CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 41


__ADS_3

BAB 41 🌹


Saat mereka duduk diruang tamu, pak Yanuar menatap lekat kearah mereka dan mereka hanya mengangguk dan tersenyum seperti orang cengengesan, Arsya yang sudah siap dengan rekaman kecil yang disediakan mereka untuk merekam setiap omongan Pak Yanuar agar menjadi bukti yang otentik bagi mereka untuk menggepak pak Yanuar dan mengakui semua perbuatannya itu dihadapan papah Abiyasa dan menerima akibatnya atas apa yang dia lakukan pada karyawan dikantor Wibawa Group tepatnya bagian OB.


Pak Yanuar menyandarkan tubuhnya disandaran sofa dan menopangkan kakinya satu sama lain dengan tangan berada disamping safa.


Mereka berempat dengan gaya cengengesannya duduk dengan cara mereka sendiri-senditi agar terlihat Bo*doh didepan pak Yanuar.


" Mereka bertiga ini sepertinya memang sangat membutuhkan pekerjaan." Gumamnya dalam hati sambil menatap ke arah mereka bertiga secara bergantian


" Idih! Dia pasti beranggapan Kalau kami ini datang sangat memerlukan dengan pekerjaan, terlihat sekali dari tatapan matanya, dia belum tahu aja, siapa kami ini sebenarnya, kami bisa aja memakan dia secara langsung di hadapannya ini hehehe..." Gumam Dewa sembari senyum-senyum ke arah Pak Yanuar.


" Oh rupanya ini orangnya yang sudah berbuat tidak adil di kantor papa!" Gumam Alvaro.


" Rupanya seperti ini bentuk dari Yanuar itu yang membuat OB-OB yang ada di kantor Wibawa group merasa tidak mendapatkan hak mereka dengan sebenar-benarnya." Gumam Arsya sembari tersenyum pada Pak Yanuar.


" Oh iya pak, Kami bertiga ini ada keperluan sama bapak." Ucap Dewa mewakili kedua sahabatnya itu, kedua sahabatnya menganggukan kepalanya sembari tetap tersenyum.


" Baiklah, saya mengerti dan saya juga bisa mengiranya tapi ngomong-ngomong jangan terlalu sering senyum, karena pekerjaan di Wibawa grup itu sangatlah banyak, jangan dianggap remeh kalau kalian sering senyum-senyum seperti ini nanti pekerjaan kalian akan terbengkalai.


Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya.


" Oh ya pak, sebelumnya Kami bertiga mengucapkan salam bahagia dulu dan salam gembira, karena bapak sudah kedatangan Kami bertiga untuk mencari pekerjaan dengan bantuan bapak, saya tahu Bapak ini sangat dipercaya di perusahaan Wibawa Group, Iyakan pak?" Ucap Dewa.

__ADS_1


mendengar pujian Dewa itu pak Yanuar hanya terkekeh terlihat di wajahnya sangat bangga sekali.


" Dipercaya apaan! Terpaksa saja bibir ini mengatakannya, kalau dia Itu dipercaya di Wibawa group, terpaksa...!!" ucap Dewa di dalam hatinya sembari mengukir senyum palsu di wajahnya.


" Benar sekali tebakan kamu itu, saya adalah orang nomor 2 di Wibawa group, bahkan pak Abiyasa itu sebenarnya rada-rada gimana gitu." Ucapnya mengekpresikan wajahnya merendahkan Papah Abiyasa.


" Maaf pak, Rada-rada gimana apanya maksud Bapak, pak Abiyasa yang mana ya." Ucap Alvaro.


Pak Yanuar pun merubah posisi duduknya dengan angkuhnya dia berbicara kembali menyambung pembicaraan dirinya yang terputus itu.


" Kalian mungkin tak mengenalnya, begini maksud saya, pak Abiyasa itu kepintaran yang dimilikinya di bawah rata-rata, seharusnya dia itu tidak pantas menjadi pemimpin di Wibawa Group, karena warisan aja dia itu jadi duduk sebagai pemimpin." Ucapnya dengan santai.


" Apa Pak? Pemimpin Wibawa group itu tidak pantas menjadi pemimpin? Oh mungkin pak Abiyasa itu terlalu banyak diam kali ya Pak, terlalu banyak percaya sama orang lain, sehingga Bapak Abiyasa itu tidak terlalu ditakuti gitu ya pak maksud Bapak?"


" Jadi maksud Bapak apa.?"


" Maksud saya pak Abiyasa itu tidak bisa mengatasi kantor, seharusnya saya yang jadi pimpinan di situ, apalagi saat dulu ada seorang wanita yah terlalu sangat ngatur-ngatur gitu deh ya, namanya Clarissa Clarissa gitu." Ucapnya sembari begitu sombongnya dia mengucap kata Clarissa dari nada bicaranya dia tidak menyukai dengan Mama Clarissa.


