CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 21


__ADS_3

BAB 21 🌹


" Mas, mereka lagi? kenapa mereka mengenal Sheila, itu artinya mereka juga mengenal Febri." ucap bu Fatma.


" Iya Sayang...


Mereka berempat menuju kearah mereka bertiga.


" Apalagi yang ingin kalian lakukan dengan Mbak Sheila?!" tanya Alvaro sembari menatap kearah mereka berdua.


"Sudah cukup kalian membuat Dia menderita." ucap Arsya


" Kenapa ingin kalian tambah lagi penderitaannya." sambung Dewa.


" Sudah cukup juga kalian memisahkannya dengan suaminya?" ucap Bima sontak saja membuat Ibu Fatma dan Pak Dedi terkejut mendengar ucapan Bima itu.


" Suaminya? hahaha... memangnya kalian tahu dia sudah bersuami? Oh.. aku tahu kalian mungkin sudah mengetahuinya saat kalian pernah berbicara dengannya saat pertama kali kalian berada di cafe ini, kalian itu kena bohongi oleh dia, dia belum bersuami!" sambung Pak Dedi berusaha menutupi kebenaran dari Sheila dan menutupi rasa terkejutnya karena mereka berempat mengetahui kalau Sheila sudah memiliki suami.


" Sudahlah Pak Dedi! Kamu tidak usah bohong! kami juga sudah mengetahui semuanya dan kami juga tahu kalau kamu sudah kehilangan Febri suaminya Sheila kan?!" ucap Dewa.


Di saat Dewa mengucapkan seperti itu, Pak Dedi dan Bu Fatma lagi-lagi terkejut dan dia berdua tidak bisa menutupi lagi rasa terkejutnya dan membelalakkan matanya, Bu Fatma pun kemudian melangkah mendekat mereka dengan senyumannya.


" Eh Nyi reot!tidak usah kamu senyum seperti itu dengan kami, terutama aku yang sejak pertama kali berada di cafe ini kamu sudah memberikan senyuman Alot kamu itu! tidak perlu kamu memberikannya pada ku lagi, karena kami sudah mengetahui kejahatan dan kejelekan kalian, lebih baik kalian bertobat dan mohon ampun pada yang Maha Kuasa atas perbuatan kalian kepada mbak Sheila dan Febri." ucap Dewa dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


" Kalian salah paham dengan kami, kami adalah orang tua angkatnya Febri, kami juga sangat sedih melihat keadaan Febri yang sakit, kami jadi berbuat seperti ini pada Sheila istrinya karena dia ingin meninggalkan suaminya di saat suaminya sudah tidak berdaya seperti itu." ujar bu Fatma hendak mengendalikan suasana, mendengar ucapan Bu Fatma seperti itu membuat Bima terlihat emosi.


" Heh! kamu bilang kamu itu dianggap sebagai orang tua oleh Sheila dan Febri, tapi kamu sudah mencelakainya dan kamu juga tidak mengurusnya seperti layaknya orang yang sakit, kamu tidak mengajaknya ke rumah sakit dan kamu hanya mengurusnya di sebuah kamar yang kecil dan tidak layak, rumah kalian gede tapi kalian menempatkan Febri seenak hati kalian aja, dimana hati kalian hah!!mau kalian aku ambil hati kalian itu sekalian biar kalian tidak punya hati sekalian dan aku berikan pada penghuni hutan hah!!Yang ada di pikiran kalian berdua adalah uang, kekayaan, yang seharusnya kalian sendiri mencarinya bukan mengharapkan hak milik orang lain! kesel aku jadinya, emosi juga nih aku jadinya!" ucap Bima tanpa ada titik komanya bicara.


" Eh! tahu apa kamu tentang Febri kalau memang Febri itu berteman dengan kalian kenapa di saat Febri kesusahan dan sakit seperti itu kalian tidak datang, itu artinya kalian hanya ikut-ikutan hanya ingin membantu Sheila aja, karena dia ingin minta bantuan kalian, kalian salah menilai aku dan suamiku."


" Heh Belalang sembah! nggak usah deh bertele-tele bicaranya, kalian sudah ketahuan nggak usah lagi berlindung dari ucapan kalian itu!!' ucap Dewa.


