
BAB 33 🌹
Di dalam mobil Bima...
" Aku kira kamu tidak ikut pulang, makanya aku tidak mengajak kamu."
" Aku harus pulang dari situ, karena aku tidak ingin berada dirumah Nenek terlalu lama lagi."
" Memangnya kenapa? Bukankah itu bagus karena mereka sudah menyadari kesalahannya."
" Hemmmm...Aku tidak tahu kenapa aku tidak ingin berlama-lama disana, sudahlah jangan dibahas lagi mereka, Oh ya terimakasih ya sudah membantu aku, aku tidak menyangka kalau kamu berteman dengan anak pemilik perusahaan Wibawa."
" Iya, sama-sama, oh ya kenapa kamu tidak langsung kekantor? kitakan bisa berbarengan?"
Menghela nafasnya dengan dalam dan mengalihkan pandangannya,Bianca tersenyum.
" Mungkin aku akan mengundurkan diriku.."
__ADS_1
Bima terkejut dengan ucapan wanita yang ada disampingnya itu.
" Kamu yakin mau berhenti dari perusahaan itu? bukankah perusahaan itu sudah memberikan yang terbaik untukmu.?"
Bianca lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang.
" Kalau aku masih tetap di situ aku tidak memiliki perkembangan yang luas, karena aku hanya sebagai OB saja dan selalu diperlakukan tidak semana meatinya oleh kepala OB nya, ditambah lagi dengan rasa malu juga melibatkan keluarga perusahaan dalam masalah keluargaku sekarang ini, ditambah lagi....Hemmm." Bianca tidak melanjutkan ucapannya membuat Bima merasa heran.
" Masalah gajih?"
" Bukan masalah gaji aja, tapi masalah kehadiran juga, karena permasalahan di keluargaku tadi sangat panjang sekali jadi menyita waktuku untuk kembali ke kantor, awalnya memang memutuskan untuk kembali ke kantor karena kehadiran itu sangatlah penting, di samping itu juga gaji yang aku terima tidak seberapa kalau aku tidak kembali lagi ke kantor mungkin beberapa persen aku tidak menerima gajiku, dan kepala OB itu juga terlalu ka*sar pada kami didepan karyawan yang ada disana,tidak tanggung-tanggung dia memarahi kami dengan apa yang kami lakukan tidak sesuai dengan keinginannya, Aku memang sengaja bilang pada ku sejak awal pertama bertemu kalau aku senang bekerja disana tapi sejujurnya aku merasa tidak nyaman." ucapnya terlihat ada sedih di nada bicaranya.
" Ini akan menjadi urusan kami untuk menyelidiki semuanya, tidak mungkin perusahaan Alvaro memberikan ketidaknyamanan pada anggotanya, dan tentang kesejahteraan dalam gajinya, aku akan menceritakan semuanya kepada mereka nantinya setelah aku mengantar Bianca pulang ke rumahnya."
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, beberapa saat kemudian mobil pun berhenti di depan sebuah rumah yang sederhana sekali, Bianca pun kemudian berterima kasih kepada Bima dan turun dari mobil Bima.
Dan Bima menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun meninggalkan Bianca di depan rumahnya tersebut, Bima melajukan mobilnya menuju ke arah kantor Wibawa Group.
__ADS_1
Bianca yang tidak mengetahui ada sebuah mobil yang tidak jauh dari rumahnya itu berhenti saat Bianca membuka pintu pagar rumahnya dia pun dipanggil oleh lelaki tersebut.
" Mbak Bianca!" panggilnya.
Bianca pun menoleh ke arah suara, dia kemudian melangkah menuju ke arah lelaki tersebut sembari menangkupkan kedua tangannya di dada memohon maaf karena kesalahan dirinya yang tidak menunggu lelaki tersebut, siapa lagi kalau bukan Biro penyewa kekasih tersebut.
" Maafkan saya, karena saya tidak mengira kalau kamu datangnya terlambat, saya akhirnya membawa seseorang yang salah, tapi masalahnya sudah kelar, apakah saya harus mengganti rugi semuanya?" Tanya Bianca.
" Maafkan saya juga Mbak, saya yang salah, tapi karena perusahaan meminta saya untuk separuh dari biaya yang sudah dibicarakan pada Mbak Bianca, apakah Mbak tidak keberatan?" Tanyanya.
Bianca hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang yang ada di dalam tasnya tersebut, dan memberikannya kepada lelaki itu, setelah mereka berbicara sesaat, kemudian lelaki itu pun berpamitan pada Bianca dan melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang, Bianca hanya menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian melangkah kembali menuju ke arah rumahnya dan melepaskan rasa lelah di dalam otaknya, dia pun kemudian duduk di ruang tamu rumahnya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Ya Tuhan, kenapa ini terjadi pada diriku? Aku rindu dengan Ayah dan Ibu, Aku juga rindu dengan kak Agung, kakak dimana kakak sekarang? Adikmu sangat merindukanmu, Ayah dan Ibu sudah tiada Kak? Kembalilah Kak...." Gumamnya dan buliran bening dimatanya yang lolos mengalir begitu saja dikedua pipi mulusnya itu, Bianca menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa rumahnya itu.
***
Mobil Bima yang sudah memasuki halaman parkir Wibawa Group itu dan dia pun langsung memarkirkan mobil tersebut dengan rapi, dia turun dengan santainya menuju ke arah lobby, saat dia hendak masuk ke dalam lift dia ditegur salah satu sahabatnya yang memang menunggu kedatangannya di lobby.
__ADS_1
" Bima! kami masih di sini menunggu kamu." panggil Dewa, Bima menoleh ke arah Dewa, Dia kemudian tersenyum dan mendekati Dewa, Bima duduk di ruang tunggu lobby itu bersama dengan mereka semuanya.
Para karyawan Wibawa Group menatap keempat lelaki tersebut dengan penuh tanda tanya besar dikepala mereka masing-masing karena mereka baru saja melihat keempat lelaki tersebut.