
" Wah, sweet banget sih " celetuk Mora.
" Astaga, kaget aku " decak Lanlan.
" Itu dari Dhan, kan? Cie cie " lanjut Mora.
" Apaan sih, Ra " sangkal Lanlan.
" Aku tau, kenapa Dhan keliatan ngga suka waktu kita bilang kalo Kak Reno itu suka sama kamu, Lan. Ternyata dia naksir juga sama kamu toh " tambah Gaby menyimpulkan.
" Astaga, kalian ini pada kenapa sih? " ucap Lanlan tak habis pikir.
" Ngga apa-apa kok " jawab Gaby tersenyum lebar.
" Eh, coba deh itu dibuka. Coba kita liat isinya apaan " saran Mora.
" Besok aja lah, sekarang kan udah malem. Lagian kita kan disuruh istirahat cepet, biar besok bisa pulang ke kampus lebih pagi " jelas Lanlan.
Sebenarnya Lanlan sendiri juga penasaran, kira-kira kotak yang Dhan berikan itu berisi apa? Namun rasa kantuk karena lelah seharian, membuatnya memilih untuk tidur.
" Yah, tapi Lan, kita kan penasaran. Masa kamu ngga penasaran sih? " pancing Mora.
" Tau nih, kayaknya Lanlan bahkan lebih penasaran deh dari kita, cuma dia agak gengsi buat bukanya. Takut kita mojokin dia terus kayaknya " timpal Gaby.
" Iya iya, jujur ya aku juga penasaran. Tapi, sekarang itu udah malam. Nanti kalo ada APK keliling yang lewat, terus liat kita belum pada tidur, gimana? " jelas Lanlan jujur.
" Besok aja ya liatnya, kan masih ada banyak hari. Sekarang aku cape banget, ngantuk juga " bujuk Lanlan.
Mau rengekan, bujukan, bahkan dengan kata-kata pancingan pun, Gaby dan Mora tidak akan berhasil membuat Lanlan menuruti keinginan mereka untuk membuka kotak pemberian Dhan itu.
" Oke, besok ya? Janji loh " ucap Gaby membuat kesepakatan.
" Iya Lan, pokoknya kamu jangan buka kotak itu duluan loh ya. Kamu bilang besok berarti besok, harus bareng kita pokoknya " Mora membuat Lanlan kalah telak.
__ADS_1
" Iya iya, aku janji " balas Lanlan. Jujur, sebenarnya Lanlan mempunyai niat untuk membuka kotak itu setelah Gaby dan Mora tertidur. Namun, janji yang ia ucapkan tak bisa dilanggar. Sedangkan kalau dia tidak berjanji, maka kedua gadis disampingnya itu, pasti akan terus menagihnya malam ini.
" Oke, kamu udah janji loh ya. Harus ditepatin tuh " sindir Mora.
" Udah, mending kita tidur sekarang biar besok bisa bangun pagi terus buka itu deh " saran Gaby, merangkul pundak kedua sahabatnya menuju tempat tidur.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
Jam tangan cantik yang melingkar di tangan kiri Lanlan, telah menunjukkan pukul 12 malam. Berulang kali ia mencoba memejamkan mata, namun rasa itu terus saja muncul.
Kedua temannya telah sampai di alam terindah masing masing, kanan dan kiri tidak ada ruang sedikit pun untuknya menggeser posisi. Meski terasa sangat lelah, kantuk yang awalnya tidak bisa ia tahan. Kini tak membuatnya beralasan untuk pergi ke alam mimpi.
Lanlan mencoba menggeser kedua tangan yang mengikatnya dari arah kanan dan kiri, kedua tangan itu sengaja diletakkan si pemilik diatas tubuh Lanlan. Hal itu sengaja mereka lakukan agar Lanlan tidak bisa kabur di tengah malam, untuk mencuri lihat apa yang mereka penasarankan.
