CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 57


__ADS_3

BAB 57🌹


" Ayana! Kamu berani sekali menantang aku sekarang, punguti uang itu dan segera kamu pergi dari hadapanku! kalau kamu masih berada di sini aku akan memecat kamu."


" Saya tidak sudi untuk mengambil uang itu! Karena itu bukan uang saya! Kalau bapak ingin mengambilnya, silakan ambil saja!" Ucap Ayana sembari berbalik arah, namun dengan cepat Farhan langsung menyentuh tangan Ayana dan mencengkramnya sedikit kencang, membuat Ayana meringis kesakitan, melihat tangan Ayana dipegang dengan kuat oleh Farhan, Lani pun kemudian ingin melepaskannya, Namun sayangnya tangan kanan Pak Farhan memberikan gamparan pada Lani membuat Lani terjatuh, melihat itu semua Arsya pun langsung keluar dari persembunyiannya dan dia langsung bersuara.


" Hai! Apa yang kamu lakukan dengan kedua wanita itu! Kamu tidak pantas untuk memperlakukan dua wanita itu dengan kas*ar seperti itu, Kamu itu laki-laki tidak layak kamu mencari lawan berkelahi seorang wanita, kalau kamu berani sini lawan aku!" ucap Arsya, mereka bertiga langsung menoleh ke arah Arsya yang mendekati mereka.


Farhan langsung melepaskan tangan Ayana dengan kencang, membuat Ayana lagi-lagi meringis karena terasa sakit.


" Ayana, kamu tidak apa-apa?" Tanya Lani.


" Aku tidak apa-apa, cuma tanganku sedikit sakit." Jawab Ayana mengusap tangannya sembari melihat ke arah Arsya.


" Ayana bukankah itu laki-laki tadi? sepertinya dia memang mengikuti kamu Ayana."


Ayana hanya menoleh sesaat kearah Lani.


" Siapa kamu! Kenapa kamu ikut campur dalam urusan ku."


" Aku tidak mencampuri urusan kamu, karena aku melihat kamu bersikap tidak sebagaimana mestinya dengan seorang wanita."


" Itu bukan urusan kamu, ini adalah urusan di restoran ini."


" Tapi sekarang ini akan menjadi urusan ku! Karena aku sudah melihat kejadian ini." Ucapnya dengan santai.


" Memangnya ada hubungan apa kamu dengan wanita itu!" Bentak Farhan pada Arsya.

__ADS_1


Arsya tersenyum sembari menatap ke arah Farhan dengan kedua tangan bersendekap didada.


" Apa perlu aku jelaskan siapa aku bagi wanita itu ( sembari menunjuk kearah Ayana) Kalau aku jelaskan siapa aku sebenarnya kamu pasti akan merasa ketakutan!" Ucapnya tersenyum.


" Heh! Memangnya kamu siapanya hah? Lekasihnya? suaminya? Atau orang yang hanya kebetulan melihat kejadian ini saja!"


" Hahaha...Tebakan kamu benar sekali, aku adalah salah satu dari kata-kata kamu itu.!" Ucap Arsya penuh nada penekanan dikata-katanya.


" Siapa kamu sebenarnya!"


Arsya kemudian mendekati Farhan dan langsung memegang kedua kerah baju Farhan dengan kedua tangannya membuat Farhan terkejut.


" Kamu mau tahu kan siapa aku hah!! Inilah aku.!!" Ucap Arsya dengan posisi mencengram kuat kerah bajunya Farhan dengan muka marahnya.


" Siapa kamu!" Ucap Farhan terbata-bata dan menahan emosinya karena diperlakukan Arsya dengan mencengkram kerah bajunya dengan kedua tangannya itu, Farhan hanya bisa memegang tangan Arsya agar cengkraman Arsya sedikit longgar karena Farhan merasa sedikit kesulitan bernafas dikarenakan cengkraman Arsya kencang sekali dirasakan Farhan.


