
BAB 43 🌹
Keesokan paginya tepat jam berangkat ke kantor mereka yang sudah bersiap-siap semua dari rumahnya pun melajukan kendaraan pribadi mereka masing-masing menuju ke arah kantor Wibawa Group.
Dasar buah tidak jauh jatuh dari pohonnya, dari kakek, Papa dan ibu mereka mewariskan semua sikap dan sifat mereka pada keempat anaknya itu, mereka saling menunggu satu sama lainnya.
Alvaro yang sudah terlebih dahulu sampai di kantor Wibawa group tersebut tetap berada di dalam mobilnya menunggu ketiga sahabatnya itu di dalam mobil pribadinya sambil merebahkan tubuhnya dijok mobilnya, karena kaca mobilnya tidak terlihat dari arah luar, matanya melihat seorang perempuan melangkah menuju ke arah parkiran roda dua, dia menatap wanita itu dengan lekat, Dia merasakan berdebar jantungnya sembari bergumam di dalam hatinya.
" Kenapa aku bergetar melihat wanita itu, kenapa jantungku tidak beraturan seperti ini iramanya, siapa wanita itu?" Gumamnya sembari terus menatap ke arah wanita tersebut yang keluar dari arah samping kantor Wibawa Group.
" Baru kali ini aku bertemu dengan seorang wanita yang bisa menggetarkan irama jantungku ini, siapa wanita itu?" Gumamnya lagi sembari menatap ke arah wanita tersebut yang sedang menggeser salah satu kendaraan yang terlihat menghalangi kendaraannya, dia menengok ke arah kanan seakan-akan dia mengetahui ada orang di dalam mobil tersebut, kemudian dia terlihat menatap ke arah mobil Alvaro, Alvaro pun terkejut melihat wanita tersebut menatap ke arah mobilnya, seakan-akan mata wanita itu menatap tepat ke dalam kedua bola matanya, kemudian wanita itu pun langsung berlalu dari depan mobil Alvaro menuju ke arah luar kantor Wibawa group, bertepatan dengan keluarnya wanita tersebut 3 buah mobil langsung berurutan masuk ke dalam halaman kantor Wibawa group dan menuju ke tempat parkir khusus roda empat, mereka bertiga pun memarkirkan dengan rapi di samping mobil Alvaro, melihat ketiga sahabatnya itu datang Alvaro langsung keluar dari mobilnya sembari bersandar di pintu mobilnya itu dengan posisi kedua tangan berada di dalam saku celananya dan sedikit menyilangkan kakinya, dia menatap lekat ke arah ketiga sahabatnya tersebut yang baru saja datang dan keluar dari mobil mereka masing-masing, ketiga sahabatnya itu pun tersenyum melihat Alvaro yang terlebih dahulu datang di kantor Wibawa group, mereka kemudian saling bersalaman.
Arsya yang melihat wajah Alvaro sedikit aneh pun menegurnya.
" Kamu kenapa Alvaro, wajah kamu sepertinya sudah melihat sesuatu yang membuat kamu terkejut.?"
Alvaro menoleh ke arah Arsya.
Alvaro kemudian mengusap wajahnya dengan pelan sembari tersenyum dan mensedekapkan tangannya di dada sembari berkata.
" Kalian melihat nggak seorang wanita memakai motor bebek keluar dari kantor Wibawa group ini, dia berpapasan dengan mobil kalian?" Tanyanya sembari menoleh ke arah ketiga sahabatnya tersebut.
__ADS_1
Bima, Dewa dan Arsya saling berpandangan.
" Aku tidak melihatnya, karena aku tidak fokus dengan orang-orang yang berkeliaran di kiri kanan." Ucap Dewa
" Aku juga tidak fokus karena pikiranku tertuju pada si Yanuar itu." Sambung Bima
" Maksud kamu seorang wanita yang menggunakan motor bebek warna biru putih itu yang menggunakan baju berwarna abu-abu bermotif bunga." Jawab Arsya sembari menatap ke arah Alvaro.
Alvaro menganggukkan kepalanya.
" Kamu melihatnya Arsya?"
" Memangnya ada apa Varo dengan wanita itu?" Tanya Bima.
