
BAB 42 🌹
" Tenang pak! Syukurlah kalau saya tidak diterima Pak, karena saya sangat senang sekali Bapak tidak menerima saya bekerja sebagai OB di perusahaan tempat Bapak bekerja, dikarenakan saya memang tidak ingin bekerja dan saya ingin nikah lagi untuk yang keempat kalinya, Hahahah...."
" Gila ya kamu! Mau-maunya aja perempuan nikah sama kamu, mana nggak ada pekerjaan lagi, mau dikasih makan apa anak istri kamu, anak sudah 15 istri 3 mau tambah lagi emang kamu siapa.?"
" Saya adalah pembasmi kutu ayam yang sudah menjadi parasit di tubuh ayam hahaha ...
Dan Bapak tahu istri saya dan anak-anak saya, saya kasih makan apa? Saya kasih makan angin, kalau mereka lapar saya suruh aja menghirup angin mereka pasti akan kenyang."
" Kamu ini sudah gila, ya udah kalau kalian memang sudah tidak ada keperluan lagi sama saya, silakan kalian keluar dari rumah ini, kalian bisa datang ke kantor Wibawa tapi tidak dengan kamu! Kamu carilah pekerjaan kamu sendiri, karena saya tidak memerlukan orang yang terlalu banyak berbicara, saya menerima orang yang sedikit bicara tapi banyak bekerja."
" Saya memang banyak bicara Pak, Tapi saya memang tidak banyak duit, tapi kalau banyak bekerja pasti banyak duitnya, bener nggak teman-teman....(dianggukkan kedua sahabatnya). Tapi sayangnya banyak kerja tetap aja OB-OB sedikit uangnya...Maaf pak bercanda." Ucap Dewa tersenyum, dan pak Yanuar hanya terdiam menahan amarahnya.
" Sekarang kamu sudah kenal dengan Dewa, nanti kamu juga akan merasakan lagi apa yang akan dikatakan Dewa di saat di kantor." Gumam Alvaro sembari melirik Arsya dan Arsya pun menganggukkan kepalanya serta tersenyum padanya.
" Baiklah Pak! Terima kasih kami berdua akan datang ke kantor Wibawa dan menemui Bapak." Ucap Alvara.
" Terima kasih juga Pak, karena Bapak tidak menerima saya, salam bahagia sekali lagi saya ucapkan salam bahagia dan gembira selalu! Jangan sampai Bapak bersedih ya ..." Ucap Dewa sembari berdiri dari duduknya diikuti oleh kedua sahabatnya, Arsya dan Alvaro pun menjabat tangan Pak Yanuar namun saat Dewa ingin mengulurkan tangannya Pak Yanuar tidak menyambut tangan Dewa, Dewa hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Terima kasih Bapak atas jamuannya, ingat ya Bapak jangan sampai ketemu saya lagi, nanti kalau bapak ketemu sama saya lagi Bapak pasti akan mendapatkan kata-kata saya yang super menjengkelkan Bapak, bahkan bisa membuat Bapak pingsan hehehe.... Maaf Pak saya cuma bercanda, biasa kebanyakan istri dan anak, belajarlah Pak dari saya yang punya istri banyak, Selamat malam Bapak..." Ucap Dewa sembari melangkah mengikuti langkah Alvaro dan Arsya.
Pak Yanuar pun menghentakkan tubuhnya dengan kesal di sofanya sembari merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa dan merebahkan kepalanya menatap ke arah langit-langit ruang tamunya itu.
" Benar juga kata dia, Masa aku mempunyai rumah mewah seperti ini memiliki kekayaan dan pengawal di mana-mana, masa aku cuma istri satu seharusnya aku lebih dari satu, dia aja tidak ada memiliki pekerjaan memiliki istri 3 dan 15 orang anak, bahkan ini pun dia akan menambah lagi seorang Istri, wah! Tidak benar ini! Aku dikalahkan oleh seorang pengangguran, sungguh keterlaluan! Bagaimana wibawa aku sebagai orang kepercayaan di kantor Wibawa, bahkan aku pun bisa mengatasi nenek lampir kala itu, kenapa aku tidak bisa untuk beristri banyak!" Ucapnya sembari merubah posisi duduknya dengan tatapan emosinya karena sudah membuat nalurinya tertantang dengan ucapan tamunya itu
" Besok aku harus mencari seorang wanita untuk menjadi istri keduaku, Aku tidak mau dikalahkan oleh pengangguran itu, masa iya perempuan tidak mau denganku, secara aku kan kaya raya, sedangkan dia tidak memiliki apa-apa, pekerjaan aja mau jadi OB, Tapi sayangnya aku tidak menerima orang yang terlalu banyak bicara, nanti pekerjaannya tidak selesai-selesai kalau terlalu banyak bicaranya seperti itu, akukan mencari orang yang lugu tidak tahu apa-apa tentang gaji yang penting dia bisa bekerja dan mendapatkan gaji apa adanya. Hemmm... Kedua orang itu yang aku terima sepertinya mudah sekali aku bo*dohi, hebat kamu Yanuar, kamu sudah mendapatkan dua mangsa sekaligus dan akan bertambah isi dompetmu hahaha..."
