Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 5


__ADS_3

" Ini anak, urat malunya udah ngga ada apa gimana sih? Ganteng-ganteng kok tiduran disini " keluh Mora.


Gaby masih kalut dalam pikirannya, sedang Lanlan tak terlalu menggubrisnya.


" Kenapa kalian berdiri disini? " ujar Dion menangkap basah mereka bertiga.


Suara serak khas Dion menggema di sudut Perpustakaan, sang pemain utama pria yang telah menjadi bahan tontonan 3 gadis itu pun ikut bersuara.


" Pakai baju bagus kalau mau nonton " ucap Dhan. Meski lirih tapi mampu membangunkan lamunan Lanlan.


deg!


Entah bagaimana kata itu sangat menusuk hati Lanlan, ingatan memory akan masa kelam kembali terbuka dan semakin jelas terasa.


Ah..


Rasa sesak di dada sungguh menyiksa, sakit sekali rasanya.


" Kamu kenapa? " tanya Mora, menyadari satu temannya sedang kesakitan.


Lanlan terus memegangi dadanya, rasa sakit itu membuatnya limbung. Hampir saja jatuh andai 2 temannya tidak segera menopang dirinya. Mora dan Gaby segera membawa Lanlan ke ruang UKS, mereka semakin khawatir saat melihat wajah sahabatnya menjadi sangat pucat serta tangannya yang sedingin es.


Dion yang merasa diacuhkan karena tak mendapat jawaban dari pertanyannya, merasa khawatir saat melihat gadis pujaannya kesakitan. Sedangkan Dhan, dia merasa bangga telah mengatakan hal itu. Setidaknya mereka segera pergi, setelah mendengar pengusiran halus darinya. Amat sangat jauh dibandingkan dengan gadis-gadis lainnya. Selain mereka bertiga gadis lain pasti akan semakin terpesona, saat Dhan mengucapkan kata-kata itu. Mereka kira kata itu adalah sebuah kode, dimana pria tampan yang terkenal dengan cueknya mulai membuka pintu hatinya.


" Dia kenapa ya? " gumam Dion.


" Ah sudahlah. Kamu kenapa bisa duduk disini? " tanyanya kemudian, pada sahabat barunya itu.


" Kenapa? Tidak boleh? " jawaban yang Dhan lontarkan justru terdengar menantang.


" Aduh, bisa ngga sih tiap kali ngomong, ngga usah sedingin itu? " protes Dion.


" Tidak suka, terserah " Dhan tak menggubris ucapan Dion, dia justru kembali melanjutkan tidurnya.


" Ish, bener-bener ya nih anak. Sabar Dion, sabar " ucapnya sembari mengelus dada.


°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Gimana Bu, teman kami baik-baik saja, kan? " tanya Mora pada senior yang bertugas di UKS Kampus Mercusuar.


" Dia baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir. Dia hanya butuh istirahat yang cukup untuk menstabilkan emosinya " jelas senior itu.


" O ya, panggil saja Kak Aneth. Saya masih kuliah semester 7, kebetulan hari ini bagian jaga " tambahnya lagi.


" Ah, maaf Kak. Saya tidak bermaksud begitu " ucap Mora merasa tak enak.


" Tidak apa-apa. Kamu bukanlah orang pertama yang memanggil saya dengan sebutan itu, tidak perlu merasa tak enak " jelas Aneth.

__ADS_1


" Iya, makasih banyak Kak Aneth " tulus Mora.


" Kalo gitu, Kakak permisi dulu ya " pamit Aneth.


Mora tersenyum sambil mengangguk, lalu beralih melihat kondisi Lanlan yang tak sadarkan diri.


" Hey, kamu kenapa? " tanya Mora menyenggol sikut Gaby.


Mora merasa aneh dengan sikap kedua temannya itu, kenapa mereka bisa sama-sama melamun, ya? Apa yang sedang mereka berdua pikirkan sebenarnya? batin Mora.


Mora melambaikan tangannya didepan wajah Gaby, dengan terus memanggil namanya.


" Ah " Gaby terkejut dan kembali sadar.


" Ada apa? " tanya Gaby kemudian.


" Harusnya aku dong yang tanya ada apa, kenapa melamun terus sejak dari Perpus tadi? " ucap Mora membalikkan pertanyaan.


" Aku? Kapan aku melamun? Mana ada, kamu ini ada ada aja deh " tolak Gaby tak mengakuinya.


" Heuhh... Oke, kalau kalian berdua sama-sama ngga mau cerita, oke fine. Aku juga ngga bakal cerita apapun sama kalian berdua " ancam Mora.