" Kalian mengikut campuri urusan Febri dan Sheila memangnya kalian itu siapa? kalian itu orang baru di daerah sini terutama di cafe ini, karena kami berdua semenjak memiliki cafe ini tidak pernah melihat kalian berempat ini, kalian baru aja pertama kali ke cafe Ini sudah mau sok-sokan jadi pahlawan dan jagoan, sadar diri kalian semua, ngaca kalau kalian itu tidak ada apa-apanya dibanting kami, aku bisa saja memanggil pengacara aku bisa saja memanggil pihak yang berwajib karena kami tidak ingin urusan kami di ikut campuri oleh kalian berempat." ucapan pak Dedy mulai emosinya meninggi dianggukkan oleh Ibu Fatma dan mereka berdua pun bersedekap tangan di dada seakan-akan menantang ke empat orang tersebut.


" Kalian mau tahu siapa Kami berempat ini? kenapa kami mengikut campuri urusan kalian dan perbuatan kalian yang sudah berbuat semena-mena seperti memisahkan pasangan suami istri dan mengambil hak orang lain seperti usaha orang lain yang sudah susah payah mereka kembangkan dan seenaknya kalian mengambilnya." ucap Dewa.


" Siapa kalian sebenarnya?! Kenapa kalian ikut campur! dan apa hubungannya kalian dengan Sheila dan Febri,ini urusan keluarga kami."


" Diam kamu Sheila! urusan kita berdua belum selesai Aku ingin menanyakan kepada 4 orang ini siapa mereka sebenarnya, Kenapa mereka mencampuri urusan aku, kamu dan Febri, Kenapa mereka harus ikut campur di dalamnya." ucap Bu Fatma seraya menatap ke arah Sheila.


Sheila hanya menghela napasnya dengan panjang, saat Sheila hendak menjawab perkataan Ibu Fatma itu, Bima langsung menyentuh pundak Sheila, Sheila menatap kearah Bima, dia melihat Bima mengisyaratkan agar Sheila tetap diam.


Ibu Fatma kemudian menatap kembali ke arah mereka berempat yang ada di hadapannya dengan posisi mereka berempat mensedekapkan tangannya di dada.


" Kalian itu sebenarnya siapa?! kenapa ikut urusan kami.?!" ucap Bu Fatma.


" Aku adalah Bima sakti,Ahli taekwondo di perusahaan elit, sekali tanganku mengepal kalian akan menjadi kurus kering seperti tidak pernah makan bertahun-tahun.

__ADS_1


ucap Bima sembari maju selangkah.


" Aku adalah Arsya pengacara khusus perusahaan elit sekali ucap mungkin kalian Akan berpindah tempat."


" Aku adalah Dewa dokter khusus perusahaan elit sekali suntik kalian mungkin sudah ada di dunia lain."


" Dan Aku adalah Alvaro pemimpin sekaligus pemilik perusahaan elit yang mereka katakan itu."


Awalnya sepasang suami istri itu terkejut dengan ucapan mereka, namun sepasang suami istri itu pintar menyembunyikan rasa terkejutnya dan mereka berdua saling pandang.


" Haah?! perusahaan elit? Jangan mimpi kalian ini berucap seperti itu, kalian hanyalah bermodalkan dengan omongan belaka, tanpa ada kenyataannya.. hahaha.." ucap Bu Fatma disambut Pak Dedi dengan tawa yang lepas.


" Silakan kalian tertawa aku yakin setelah kalian mendengar nama perusahaan itu kalian tidak bisa lagi menyembunyikan rasa terkejut kalian itu!" ucap Bima.


" Oh rupanya kalian tidak kenal ya perusahaan itu siapa pemiliknya dan kawan-kawannya melegenda di kalangan penghuni kota di sini."


sambung Arsa santai.


Lagi-lagi sepang suami istri itu saling pandang.


" Dengar ucapanku dan buka telinga kalian berdua lebar-lebar dari mana kami berasal! kami berasal dari perusahaan Wibawa group, yang didirikan oleh Datuk moyang kami Anton Wibawa dikembangkan oleh anak sulungnya Kakek kami Andre Praja Wibawa dan diwariskan pada anaknya yaitu Om kami Abiasa Putra Wibawa dan dilanjutkan sekarang cucunya Alvaro Putra Bias Wibawa yang sekarang ada dihadapan kalian ini! bagaimana? kalian masih tidak mengetahui bagaimana sepak terjang keluarga Wibawa dan kawan-kawannya? mungkin kalian tidak merasa dengan kakek dan Om kami, tapi kalian sekarang merasa dengan keturunan Wibawa dan teman-temannya!!" ucap Dewa


sembari menatap lekat ke arah kedua orang tersebut yang memang benar tidak bisa menyembunyikan lagi rasa terkejutnya, begitu mendengar kata Wibawa sepasang suami istri itu pun terbelalak matanya dan dengan mulut terbuka setelah mengetahui Siapa Mereka berempat sebenarnya yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2