Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 32


__ADS_3

Berkumpul di ruang tengah.


" Om minta kalian untuk tinggal disini " ucapan itu terdengar seperti permintaan sekaligus perintah.


" Emangnya ada apa, Om? " tanya Dhan.


" Tidak ada apa-apa. Om hanya ingin tinggal bersama kalian selama disini " jelasnya.


" Kalian mau kan? Kalian tidak keberatan, bukan? " penuturan Tasya penuh penekanan.


Dua saudara kandung yang baru mengetahui identitas itu saling menatap. Tatapan penuh arti. Tatapan untuk mencari jawaban yang pasti.


" Kenapa? Kalian tidak mau? " ucap Tasya tiba-tiba.


" Mau kok " jawab mereka kompak. Karena kaget dengan pertanyaan Tasya yang terlontar secara tiba-tiba, membuat mereka menjawab bersamaan.


" Baguslah kalau begitu. Rencananya Om akan tinggal beberapa bulan disini, untuk melihat dan mengawasi perkembangan kalian. " jelasnya lagi.


" Perkembangan? Maksud Om Rasya? " tanya Gaby tak paham.


" Iya, perkembangan kalian. Dari semua aspek " balas Rasya.


" Semua aspek? Seperti? " ucap Dhan.

__ADS_1


" Kehidupan belajar dan sekolah kalian, kehidupan sosial juga kehidupan asmara tentunya " jelas Tasya.


" Kehidupan asmara, Tante? " ulang Gaby.


" Iya, pacar. Memangnya kalian belum punya pacar? " tanya Tasya.


Dhan juga Gaby menggeleng bersama. Untuk saat ini, tidak terfikir oleh mereka untuk mencari kekasih hati. Toh, kalau sudah waktunya juga pasti datang sendiri.


" Astaga, Mas Rasya liat keponakan kamu " serunya pada suami.


" Kenapa memang kalau mereka belum punya pacar? Ada yang salah? " pernyataan Rasya malah terdengar menyalahkan dan menyudutkan istrinya.


" Salah dong, masa sudah mahasiswa belum ada pasangan " balas Tasya.


" Dhan belum kepikiran soal itu Tante, Dhan kan udah bilang kalo Dhan mau fokus kuliah dulu " sangkalnya.


" Ngomong-ngomong, mulai sekarang nama kamu bukan lagi Gabriella Rana Amanta. Kamu harus memakai nama yang orang tua kamu berikan " ucap Rasya. Raut mukanya mulai serius lagi.


" Iya Putri. Nanti Tante sama Om yang akan mengurus semuanya. Mulai sekarang kamu adalah anak dari Rafardhan Pramana dan Naresha Permata Putri, saudara kembar Putra Dhan Pramana yaitu Putri Naresh Pramana. " tambah Tasya.


Gaby terkesiap mendengar penuturan Tasya. Dia masih tidak percaya bahwa dia adalah saudara kembar Dhan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°

__ADS_1


" Kak Aya " panggil Ata.


" Hm? Ada apa, Ata? " tanya Lanlan.


" Kakak kenapa lagi? Kok melamun terus " tanya Ata kemudian.


" Kakak ngga apa-apa kok. Kalian ingat ngga temen kakak yang kemarin kakak ceritain, yang dia ada masalah sama sahabat kakak itu? " ucap Lanlan mengingatkan pada dua adiknya tentang masalah Dhan sama Gaby.


" Iya, inget. Emangnya kenapa kak? " tanya Ari.


" Ternyata mereka itu saudara kembar tau " jawab Lanlan.


" Kembar? Kayak kita? " tanya Ata.


" Bukannya mereka cewek sama cowok ya? Emang ada yang kembar cewek cowok gitu kak? " sambung Ata.


" Ih, kamu ini. Ya ada lah, emangnya kalo kembar harus sama. Cewek sama cewek, terus cowok sama cowok? " ucap Ari.


" Ada ya? Aku kira cuma satu jenis, soalnya aku belum pernah nemuin yang kayak gitu, Ri " jelas Ata.


Dua adik kembar Lanlan saling melempar argumen mengenai jenis kelamin anak kembar. Ata, yang belum pernah tau kalau ada kembar berbeda jenis kelamin sedikit tidak percaya. Sedangkan Ari, dia sudah pernah melihat berita dan membaca beberapa artikel mengenai kembar beda jenis kelamin, tampak meyakinkan saudara kembarnya kalau semua itu memang benar adanya.


Cahaya Rembulan memiliki dua adik kembar laki-laki, mereka memiliki nama Matahari Senja dan Matahari Pagi.

__ADS_1


next.....


°•°•°•°•°•°•°•°


__ADS_2