil nan kepo.
" Jadi dia si JP yang gentleman itu? "
" Kenapa bisa ada cowok setampan itu disini? "
" Wajahnya bahkan jauh lebih tampan dibanding artis yang mampang di majalah "
" Tapi katanya dia cowok paling cuek di kampus ini "
" Kata siapa? "
" Sudah keliatan dari mukanya, dia bahkan tidak pernah tersenyum sedikitpun saat kita semua tertawa terpingkal-pingkal, saat sesi perkenalan tadi siang "
" Benarkah? Tapi kalo punya cowok setampan dia, aku juga rela dicuekin. Asalkan dia selalu standby di sisiku "
" Dasar, gila tampang kamu ya "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Note : Apapun yang kita lakukan, baik dampak baik ataupun buruk, semua pasti akan kembali ke diri kita sendiri.
__ADS_1
°•°•°•°•°•°•°•°