CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 35


__ADS_3

BAB 35🌹


Bima menatap mereka satu persatu karena tatapan mereka semua menjurus ke arahnya dia pun kemudian terkekeh, karena melihat sahabatnya serta Omnya itu merasa terkejut dengan ucapannya.


" Hahaha...(tawa Bima pecah) Ya udah ayo Kita sekarang menuju HRD." Ucap Bkma langsung berdiri dari duduknya.


" Bimaaaaa!!!!" Panggil mereka bertiga membuat Papa Abiyasa tertawa lepas.


" Baiklah karena kalian ingin mengetahui semuanya, berarti kalian mengakui kalau berita yang akan aku beritahu ini sangat menarik sekali."


" Iya sangat menarik, sangat, sangat, sangat dan sangat menarik puas..." Ucap Dewa.


" Heheheh...Gadis yang menyewa aku sebagai pacar sementaranya itu adalah karyawan di Wibawa group sebagai OB, sebenarnya aku tidak percaya kalau OB di sini digaji murah."


" Iya memang di sini tidak ada gajinya yang murah, semuanya standar dengan kehidupan pribadi mereka, sesuai semua karena perusahaan Wibawa group mengutamakan kesejahteraan karyawannya, bukan mengutamakan tenaga karyawannya saja, tapi mengutamakan semua kesejahteraan bagi mereka agar mereka merasa nyaman bekerja di sini." Ucap Papah Abiyasa.


" Tapi dia tidak merasa nyaman Om, karena dia sudah dimanfaatkan oleh pimpinan OB-nya, gaji yang diterima olehnya itu melalui manual dari pimpinan OB-nya, bahkan mereka pun menandatanganinya melalui pimpinan OB-nya Om."


" Apa? Apa kamu tidak salah dengan kata-kata kamu itu Bim?"


Tanya Arsya.


" Tidak...Nara sumber sudah menceritakan semuanya padaku Sya."


" Ini pasti ada yang salah." Ucap Alvaro.


" Benar apa kata kamu Alvaro, ini memang ada yang salah, kita harus menyelidiki semuanya." Sambung Dewa.


" Bahkan dia mau mengundurkan diri karena telat sedikit aja hampir beberapa persen dia tidak menerima gajinya."


" Ya Allah kenapa ini bisa terjadi, kenapa ini bisa tidak aku ketahui, biasanya sedikitpun permasalahan aku selalu mengetahuinya, ini pasti ada kesalahan, memang setiap kepala bagian mengambil gaji dan memandatangani semua untuk anggotanya dan di trasfer via bank." Terang papah Abiyasa.


" Mungkin masalah ini harus kami yang menyelesaikannya Pah, jadi Papah tidak usah ikut dalam permasalahan ini untuk menyelesaikannya, biarkan kami yang bertindak." Ucap Alvaro lagi.

__ADS_1


" Baiklah, kalau kalian ingin bertindak dan Papa seakan-akan tidak mengetahuinya. Nah sekarang papa akan mengenalkan kalian ke pihak HRD Agar kalian bisa bergerak untuk mengetahui siapa saja yang bermain curang di perusahaan kita ini."


" Oke Pah! Kami akan mengikuti saran Papah untuk memperkenalkan diri di hadapan mereka semua dan kami siap untuk menyelidiki semuanya, Kinclong kita akan beraksi!"


" Siap beraksi!" Ucap ketiga sahabat Alvaro.


Mendengar ucapan dari sang anak papah Abiyasa pun terkejut.


" Kenapa Pah? Kenapa Papa terkejut, di saat kami menyebutkan kata Kinclong."


" Hahaha ..." Papah Abiyasa begitu saja tertawa lepas, membuat mereka berempat bingung namun kemudian mereka pun mengikuti Papah Abiyasa tertawa lepas juga.


" Hahaha..."


" Kenapa kalian tertawa?"


" Karena papah tertawa."


" Iya benar Om, mubazir kalau nggak diikuti." sambung Dewa.


" Tapi kenapa papa kok terkejut sih mendengar grup kami?"


" Ya sepertinya keturunan Wibawa dan antek-anteknya mengikuti dedengkot yang terdahulu " ucap Papah Abiyasa.


" Hehehe ...bener banget Om, dulu kakek Andre dan kakek-kakek yang lainnya menamai grup mereka Sabun Colek, Om Abiyasa beserta Mamah dan papah kami menamainya Abu Gosok, perpaduan antara Sabun Colek dan Abu Gosok dijadikan satu menjadilah sebuah grup bernama Kinclong, Hahahaha..." Ucap Dewa sembari tertawa, Mereka pun tertawa bersama Papah Abiyasa menganggukkan kepalanya.


Bima berdiri sembari berkata.


