Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar

Cahaya Bulan Dilangit Mercusuar
Episode 46


__ADS_3

" Kamu? "


" Ka... kamu ngapain disini? " suara Lanlan terasa tercekat ditenggorokan.


" Hahaha, lucu sekali ya. Sangat lucu. Lihat dirimu Aya, siapa tadi yang begitu bersemangat menjelek-jelekkan namaku? Terus, ada apa denganmu sekarang, hah? " ucap Arya.


Rupanya laki-laki yang baru saja datang, mengejutkan semua orang adalah Arya Sangsangan. Tokoh yang baru saja Lanlan ceritakan.


" Aku minta tolong kamu berhenti membuat masalah " pinta Dhan.


" Masalah? Justru dia yang buat masalah disini " ucap Arya.


" Lan, dia siapa? " tanya Putri, karena memang belum tau siapa laki-laki dihadapan mereka.


" Namanya Arya Sangsangan, dia laki-laki yang baru aja aku ceritain " jelas Lanlan.


" Oooh, jadi ini laki-laki ngga tau malu itu? Tampang aja keren, kelakuan kok melenceng " ejek Putri.


" Apa kamu bilang? " geram Arya.


" Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut? " lerai Reno. Dia baru saja keluar dari ruangannya, namun terdengar suara keributan dari arah taman.


" Kak Reno? " sebut semua orang.


" Ngga ada apa-apa kok, Kak. Cuma salah paham aja " jawab Lanlan.

__ADS_1


" Arya, kamu disini? Sudah kenalan sama teman yang lain rupanya " ucap Reno.


" Ah, iya Kak " balas Arya, tersenyum kaku.


" Apa? Maksud Kak Reno, dia? " kejut Lanlan.


" Iya, Arya mahasiswa baru di kampus kita. Aku harap kalian semua bisa berteman baik " pinta Reno kemudian.


" Ngga mungkin, itu ngga mungkin Kak " Lanlan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Setelah bertahun-tahun lamanya dia merasakan trauma, sekarang disaat dia mulai menjalani hidup yang normal. Kenapa orang masa lalu itu kembali muncul?


Kejadian-kejadian di masa lalu kembali hadir dalam ingatan. Lanlan pergi menjauhi mereka semua tanpa sepatah kata pun terucap. Hidup normal yang dia rasakan beberapa bulan ini, haruskah hilang dalam sekejap?


" Lan " seru Putri dan Mora memanggil, namun tak dihiraukan.


" Ada apa sama Lanlan? " tanya Reno, perasaan canggung dan bingung dia rasakan setelah kepergian Lanlan.


" Kak Reno tanya aja sendiri sama mahasisawa baru itu " jawab Dhan. Dia juga menyusul Lanlan bersama dengan Putri dan Mora, lalu diikuti oleh Dion.


" Ini? Ada apa ini sebenarnya? Arya, apa kamu tau apa yang terjadi? " ucap Reno semakin dibuat bingung oleh jawaban Dhan.


" Ngga apa-apa Kak, ada sedikit kesalahpahaman tadi. Kalau gitu, aku pamit dulu Kak " ucap Arya.


" Oh, oke. Tolong kamu selesaikan ya, jangan sampai salah paham itu berlarut-larut " pinta Reno.

__ADS_1


" Iya Kak, saya permisi " pamit Arya. Entah kemana dia pergi, yang jelas bukan sesuatu yang baik jika dia berada di Kampus Mercusuar.


Lanlan pergi menuju tempat dimana sepedahnya terparkir. Tanpa pikir panjang lagi, dia meninggalkan kampus sebelum kelas kuliahnya selesai.


" Lan " panggil Putri. Sekencang apapun dia berteriak, tidak akan Lanlan pedulikan.


" Gimana? Mana Lanlan? " tanya Dhan.


" Ngga bisa dikejar, dia udah keluar dari kampus " jawab Putri.


" Kayaknya dia pulang ke rumahnya deh " timpal Mora.


" Pulang? Kamu yakin? " tanya Putri.


" Dimana rumahnya? Kamu tau alamatnya? " tanya Dhan sebelum Mora bisa menjawab pertanyaan yang Putri ajukan.


" Aku tau, aku pernah berkunjung sekali ke rumahnya " jawab Mora yakin.


" Kita kesana sekarang " sahut Putri.


Mereka berempat menuju rumah Lanlan menggunakan mobil yang Dhan kendarai. Mobil itu milik Pamannya, Rasya. Rasya memang membelikan Dhan mobil, agar dia dan Putri bisa berangkat ke kampus tanpa harus naik bis.


¤•¤•¤•¤•¤•¤•¤


" Aya, aku ingin melihatmu seperti dulu lagi. Sendiri tanpa teman, tanpa ada orang yang peduli sama kamu "

__ADS_1


.


.


__ADS_2