
BAB 52 🌹
Keesokan paginya mereka bersiap-siap untuk melaksanakan tugas yang sudah diberikan oleh Papah Abiyasa, yaitu mencari tahu siapa yang ingin menjual hotel Wibawa itu.
Mereka berkumpul di kantor Wibawa group, mereka bertiga sudah berada di kantor itu, kemudian Alvaro meninggalkan Dewa dan Arsya sebentar untuk mengatakan kepada pihak kantor kalau Bianca naik jabatan menjadi sekretarisnya Bima.
Sedangkan Bima sesuai dengan janjinya dia menjemput Bianca di rumahnya, Bima yang menunggu di dalam mobil itu pun melihat Bianca keluar dari dalam mobil terlihat sangat cantik dengan berpakaian rapi dan rambut terikat sedikit terurai menambah kecantikan Bianca.
Bianca menutup pintu rumah tersebut dan menguncinya, dia melangkah menuju ke arah mobil Bima.
" Udah siap sayang ?" Ucap Bima, Bianca tersenyum manis pada Bima sembari mengganggukan kepalanya, Bianca kemudian masuk ke dalam mobil Bima dan duduk di samping Bima.
Bima kemudian melajukan mobilnya tersebut menuju ke arah Wibawa group, tidak ada suara sama sekali di dalam mobil karena Bianca masih merasa kaku di hadapan Bima, apalagi Bima memperlakukannya seperti orang yang sangat berarti di hidupnya.
" Kamu sudah sarapan?" Tanya Bima.
" Iya aku sudah sarapan, kamu sendiri udah sarapan belum? pastinya sudah kan secara kamu masih ada kedua orang tuamu."
Bima tersenyum..
" Ya aku memang sudah sarapan, kamu nggak usah bicara seperti itu, Aku tidak ingin kamu sedih mengingat kedua orang tuamu, lebih baik kamu doakan agar kedua almarhum orang tuamu itu mendapatkan kebahagiaan di sisinya."
" Hemmm...Aku kadang-kadang masih teringat akan mereka, ditambah lagi aku teringat akan saudara laki-lakiku, tapi aku tidak tahu di mana dia berada, aku juga tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak."
" Kamu jangan khawatir in sya Allah kalau Allah menghendaki kamu akan bertemu dengan saudaramu itu."
Bianca hanya menganggukkan kepalanya sembari berucap dengan pelan kata "Aamiin"
Mobil terus melaju, selang beberapa menit kemudian mobil pun sampai di parkir kantor Wibawa group, Bima memarkirkan mobilnya tersebut dan mereka berdua turun dari mobil berjalan beriringan menuju ke arah ruangannya, semua mata menatap mereka biasa saja, karena di Wibawa grup tidak ada yang sangat ingin tahu dengan rahasia orang lain.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan Bima, terlihat teman mereka sedang duduk di ruangan tersebut.
" Alvaro mana?" Tanya Bima sembari duduk di depan Dewa dan Arsya.
" Alvaro menemui pihak kantor untuk mengatakan tentang Bianca yang menjadi sekretaris kamu itu." Jawab Arsya.
Bima menganggukkan kepalanya.
" Oh ya, aku harus berada di mana?" Tanya Bianca.
" Kamu ada di dalam ruanganku itu." Ucapnya sembari menunjuk ruangannya sendiri dan dianggukan oleh Bianca.
Bianca pun langsung melangkah meninggalkan mereka.
Beberapa saat mereka menunggu Alvaro pun akhirnya datang menemui mereka dan duduk di samping Bima.
" Sebentar..." Jawab Bima.
Mereka semua menoleh ke arah Bima.
" Kalian sadar nggak saat Bianca kemarin berbicara tentang Hendri Bosnya kedua lelaki itu."
" Bianca kan bilang, dia bekerja di sebuah hotel berbintang tapi dia tidak tahu nama hotel tempat si Hendri itu kerja." Sambung Arsya.
" Iya, benar ...Apakah itu Hendri yang dimaksudkan oleh Om Abiyasa manager hotel yang dipercayakan padanya itu?" Sahut Dewa.
" Ya... Bener banget, itu pasti dia Hendri yang dimaksud papah itu adalah Hendri yang itu, lebih baik kita sekarang mencari tahu mereka, kalian sudah membawa barang kalian?" Tanya Alvaro.
Mereka pun mengangguk mendengar ucapan Alvaro itu, saat mereka berdiri dari duduknya Bianca keluar dari ruangan Bima.
__ADS_1
" Eh.... Kalian mau ke mana? Kenapa kalian membawa koper seperti itu?"
Mereka kembali duduk ditempatnya semula.
" Bianca, kamu duduk dulu di sini, kami akan menjelaskan semuanya." Ucap Bima, Bianca pun kemudian melangkah dan duduk di samping Bima.
" Mungkin beberapa hari aku dan teman-teman tidak masuk kerja, dan kamu tetap masuk kerja, karena ada sesuatu yang harus kami selesaikan di luar kantor."
" Tapi kamu nggak bawa koper kaya mereka? "
" Koper aku ada dimobil."
" Kalau boleh tahu kalian mau ke mana?"
Bima kemudian menjelaskan semuanya pada Bianca, agar Bianca memahami kepergian mereka untuk beberapa hari, Bima menceritakan sampai akhir.
" Hendri ? Jangan-jangan Pak Hendri yang rentenir itu ya?"
" Bisa jadi apa yang kamu katakan itu, makanya kami akan menyelidiki itu semua." Sahut Dewa.
" Baiklah kalau kalian memiliki pekerjaan di luar, pesanku hati-hati." Ucap Bianca.
" Pesan hati-hati kamu itu untuk kami atau cuma untuk Bima aja nih?" Sambung Dewa, Bianca tersenyum...
" Ya untuk kalian semua lah, terutama pujaan hatiku. hehehe..." Ucapnya sembari terkekeh.
" Hahahaha... Bisa aja nih cewek bercandanya." sambung Arsya disambut tawa ketiga sahabatnya sedangkan Bianca bersikap manja pada Bima.
Kemudian mereka pun berdiri dan berpamitan pada Bianca, Bianca hanya menganggukkan kepalanya, Mereka pun kemudian meninggalkan ruangan mereka itu menuju ke arah lobby, beberapa saat kemudian mobil Bima melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah hotel berbintang milik keluarga Wibawa itu dan pembasmi noda-noda yang merugikan itu.
__ADS_1