CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 58


__ADS_3

BAB 58🌹


" Kenapa lama sekali sih Arsya ke belakangnya?" tanya Bima.


" Oh iya ya, dari tadi kok belum keluar aja dia." sambung Alvaro.


" Ya udah kalian tunggu di sini aku yang akan kebelakang menyusulnya ke sana." Ucap Dewa dianggukan oleh kedua sahabatnya itu, Dewa kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Alvaro dan Bima menuju ke arah belakang, saat sampai di pintu arah menuju ke belakang dia berpapasan dengan Farhan yang sedang marah-marah sembari menepiskan tubuh Dewa karena kurang keseimbangan Dewa pun hampir terjatuh.


" Aits...Hei Karung pasir! Ada apa denganmu?!" Tegur Dewa.


Namun Farhan tidak menghiraukan teguran dari Dewa.


Dewa kemudian menyusul langkah Farhan dan menyentuh pundaknya sembari memutar badannya agar menatap ke arah Dewa.


" Hei! Ada apa denganmu! Kamu memiliki masalah dengan siapa hah! Kenapa kamu sangat kas*ar sekali denganku! Aku tidak ada permasalahan dengan kamu!"


" Kamu jangan ikut campur ya, sudah cukup satu orang yang ikut campur jangan nambah lagi! Karena ini adalah urusanku!" Ucapnya sedikit emosi.


" Hey burung hantu kesiangan! Aku tidak mengikut campuri urusan kamu, tapi sikap kamu itu seolah-olah restoran ini adalah milik kamu sendiri, jalan seenaknya aja nggak lihat-lihat!"


" Iya! Ini restoran memang milik aku, kuasaan aku! Kenapa? Masalah denganmu ?! "


" Aku tidak ada masalah denganmu! Tapi kamu yang sudah membuat masalah denganku!!" Ucap Dewa.

__ADS_1


" Aku tidak membuat masalah denganmu!"


" Heh! Beruang kutup! kamu tidak sadar ya dengan perlakuan kamu saat keluar dari pintu belakang itu, kalau kamu mempunyai masalah dengan orang lain jangan campur adukkan dengan pengunjung di sini.!"


Terdengar suara Dewa dengan filsafatnya itu, Arsya yang berada di belakang langsung menoleh ke arah depan dan dia langsung melangkah meninggalkan Ayana dan Lani.


" Hei Mas, urusan kita belum selesai." Ucap Ayana, namun tidak digubris oleh Arsya, karena dia mendengar suara Dewa yang sedang bertengkar, Ayana dan Lani pun mengejar langkah Arsya.


Arsya melihat Dewa sedang adu mulut dengan Farhan.


" Ada apa Dewa?"


" Nih Ular air, bikin masalah aja, dia marah-marah dari arah belakang nggak tahu menabrak diriku hampir saja aku jatuh dan mengenai meja itu." ucapnya sembari menunjuk ke arah meja yang dekat dengan pintu belakang tersebut.


" Dia ini yang bermasalah denganku di belakang, dia ngumpet-ngumpet itu karena dia merasa sakit hati sudah aku beri pelajaran dirinya." Ucap Arsya.


" Ohhhh!!! Bagus! Kamu mengatakan itu. Aku ingin bertemu langsung dengan manajer hotel ini, katakan pada manajer hotel kalau Bang Toyib dari Arab menginap di hotel Wibawa itu dengan nomor kamar 184, aku tunggu! Katakan juga Bang Toyib bikin onar di resto ini, jangan lupa itu dikatakan!" ucapnya.


" Baguslah itu, kalian mengatakan dengan jelas data diri kalian, aku akan mengatakan kepada manajerku biar kalian tahu rasa, karena kalian sudah bersekongkol membuat onar di restaurant ini." Ucapnya sembari berlalu dari mereka dan melangkah menuju ke arah hotel Wibawa tersebut.


Dewa kemudian menoleh ke arah Arsya, lalu dia menatap ke arah belakang Arsa di mana Ayana dan Lani berada.


" Sebenarnya, ada apa Arsya? Kenapa kamu bermasalah dengan kutu kupret itu."

__ADS_1


" Ceritanya panjang, lebih baik kita duduk dulu bergabung dengan Alvaro dan Bima di meja sana." Ucap Arsya sembari menoleh ke arah belakang.


" Oh ya Mbak berdua, bisakah kita bicara, aku akan menjelaskan semuanya kenapa aku bisa berbicara seperti itu pada laki-laki itu tadi." ucap Arsya sembari menatap ke arah Ayana.


Ayana dan Lani pun menganggukkan kepalanya, mereka berdua mengikuti langkah Arsya dan Dewa menuju ke arah meja di mana Alvaro dan Bima sedang duduk.


Lani dan Ayana mengambil dua kursi dari meja yang lain, Alvaro dan Bima saling pandang dia terkejut karena Dewa dan Arsya yang membawa kedua wanita bersama dengan mereka salah satu dari wanita itu adalah yang dimaksudkan oleh Arsya tadi.


" Silakan duduk Mbak, kita akan bicara." ucap Ayana dianggukan oleh Ayana dan Lani.


" Ada apa sebenarnya Arsya?" tanya Alvaro.


" Aku akan menceritakan semuanya pada kalian." ucap Arsya kemudian dia pun menceritakan duduk permasalahannya di saat dia melihat kedua wanita yang sudah disakiti oleh seorang laki-laki dan dia juga mengatakan pada mereka kata-kata yang keluar begitu saja mengatakan kalau dirinya adalah calon suami dari Ayana, Bima pun tersenyum begitu juga Dewa dan Alvaro mereka tersenyum mendengar perkataan dari Arsya.


" Kalian jangan tersenyum, karena aku keluar begitu saja kata-kata itu mengatakan kalau aku adalah suaminya Mbak ini, karena ceritaku belum selesai..." Protes Arsya


" Baiklah! lanjutkan.." ucap Alvaro masih tersenyum, Arsya pun kemudian melanjutkan bicaranya, Mereka pun mendengarkan semuanya sampai selesai, Ayana pun mengerti akan ucapan dari Arsya karena Arsya hanya refleks mengatakan kata-kata itu.


' Maafkan aku ya Mbak, karena aku sudah berbicara lancang seperti itu."


Ayana hanya menganggukkan kepalanya.


" Tapi sebenarnya ada masalah apa Mbaknya dengan laki-laki itu? " Tanya Bima.

__ADS_1


" Siapa dia dan terdengar tadi sangat dekat sekali dia dengan manager hotel ini?" Tanya Dewa.


Terlihat Ayana dan Lani saling pandang, kemudian mereka berdua pun menghela nafasnya dengan panjang.


__ADS_2