" Wanita itu tidak sengaja aku melihatnya, namun aku merasa ada rasa lain di dada ini irama jantungku berdetak terus, aku tidak tahu kenapa, padahal aku baru saja melihat wanita tersebut."
" Alvaro itulah wanita yang aku lihat di mushola saat kita makan siang bersama keluarga kita itu yang aku katakan memiliki tasbih kecil sama sepertinya kamu itu." Ucap Arsya.
Mendengar ucapan Arsya, Alvaro pun terkejut, dia menatap Arsya dengan tatapan lekatnya.
" Alvaro, kamu jangan menatap aku gitu dong, aku laki-laki bukan wanita teman SD kamu itu." Protes Alvaro.
__ADS_1
" Bukan maksudku seperti itu, tapi itu artinya aku sudah melihat Amara!"
" Terus ngapain dia di sini? padahal kan Arsya melihatnya di mushola Resto itu." Ucap Dewa.
" Itulah jadi pertanyaanku, dia tidak masuk ke dalam kantor ini tapi dia melewati samping kantor ini." Ucap Alvaro
" Bukankah samping kantor ini adalah kantin?" Ucap Arsya.
" Benar banget, itu pasti ada hubungannya dengan pemilik kantin Wibawa grup ini, tenanglah Alvaro, aku akan mencari tahu nanti dengan ibu kantin." Ucap Bima dianggukkan yang lainnya.
" Oke, ayo kita sekarang masuk dan kita persiapkan untuk membuat cerita pendek dari Yanuar." Ucap Arsya dianggukan oleh mereka, kemudian mereka menuju ke arah mobil dan menuju ke arah lift khusus karyawan, karena mereka berstatus sebagai karyawan Wibawa grup, mereka menuju ke arah ruangan mereka masing-masing, tidak sedikit banyak orang-orang itu pun menatap ke arah mereka, karena ada yang baru saja melihat kedatangan keempat laki-laki tampan itu.
Saat mereka hendak memasuki ke dalam ruangannya, Mereka pun ditegur kan oleh salah satu dari OB yang mengenali Dewa.
" Maaf, kamu masih mau bekerja di sini ? Kan saya sudah bilang pada kamu, nggak usah bekerja di sini cukup kami saja yang menderita, tapi kenapa kamu masih ikut bekerja di sini, katanya kamu mau jadi OB, tapi kenapa kamu masuk ruangan ini." Ucapnya sembari menatap ke arah ruangan yang baru saja dibersihkannya itu.
" Tenanglah sobat, aku memang bekerja di sini, tapi nanti kamu juga akan tahu siapa aku sebenarnya, silakan kamu bekerja kembali dan kamu pasti tidak akan pernah mendapatkan lagi kesengsaraan saat bekerja di Wibawa group." Ucap Bima sembari menepuk pundak OB itu, OB itu pun merasa bingung dia hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian memperhatikan langkah demi langkah mereka berempat yang masuk ke dalam ruangannya itu, satu persatu masuk ke sebuah kamar yang bertulisan masing-masing jabatan mereka, OB itu pun terkejut karena Dewa memasuki sebuah ruangan bagian kedokteran di perusahaan tersebut.
" Astaga! Ternyata dia adalah seorang dokter, tapi apa yang dikatakannya itu benarkah? apakah benar nantinya Kami tidak akan mendapatkan lagi kesengsaraan di sini? sebenarnya siapa dia? Kenapa dia bisa berbicara seperti ini, Ah! sudahlah, aku akan mengatakan pada teman-teman yang lain kalau ternyata dia adalah seorang dokter bukan bekerja sebagai OB baru."
***
__ADS_1
Pak Yanuar yang baru datang memarkirkan mobil pribadinya itu di tempat parkir, dia melangkah dengan senyuman sumringahnya menuju ke arah lantai 2 di mana ruangannya berada, dia tidak tahu kalau dia sudah ditunggu di ruangan papa Abiyasa, karena mereka bertiga sudah berkumpul di ruangan Papah Abiyasa, sedangkan Dewa masih ada keperluan dengan rutinitasnya setiap pagi selalu saja menuju ke kamar kecil.