
BAB 47 🌹
" Katakan padaku! Sebelum aku mengeluarkan sayap dan tandukku muncul di kepala ini, kalau sudah muncul di kepala aku ini, aku tidak bisa menguasai diriku lagi! Cepat katakan di mana kamu menyimpan sebagian dari gaji OB itu.!!" Ucap Bima dengan penuh penekanan dan terlihat emosi di wajahnya.
" Kalau kamu tidak mengembalikan gaji OB yang sudah kamu potong itu kamu pasti akan merasakan akibatnya." Sambung Dewa lagi.
Pak Yanuar tidak bisa berkata apa-apa dengan ucapan dari kedua orang tersebut.
" Cepatlah berbicara, keluarkan kata-kata kamu, yang seakan-akan kamu memiliki kehebatan yang luar biasa itu, bukankah tadi malam kamu membentak kami dan tadi malam juga kamu seakan-akan pemilik dari perusahaan ini, kenapa di saat kami bertanya sekarang dan ketahuan kelakuan kamu, kamu malah terdiam seperti ini!" Lanjut Arsya.
" Cepat katakan!! Sudah habis kesabaranku!!" Sambung Bima, mendengar ucapan Bima yang terdengar suaranya sangat keras itupun Pak Yanuar terkejut, dia langsung menjawab pertanyaan dari Bima.
" Maafkan saya." Janya itu yang keluar dari mulutnya.
" Sekarang saya beri dua pilihan kamu mengembalikan sebagian gaji OB yang kamu telah ambil itu atau kamu menginap di hotel prodeo." Ucap Alvaro.
Mendengar ucapan Alvaro semakin tidak bisa berkutik lagi pak Yanuar dibuat oleh mereka berempat, kemudian Alvaro menghubungi pihak yang berwajib, karena semuanya harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan ucapan dari dirinya, siapa yang telah berbuat harus menerima akibatnya, karena dirinya berbeda dengan kakek dan ayahnya yang bisa saja memberikan maaf pada orang yang telah menyakiti orang lain, terutama di bawah naungan Wibawa grup, perusahaan turun-temurun dari keluarga Wibawa.
__ADS_1
" Jangan Pak! Jangan laporkan saya dengan pihak yang berwajib, saya akan bertanggung jawab, tapi beri saya kesempatan untuk menjual aset-aset saya, agar bisa mengembalikan haknya OB-OB itu."
" Tapi sayangnya, detik pembelaan kamu sudah terlambat, dari tadi aku mengatakan padamu, tapi kamu tidak berbicara sama sekali, aset kamu bisa akan segera dijual dan kamu tetap akan mendekam di hotel prodeo! Sesuai dengan perbuatan kamu!" ucap Alvaro.
Terdengar ketukan di pintu ruangan itu, Alvaro menyuruh si pengetuk untuk masuk, pintu terbuka tiga orang security kantor itu pun mendekati mereka, setelah berbicara dengan security itu, pak Yanuar pun langsung dibawa keluar dari ruangan itu diiringi oleh keempat orang tersebut, semua yang ada di ruangan itu pun menatap keanehan yang terjadi, Pak Yanuar hanya menundukkan kepalanya dia hanya bergumam di dalam hatinya.
" Inilah nasibku sekarang atas kesalahan yang telah aku perbuat dan aku akan menanggungnya."
Saat mereka melangkah menuju ke arah lobby menunggu pihak yang berwajib datang seorang wanita melangkah masuk dan melihat ke arah rombongan yang membawa Pak Yanuar, siapa lagi kalau bukan Bu Elly istrinya pak Yanuar, Dia kemudian bergegas setengah berlari mendekati suaminya, dia langsung memukul security itu.
" Apa-apaan ini! Kenapa kalian memegang tangan suami saya seperti itu!!"
" Ibu, lebih baik kita berbicara di sana, biarkan mereka menunggu pihak berwajib."
" Kenapa suami saya dibawa ke pihak yang berwajib? memang dia salahnya apa? Saya tidak mau duduk di sana, saya ingin mendengar penjelasan di sini." Ucapnya berbicara dengan keras, karena dia tidak terima sang suami diperlakukan layaknya seperti orang jahat, Bima Kemudian menceritakan semua kesalahan dari Pak Yanuar yang telah diperbuatnya selama ini pada karyawan di Wibawa group, terutama bagian OB di bawah naungannya itu, dan dia juga dipercaya untuk memberikan gaji pada OB secara manual, Tapi sayangnya kepercayaan itu disalahgunakan olehnya, antara percaya dan tidak Bu Elly pun hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian mendekati sang suami.