Kemudian dia dikejutkan dengan suara istrinya.
" Ke mana tamunya sayang? kenapa sudah disuruh pergi.?"
"Apa ? Kamu mau menikah lagi.?"
" Iya! Aku mau menikah lagi, suka tidak suka setuju tidak setuju, aku tetap akan menikah lagi, aku tidak mau dikalahkan oleh si pengangguran itu!" Ucapnya meninggalkan sang istri, mendengar suaminya itu Bu Ely tidak kuasa menahan rasa terkejutnya, dia pun langsung menghentakan tubuhnya di sofa dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sembari bersuara.
" Aku tidak menyangka! Kenapa dia mau menikah lagi, apakah karena dia sekarang sudah memiliki kekayaan yang banyak? dan siapa mereka bertiga sehingga mempengaruhi suamiku agar dia bisa menikah untuk kedua kalinya, ini tidak bisa dibiarkan!! Aku harus mencari tahu mereka bertiga itu siapa!" Ucapnya sembari menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah pintu utama rumahnya, di mana penjaga yang telah bertemu dengan para tamunya itu, setelah dia berbicara sesaat dengan penjaga tersebut dan penjaga itu pun menjelaskan kepadanya, tentang ketiga tamunya yang datang malam ini bertemu dengan Pak Bosnya itu. Bu Ely yang mendengar semuanya itu pun menganggukkan kepalanya. Setelah dia berterima kasih pada penjaga tersebut dia pun melangkah menuju ke arah kamar pribadinya sembari bergumam di dalam hatinya.
" Besok aku akan datang ke Wibawa Group, aku akan melihat sendiri apa yang akan terjadi dengan suamiku, Aku curiga jangan-jangan dia memiliki seorang wanita di Wibawa grup, kalau sampai itu terjadi aku akan melaporkannya kepada pimpinannya dan dia akan merasakan akibatnya, begitu enaknya dia terang-terangan mengatakan agar diriku ini mau dimadu dan harus menerima maduku, siapa yang mau dimadu? Madu memang terasa manis, namun menyakitkan dan rasa itu pasti akan terasa pahit! Aku tidak ingin dia bahagia dengan calon maduku itu." Gumamnya sembari membuka pintu kamarnya, namun saat dia mau masuk ke dalam kamar tersebut, Pak Yanuar pun keluar sembari membawa bantal dan selimut.
__ADS_1
" Kamu tidur aja sendiri di kamar, aku mau tidur di kamar tamu, malam ini kamu jangan mengganggu aku, karena aku ingin merenung, sebentar lagi aku memiliki seorang istri lagi." ucapnya sembari tersenyum.
Bu Ely hanya menatap Pak Yanuar dengan tatapan penuh selidik, Dia kemudian menutup pintu kamarnya dan menuju ke arah tempat tidurnya, dia pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur, matanya tidak bisa dipejamkan.karena dia terus memikirkan kata-kata suaminya tersebut.
***
Sesampainya di mobil mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil di mana Bima menunggu mereka.
" Lama amat sih, kalian ke sananya, aku sampai gerah menunggu di sini, karena aku penasaran sekali ingin melihat muka si Yanuar itu."
" Sabar Bro, besok kita shooting cerita pendek, semua keterangan dia sudah dikantongi sama Arsya." Ucap Dewa.
" Aku ingin mendengar percakapan kalian."
Arsya kemudian menyerahkan alat perekam tersebut pada Bima, Bima kemudian mendengar satu persatu dari percakapan yang sudah direkam oleh Arsya.
" Gila nih orang! Om Abiyasa dikatakannya kepintaran di bawah rata-rata, dia juga menyinggung nama Mama, sudah tidak sabar aku rasanya ingin sekali memberi pelajaran padanya."
" Tenang Bro! tunggu besok, sekarang hidupkan kendaraannya, kita tinggalkan tempat ini." Ucap Alvaro dianggukkan oleh Bima, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan depan rumah kediaman Pak Yanuar.
__ADS_1