" Memangnya kenapa Bapak takut ya sama perempuan yang bernama Clarissa itu ? Kalau Bapak rasa tidak takut itu bagus Pak! Karena Bapakkan seorang laki-laki, masa laki-laki takut sama perempuan." Ucap Arsya lagi.


" Jangan takut sama perempuan Pak, karena malu Pak kalau kita takut sama perempuan adanya kepala kita di ketek perempuan hehehe...Jangan-jangan Bapak sudah pernah nih dijepit sama ibu Clarissa itu, sehingga terlihat Bapak sangat benci sekali dengan ibu Clarissa." Sambung Dewa mendengar ucapan Dewa dia pun menatap Dewa dengan lekat


Hening! Tidak ada suara sama sekali Pak Yanuar terlihat sangat kesal dengan ucapan Dewa.

__ADS_1


" Kalian ke sini ingin melamar pekerjaan atau kalian ingin menghina saya.?"


" Bapak, di sini saya tidak menghina dengan Bapak, Bapak sendiri kan yang bercerita terlebih dahulu pada kami, kami kan tidak tahu siapa itu pak Abiyasa, dan siapa itu Ibu Clarissa, Tapi Bapak menceritakan semuanya pada kami, apa salah saya berbicara seperti itu, Saya kan pengen tahu juga apakah memang Bapak kalah dengan ibu Clarissa, sebagai seorang laki-laki bapak itu tidak usah takut dengan ibu Clarissa, kalau bapak tidak salah, terkecuali bapak salah barulah Bapak takut." Ucap Dewa dengan santainya.


Lagi-lagi wajah Pak Yanuar pun berubah mendengar ucapan dari Dewa, dia terlihat menahan amarahnya, namun dia tidak meluapkan amarahnya itu karena dia juga tertarik dengan mereka yang ingin bekerja diperusahaan Wibawa Group dan dianggapnya akan menguntungkannya itu.


" Kamu berbicara seperti itu di hadapan saya, Apa kamu yakin saya akan menerima kamu bekerja di Wibawa Group.?"


" Oke pak Maafkan saya, janganlah Pak ngomong seperti itu, terimalah saya ya bekerja di Wibawa group, karena Saya memerlukan pekerjaan itu, Saya memiliki tiga orang istri dan memiliki 15 orang anak, saya harus menghidupi mereka, kalau saya tidak diterima oleh Bapak, wah! Kebangetan banget pak, secara Bapak itu orang kepercayaan dari Wibawa grup, Saya memang seperti ini Pak suka ceplok-ceplos hehehe..."


" Apa? Kamu memiliki tiga istri ? Dan 15 orang anak ? Nggak salah tuh?" Ucap Yanuar.


Alvaro dan Arsya pun hendak tertawa mendengar ucapan dari Dewa, Awalnya mereka terkejut dengan ucapan Dewa itu, namun akhirnya mereka hanya saling senggol karena mendengar perkataan Dewa tersebut.


" Benar Bapak, tidak salah istri saya tiga, satu orang istri memiliki masing-masing 5 orang anak, bagaimana pak? Hebat kan saya, apalagi hanya sebagai OB Pak, semua akan saya libas, kalau kapan perlu sama Bapak juga saya libasnya, Eh... Maaf Pak,, Bercanda... Jangan marah ya hehehe."


" Kurang ajar banget sih ini orang, berani sekali dia berbicara seperti itu di hadapanku, dia tidak tahu siapa aku, sudah pengen pekerjaan tapi berbicara semaunya gitu, kayaknya di kepalanya itu penuh sekali dengan berbagai macam kata-kata." Gumamnya sembari menatap ke arah Dewa yang senyum-senyum padanya itu.


" Apakah kami diterima?" tanya Arsya lagi.


" Baiklah! kalian berdua saya terima, tapi maaf yang memiliki istri 3 dan 15 anak, saya tidak menerimanya sebagai OB di Wibawa Group, jujur saya tidak suka dengan ucapan kamu itu, dari awal aja kamu sudah berbicara sepertinya tidak menghargai saya, jadi saya tidak bisa menerima kamu untuk bekerja di Wibawa group karena saya tidak bisa merekomendasikan kamu pada perusahaan kalau sikap kamu seperti itu."


" Yes!" Ucap Dewa sembari menepuk meja yang ada di hadapannya, membuat Pak Yanuar terkejut langsung mengangkat kedua kakinya itu, saat sadar dia langsung merubah posisinya agar terlihat memiliki martabat yang tinggi.

__ADS_1


" Apa-apaan kamu ini teriak di depan saya seperti itu, kenapa kamu senang saya tidak menerima kamu bekerja di Wibawa group, kamu sudah gila ya, seharusnya kamu itu memohon pada saya, bukannya senang seperti itu, memangnya anak istri kamu mau kamu kasih makan apa hah?"


__ADS_2