" Jadi ini kerjaan Papah di kantor! Jangankan untuk menikah lagi, tapi nyatanya perbuatan Papah lebih ke*ji dari banyaknya istri." ucap istrinya itu, mendengar ucapan istrinya itu Dewa pun terkekeh pelan, Arsya dan Alvaro pun menatap kearah Dewa.
__ADS_1
" Jangan-jangan dia terinspirasi dengan kata-kata kamu Dewa." Ucap Arsya.
" Benar! Apa yang dikatakan Arsya, jangan-jangan dia menginginkan istri lebih dari satu karena kamu kan istri 3 anak 15, jadi dia tidak ingin dikalahkan oleh kamu." Sambung Alvaro, Dewa hanya menganggukkan kepalanya sembari tetap terkekeh, karena dia tidak menyangka kalau Pak Yanuar mengikuti ucapannya yang hanya sandiwara belaka itu.
Dewa kemudian mendekati Ibu Elly.
" Maaf Ibu, kenapa ibu bisa berbicara seperti itu, bukankah Pak Yanuar setia sama ibu."
" Semua gara-gara kalian, di saat kalian datang ke rumah saya tadi malam. Setelah kalian pergi Saya tidak tahu apa yang dibicarakan kalian pada dirinya, saat itulah dia berbicara kalau dia ingin memiliki seorang istri lagi, siapa yang mau memiliki madu, makanya saya ke sini tapi nyatanya bukan madu yang saya lihat melainkan empedu!!" Ucap Bu Elly sembari menatap ke arah suaminya dengan tatapan marahnya.
" Maafkan Papa Mah, Papa salah!"
" Pertanggungjawabkanlah perbuatan kamu, karena kamu sudah mengambil hak orang lain, jika aku tahu pekerjaan kamu seperti itu, Aku tidak akan pernah setuju, sementara waktu aku tidak bisa untuk menemui kamu nantinya, Bapak-Bapak sekalian proses aja dia, dia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya." ucap Bu Elly kemudian berbalik arah 90 derajat dan meninggalkan mereka keluar lagi dari ruang lobby dan melangkah menuju ke arah mobil pribadinya yang masih terparkir di depan kantor Wibawa group itu, pak Yanuar hanya menatap langkah demi langkah sang istri yang meninggalkannya, Dia terlihat hanya pasrah karena kesalahan yang sudah dia perbuat, beberapa saat kemudian mobil pihak yang berwajib pun memasuki halaman Wibawa grup, Alvaro kemudian menyerahkan pak Yanuar pada pihak yang berwajib, setelah berbicara sesaat sesaat dan mengatakan mereka akan menyusul ke kantornya, karena mereka ingin menyelesaikan beberapa hal di kantor di Wibawa grup, pihak yang berwajib pun menyetujui apa yang dikatakan oleh Alvaro, kemudian mobil itu pun meninggalkan kantor Wibawa group membawa Pak Yanuar ke tempat yang barunya.
Bima menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun berbicara.
" Sukses kita sekarang membersihkan orang-orang yang berbuat jahat di kantor ini." Dianggukan oleh ketiga sahabatnya.
__ADS_1
Kemudian mereka pun melangkah kembali menuju ke arah lift lantai atas dan langsung mengambil rapat dadakan untuk mengatakan pada semuanya dan mengganti gaji para OB yang sudah dipotong oleh pak Yanuar di saat dia bekerja itu. Papa Abiyasa dan Mama Clarissa yang mengambil alih rapat tersebut, dan mereka berdua pun menjelaskan semuanya pada karyawan dan staff yang ada di Wibawa group itu, di mana keempat laki-laki itu diperkenalkan sebagai karyawan Wibawa Group dan masih disembunyikan identitas mereka kalau masih berhubungan erat dengan keluarga Wibawa.
Tidak sedikit banyak para karyawan laki-laki ataupun perempuan yang bergumam pelan dari satu orang ke satu orang lainnya, mengatakan kalau diantara mereka berempat ada yang mirip dengan Mama Clarissa, namun mereka hanya beranggapan itu hanyalah mirip belaka, secara kebetulan saja mereka mirip dengan irang nomer dua di Wibawa group itu.