Mendengar ucapan Arsya, Ayana pun terkejut, dia saling pandang dengan Lani, karena mereka berdua tidak percaya dengan ucapan Arsya, Ayana pun kemudian menepuk jidatnya sendiri.


" Astaga! Apa yang dikatakannya? Aku baru kenal dengannya, bahkan hanya beberapa menit tadi."


" Ayana apa yang harus kita lakukan? kalau seandainya nantinya pak Farhan akan bicara pada Pak Hendri tentang ini semua, kita pasti akan celaka... terutama kamu Ayana..." Ucap Lani sembari merangkul tangan Ayana.


Ayana hanya mengganggukan kepalanya, dia tidak bisa berpikir jernih karena mendengar ucapan dari Arsya, Arsya kemudian mendorong Farhan dengan sedikit kuat, membuat Farhan hilang keseimbangan dan terjerembab jatuh ke lantai ubin keramik tersebut, kemudian Arsya pun mendekatinya sembari terjongkok dan menarik kembali kerah bajunya Farhan.


" Siapa kamu sebenarnya, kamu akan berhadapan dengan pimpinan kami, karena kamu sudah membuat onar di restoran ini, dan asal kamu tahu wanita itu adalah wanita simpanan pak Hendri manajer hotel ini!"


Arsya terkejut, namun dia langsung menyembunyikan rasa terkejutnya.

__ADS_1


" Bohong! Aku bukan simpanan siapa pun!" Ucap Ayana membela dirinya, Arsya menoleh sesaat kearah Ayana, lalu dia menatap kembali kearah Farhan.


Arsya lebih kuat lagi mencengkram kerah baju Farhan.


" Silahkan kamu katakan pada pimpinan kamu! Kalau kamu ingin mengetahui siapa aku, katakan pada pimpinan kamu itu, aku menginap di hotel Wibawa ini, dengan nomor kamar 182!! Silahkan kamu katakan sekarang padanya!!" Ucapnya sembari mendorongnya kembali, Arsya kemudian berdiri dari jongkoknya, dan mengepakkan kedua tangannya, Farhan kemudian berdiri dengan cepat dan dia langsung menuju ke arah Arsya.


" Aku akan katakan ini semua, dan tunggu saja pembalasanku!" ucapnya sembari berlalu dari hadapan mereka bertiga.


Arsya kemudian mendekati mereka berdua.


" Apa yang kamu lakukan pada Pak Farhan, kamu mengatakan itu padanya kalau kamu adalah calon suamiku, aku tidak kenal denganmu! Kenapa kamu berbicara seperti itu padanya, sama aja kamu menjadikan aku pengangguran nantinya, kamu tidak tahu kalau aku tidak bekerja ada seorang ayah yang harus aku rawat karena aku adalah punggung keluargaku."


" Maafkan aku, karena aku tidak ingin melihat kalian di sakiti seperti itu."


Ayana menghela nafasnya dengan panjang.


" Tapi tidak begini caranya Mas! Kamu ini aneh, tadi mengatakan aku ini membawa jaket kamu, sekarang mengatakan calon suamiku, sedangkan kamu tidak tahu bagaimana jahatnya manajer kami itu! Aduh! Apa yang akan aku katakan nantinya pada Ayah! Kalau sampai aku dipecat dari sini." Ucap Ayana.


" Kamu tidak akan dipecat dari sini."


Ayana dan Lani menatap kearah Arsya.


" Kenapa kamu yakin sekali? Kamu tidak tahu Mas siapa si pak Hendri itu!" Ucap Ayana sedikit khawatir di nada bicaranya.


" Sudahlah kamu berdua jangan Khawatir." Ucap Arsya sembari menatap wajah cantik Ayana.


Ayana salah tingkah saat di pandangi Arsya membuat dia mengalihkan pandangannya kearah Lani, dan Lani hanya mengekoresikan rasa tidak mengertinya itu.

__ADS_1


__ADS_2