CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 29


__ADS_3

BAB 29 🌹


" Siapa kalian? kenapa kalian datang kemari." tanya Nenek Sri dengan tatapan herannya.


" Baiklah Ibu, Maaf saya panggil apa? Ibu, Tante atau Nenek?" tanya Dewa sembari menatap kearah Nenek Sri dengan tersenyum.


" Heh! Jangan kebanyakan bercanda!" sambung Prily.


" Oh, jadi ini ya yang namanya keluarga Wibawa yang mengaku anak dari keturunan Wibawa, yang kamu hubungi tadi,sudahlah! jangan terlalu main sandiwara dengan ku, kalian tak akan bisa mengalahkan aku yang jelas-jelas adalah keturunan asli dari keluarga Wibawa!" ucap Daffa sembari berdiri dan mensedekapkan tangannya didada.


Alvaro tersenyum...

__ADS_1


" Antusias sekali ya kamu mengatasnamakan keluarga Wibawa? kalau boleh tahu siapa orang tua kamu?"


" Cih! buat apa aku kasih tahu dengan kamu siapa orang tua ku, nggak penting!" ucapnya sembari menyunggingkan senyumnya diujung sudut bibirnya dengan tatapan sinisnya memandang ke arah lain seakan-akan cemooh dengan mereka.


" Hei kodok! di situ nyadar nggak berbicara seperti itu, kalau memang kamu itu keturunan asli dari keluarga Wibawa, wajar dong kami bertanya siapa nama kedua orang tua kamu." sambung Dewa.


" Aku kan sudah bilang pada kalian, Aku tidak akan pernah mengatakan siapa nama kedua orang tuaku, karena itu semua tidak penting! lagi pula kalian sudah memasuki rumah keluarga calon istriku, kami bisa saja tidak terima dan akan melaporkan kamu semua ke pihak yang berwajib.!" ucapnya dengan nada sinisnya.


Bianca menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun duduk di kursinya sembari memegang jidatnya, karena tiba-tiba saja rasa pusing menderanya, bukan pusing karena dia memerlukan sebutir obat untuk meredakan pusingnya tersebut, melainkan dia merasa pusing karena masalah yang dia buat sendiri yaitu ingin bersandiwara memiliki seorang kekasih yang sangat kaya raya agar keluarganya tidak menghinanya lagi, tapi sayangnya semua menjadi berbuntut panjang, lagi-lagi dia menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam di dalam hatinya.


" Ya Tuhan! apa yang aku lakukan sehingga ini menjadi panjang masalahnya, ditambah lagi 3 orang yang baru datang ke rumah nenek, apa yang harus aku lakukan dan apa yang akan aku katakan pada mereka."

__ADS_1


" Bianca!" panggil Pak Yakult dengan tatapan sinisnya.


Bianca menoleh kearah pamannya itu.


" Semua ini adalah gara-gara kamu! kamu yang membawa keempat laki-laki ini masuk ke dalam rumah Ibuku!! mulai sekarang aku tidak ingin lagi mengakui kamu sebagai keponakanku! karena kamu sudah membawa biang masalah di keluarga ini! mulai sekarang jangan anggap aku sebagai Paman kamu karena kamu sudah mempermalukan keluarga ini, sekarang tinggalkan rumah ini dan bawa cucunguk cucunguk yang ada di samping kamu itu!! ucap pak Yakult dengan kerasnya.


Mendengar ucapan dari Pak Yakult membuat Alvaro menatap ke arah Bianca, kemudian dia menatap ke arah Bima, seakan-akan dia ingin bertanya siapakah perempuan yang dibentak oleh lelaki separuh baya itu, seakan-akan mereka berbicara berdua melalui batinnya Alvaro pun hanya tersenyum begitu juga dengan Bima.


" Maaf Bapak yang terhormat! bukan maksud kami untuk masuk ke dalam rumah ini secara cuma-cuma, karena ini sudah membawa Keluarga besar saya Wibawa!" ucap Alvaro.


" Hey! kamu jangan mengada-ngada ya dalam bicara, memangnya kamu itu siapa hah?! mana mungkin kalau kamu itu adalah keluarga dari Wibawa, jelas-jelas calon menantu aku inilah yang keturunan asli dari keluarga Wibawa, kamu jangan mengatasnamakan keluarga Wibawa itu adalah keluarga kamu!!" ucap pak Yakukt sembari dianggukan oleh Daffa.

__ADS_1


Alvaro dan yang lainnya hanya tersenyum, mereka tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Pak Yakult tapi mereka hanya menanggapinya dengan senyuman satu sama lainnya.


__ADS_2