" Iiii, jangan gitu dong. Jelek lah, masa gitu sih " Gaby merasa tak nyaman sendiri, kalau sampai Mora memperlakukannya seperti itu.


" Kalo ngga mau, cerita makanya ada apa " tambah Mora.


" Oke. Tapi janji ya, harus ceritain apapun masalahnya. Kita pasti bantuin kok, meski tidak bisa bantu sekalipun, setidaknya beban di hati sedikit berkurang " jelas Mora. Berharap tidak ada rahasia apapun diantara mereka berdua, mengingat persahabatan mereka sudah berlangsung sejak masih di Taman Kanak-Kanak.


" Iya, oke. Janji " Gaby mengacungkan jari kelingkingnya dan ditaut oleh Mora.


Mereka tersenyum, satu masalah sudah selesai. Sekarang hanya tinggal menunggu Lanlan sadar, agar bisa menanyakan apa masalah yang dialaminya hingga merasakan sakit di dada.


" Aww " rintih Lanlan.


" Lanlan, kamu sudah sadar? " seru Gaby.


" Gimana? Sudah enakkan belum? " tanya Mora memastikan.


" Aku dimana? " tanya Lanlan, melihat ke sekeliling.


" Ini di ruang UKS, tadi kamu pingsan saat diperjalanan kesini " jawab Mora. Gaby hanya terdiam, karena pikirannya saat itu juga sedang kalut.


" Berapa lama aku ngga sadar? " tanya Lanlan lagi.


" Sekitar 2 jam kayaknya " jawab Mora.


" Apa? Aku bolos mata kuliah pertama dong? " ucap Lanlan syok. Bagaimana tidak, di hari pertamanya menjadi mahasiswa dan di jam pertama mata kuliahnya, dia malah tidak masuk kelas.

__ADS_1


" Tenang aja, Kak Aneth udah kasih surat keterangan sama dosen kok " jelas Mora.


" Kak Aneth? " tanyanya bingung.


" Iya, Kak Aneth mahasiswi jurusan keperawatan semester tujuh. Dia salah satu yang bertugas di UKS ini " jelas Mora lagi.


" Oh gitu " jawab Lanlan.


°•°•°•°•°•°•°•°•°


" Kak Aneth " sapa seorang pria pada Aneth.


" Ya...... Oh kamu, Reno. Ada apa? " tanya Aneth.


" Engga ada apa-apa kok, tadi aku liat Kak Aneth lari kenceng banget. Kalo boleh tau, ada masalah apa, Kak? " tanya Reno, KPK.


" Oh itu, aku tadi lagi buru-buru. Soalnya takut keburu di absen, entar malah dapet nilai jelek gara-gara hari pertama masuk kampus malah bolos " jelas Aneth.


" Bolos? Siapa Kak? " lanjut Reno.


" Itu mahasiswi baru, tadi pingsan. Terus dibawa ke ruang UKS, makanya Kakak bantu izinin " jelas Kak Aneth lagi.


" Oh, siapa Kak? Kenapa Kakak sampai segitunya? Biasanya Kakak juga minta tolong sama petugas " Reno seakan mengenal Aneth lebih baik daripada orang lain, hingga tau kebiasaannya.


" Kalo ngga salah, tadi temen-temennya manggil Lalan apa Lanlan gitu " ungkap Aneth mengira-ngira.


" Lanlan? " ulang Reno, seperti tak asing mendengar namanya.


" Iya, Mahasiswa baru. Masa kamu ngga tau " singgung Aneth.


" Iya tau kok, pantes kayak yang ngga asing gitu " jawab Reno.


" Kasihan dia, di hari pertama masuk kampus malah ngga bisa masuk " ungkap Aneth prihatin.


" Kalo boleh tau, dia pingsan karena apa Kak? " tanya Reno penasaran juga.


" Aku juga ngga begitu tau, tapi yang pasti dia keliatan sangat tertekan. Sepertinya dia menyimpan rahasia yang besar dalam hidupnya " ucap Aneth menerka-nerka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°\=°...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Note : Tak perlu malu ataupun takut bercerita. Ungkapkan apa yang menjadi pengganjal dalam hatimu. Bercerita adalah salah satu obat untuk mengatasi suatu masalah 😇


^•^•^•^•^•^•^•^

__ADS_1


Selamat membaca episode 4 & 5 ☺ jangan lupakan tiap kata yang di bold di episode pertama ya 👍 makasih 🙏


__ADS_2