30 menit berlalu begitu saja, namun mata tidak memperbolehkan si pemiliknya untuk tidur. Akhirnya Lanlan memantapkan diri untuk keluar dari tenda, sekedar mencari angin sebagai penghilang rasa jenuh.
" Buka sekarang ngga ya? " pikirnya.
" Aku penasaran isinya apaan, apa mungkin sebuah kalung atau gelang? " pikiran Lanlan melayang jauh, rasa penasarannya membuat banyak sekali pertanyaan dan kemungkinan.
" Tapi kalo misalnya kalung atau gelang, kayaknya ngga mungkin deh. Aku sama Dhan kan ngga sedeket itu, sampe dia mau ngasih barang begituan " antara hati dan pikirannya saling beradu argumen, saling menebak dan membuat kemungkinan paling mungkin.
" Hmmh... heeeeuuuhh " menarik napas panjang lalu menghempaskan dengan kasar.
" Udahlah, buka besok aja bareng temen temen " celetuknya kemudian.
Disaat Lanlan akan kembali masuk tenda, sayup sayup terdengar seperti ada orang yang tengah berbincang-bincang. Tapi, terdengar dari nadanya seperti orang yamg mengalami kesedihan yang begitu dalam.
Rasa penasaran kembali merasukinya, ia pun berjalan mendekat ke arah sumber suara. Agak jauh memang dari tenda, namun semakin ia mendekat, semakin jelas dan rasanya Lanlan seperti mengenal suara tersebut.
Terlihat sosok pria, Lanlan tak dapat melihat siapa sosok itu. Pria itu duduk membelakanginya, menghadap ke arah hutan. Tapi yang membuat Lanlan penasaran adalah ada suara tangis disela percakapan. Apa mungkin pria itu tengah menangis? Tapi, kenapa dia harus menangis ditempat seperti ini? batinnya.
" Pa, Ma, Dhan janji. Dhan pasti akan mencari dan kembali menemukan Putri. Papa dan Mama yang tenang disana, doakan Dhan supaya bisa segera menemukan keberadaan Putri " ucapnya lirih, isak tangis tampak terdengar meski tak bagitu jelas.
__ADS_1
Dhan, ia terbangun ditengah malam karena memimpikan kedua orang tuanya. Entah apa yang ia impikan, hingga membuatnya seperti ini.
" Papa, Mama? Putri? Dia bicara soal apa? Siapa Putri itu? " ucap Lanlan lirih.
Ia berjalan hingga membuatnya hanya berjarak beberapa langkah saja.
" Siapa kamu? " tanya Dhan berbalik arah.
" Haaahh " Lanlan terkejut akan pertanyaan tiba tiba Dhan, hingga membuatnya oleng dan hampir terjatuh, namun berhasil ditangkap oleh Dhan.
Posisi mereka terlihat cukup bagus, Dhan yang menopang tubuh Lanlan membuat mereka berdua beradu pandang. Sepersekian detik saling tatap, Dhan dengan tiba-tiba melepaskan tangannya dan membuat gadis dalam pelukannya jatuh keatas tanah.
" Aww " Lanlan merintih, merasakan sakit di punggungnya.
" Apa yang kamu lakukan? " lanjutnya berseru.
" Kamu sendiri? " justru pertanyaan balik yang Dhan layangkan.
" Aku.. aku ngga ngapa-ngapain kok " jawab Lanlan.
" Terus ngapain disini? " selidik Dhan lagi.
" Enggak " Lanlan berbalik berniat menjauhi Dhan.
Sikapnya yang seperti itu justru membuat Lanlan enggan, untuk menanyakan masalah yang didengarnya barusan.
" Tunggu " ucap Dhan, berusaha menghentikan langkah kaki Lanlan.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
Kenapa Dhan menghentikan Lanlan? Apa yang ingin Dhan katakan setelah menghentikannya?
Untuk tau lebih lanjut kisah mereka berdua, tunggu next episode ya 👌☺🙏🙏
__ADS_1