" Udah jangan terlalu banyak tertawa, nanti nggak bisa berhenti hehehe, lebih baik kita segera menuju ke ruangan HRD."


" Eh Bos di sini siapa?" Tanya Dewa.


" Maaf ya Om Abiyasa, Bima hanya mewakilkan saja." Ucap Bima, Mereka pun terkekeh. Kemudian berdiri mengikuti langkah Papah Abiyasa keluar dari ruangannya menuju ke arah ruangan HRD, dimana mereka akan diperkenalkan dengan semua yang ada di ruangan tersebut, kalau mereka adalah karyawan baru dan bertugas dengan posisi yang sudah disediakan yang memang posisi itu masih kosong tidak ada yang bisa menempati posisi tersebut. Karena tidak ada yang mampu untuk menjalankan pekerjaan itu, dan mereka pun semua di situ tidak mengetahui kalau keempat orang yang baru saja melangkah bersama dengan Bos besarnya itu, salah satu dari mereka adalah anak dari Bos Besarnya tersebut, dan ketiga orang anak muda itu juga masih ada hubungan erat dengan keluarga Wibawa, mereka sengaja menyembunyikan identitas mereka sementara waktu, karena mereka ingin menyelidiki semua yang ada di dalam perusahaan keluarga Wibawa itu.

__ADS_1


Dikarena tidak semua orang yang ada di dalam perusahaan yang didirikan oleh kakek dan ayahnya Alvaro itu semuanya orang yang jujur.


Sedikit banyaknya mereka pasti memanfaatkan kebaikan dari Bosnya itu dan tidak merasa puas dengan fasilitas yang sudah diberikan serta kesejahteraan yang mereka dapatkan.


Mereka berlima pun memasuki ruangan HRD dan melihat kedatangan Bos besarnya itu kepala bagian HRD pun langsung mendekati Papa Abiyasa


" Silakan masuk Pak Bos."


Dianggukkan oleh papah Abiyasa, Mereka pun kemudian melangkah menuju ke ruangan kepala bagian tersebut, kepala bagian itu pun mempersilahkan Bos besarnya itu duduk di sofa yang sudah tersedia di ruangan itu diikuti Alvara dan ketiga sahabatnya.


Kepala bagian HRD pun menatap ke-4 orang itu, dia tidak sadar kemiripan di wajah Alvaro sangatlah terlihat jelas, namun dia tidak terlalu memperhatikan keempat tamunya tersebut yang dibawa oleh Bos besarnya itu.


" Begini, ada yang ingin saya katakan padamu."


" Ada apa Pak Bos.?"


" Keempat orang ini sudah mutlak aku terima di kantor ini sesuai dengan posisi yang kosong, bertepatan mereka menguasai posisi yang kosong di kantor ini, makanya mereka berempat melalui aku sendiri sudah menerimanya dengan sesuai kriteria yang aku inginkan."


Kepala bagian itu pun menatap ke arah keempat orang itu sembari memberikan senyumnya pada mereka, disambut oleh mereka membalas senyuman dari pimpinan HRD itu.


" Ini adalah Alvaro, Bima, Dewa, dan Arsya, mereka sesuai dengan posisi yang kosong di kantor ini, mereka berempat memperkenalkan dirinya pada kepala HRD itu.


" Tapi maaf Pak Bos, bisakah saya melihat berkas-berkas mereka?"


" Mereka tidak menggunakan berkas, karena ini adalah keinginanku, kalian bisa langsung saja memproses gaji mereka."


Kepala bagian HRD itu pun hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar apa yang dikatakan oleh Bos besarnya itu, karena dia tahu kalau Bos besarnya itu sudah berbicara seperti itu berarti orang-orang yang ada di hadapannya ini adalah orang yang terpilih untuk menempati posisi yang kosong yang ada di kantor Wibawa group. Setelah semuanya selesai berbicara dan mendapatkan kesepakatan yang dipercayakan oleh Bapak pimpinan kepala bagian HRD itu, mereka pun langsung berpamitan.


" Baiklah Pak, nanti saya akan memperkenalkan ruangan mereka." Ucap kepala bagian HRD tersebut.


" Baiklah, kalian boleh ikut bapak ini untuk melihat ruangan kalian." ucap papah Abiyasa dianggukkan oleh Alvaro dan ketiga sahabatnya.


Alvaro bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


" Akhirnya penyamaran dimulai..." Sembari menatap ke arah Bima, Dewa dan Arsya.


Mereka pun hanya menganggukkan kepalanya seakan-akan paham apa yang dikatakan oleh Alvaro dari dalam hatinya, kemudian mereka mengikuti langkah kepala bagian HRD yang mengajak mereka menuju ke arah ruangan mereka.


__ADS_2