CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
CAHAYA CINTA 62


__ADS_3

BAB 62 🌹


" Ayana?" Ucapnya singkat.


Farhan menganggukkan kepalanya.


" Memang ada apa dengan Ayana dan siapa yang mengganggu Ayana, katakan denganku segera. Karena aku tidak ingin calon istriku diganggu!" Ucap pak Hendri terlihat marah.


" Isht!!! Memang istri yang lain mau dikemanakan pak tua! Ini sudah kesekian kalinya dia ingin beristri lagi!" Gumam Farhan.


" Heh! Ada apa Farhan?!"


Farhan menghela nafasnya saja kemudian dia pun membenarkan posisi duduknya,menutupi sikapnya yang sudah meremehkan Pak Hendri itu.


" Begini pak, dia bukan hanya mengganggu tapi melainkan mengaku sebagai calon suaminya."


Lagi-lagi Pak Hendri terkejut.


" Kamu tidak sedang bercanda kan dengan ucapan kamu itu?!"


" Benar Pak! Saya tidak bercanda." Ucapnya menyakinkan pak Hendri.


Kemudian Farhan pun menceritakan awal mula terjadinya pertengkaran dengan Ayana, namun dia tidak menceritakan kalau Ayana menolak pemberian dari Pak Hendri, tapi melainkan dia mengatakan kalau Ayana merasa kurang dengan pemberian uang yang telah diberikan oleh Pak Hendri itu.


" Kenapa kamu tidak bilang, kalau Ayana merasa kurang dengan pemberian uang yang aku titipkan padamu itu, seharusnya kamu tidak usah bertengkar dengannya, ikuti saja keinginannya."


" Saya sudah mengatakan kepadanya agar dia bersabar, karena saya ingin menemui Anda Pak, tapi dia tidak merasa sabar dengan cara disuruh menunggu, itulah yang memicu dia marah pada saya, saya tidak mengatakan apa-apa ataupun memarahinya, namun dia mendorong saya saat itu, karena saya sedikit emosi, jujur pak, kemudian saya berdiri dari tersungkur saya dan ingin memukulnya."


" Apa??!!! Kamu ingin memukulnya!!"


" Maafkan saya pak, tapi itu tidak saya lakukan, karena tiba-tiba ada seorang laki-laki mendekati saya dan mengatakan kalau dia adalah calon suaminya Ayana, bukan bapak saja yang terkejut mendengar ucapan lelaki itu, tapi saya hampir tidak percaya kalau itu adalah calon suaminya Ayana. Lelaki itu mengaku sebagai calon suaminya, dan yang saya herankan Ayana tidak menyangkal apa-apa, namun dia hanya diam saja pak."


" Siapa laki-laki itu ? Berani sekali dia mengatakan kalau calon istriku itu adalah calon istrinya, seberani itukah dia denganku."


" Sepertinya dia memang berani Pak, buktinya saat saya mengatakan kalau Bapak adalah calon suami Ayana, dia malah menantang Bapak."


" Apa ?? Dia menantangku??"


Farhan menganggukkan kepalanya sembari dengan mantapnya meyakinkan Pak Hendri, kalau kata-katanya itu memang benar, dia pun bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


" Akhirnya si tua ini pun mulai emosi, habislah kalian kalau dia sudah marah." ucapnya sembari menyunggikan senyum di sudut bibirnya, merasa menang dengan ucapannya itu yang mempengaruhi Pak Hendri yang terlihat menatap lurus ke depan sembari mengepalkan kedua tangannya itu dan terlihat bergerak bibirnya menahan emosi.


" Di mana laki-laki itu berada ?"


" Dia mengatakan berada di hotel Wibawa ini dan dia menginap di nomor 182....Ya pak 182 itu nomor kamarnya."


" 182...?"


Farhan lagi-lagi menganggukan kepalanya, namun Pak Hendri tidak berpikir jernih kalau nomor 182 itu adalah tamu yang mengaku bersama dengan Bang Toyib dari Arab tersebut.


" Berani sekali dia menantangku! aku akan menemuinya sekarang!" ucapnya.


" Iya pak, lebih cepat lebih baik pak, daripada Bapak nantinya kecolongan, Bapak pasti akan kehilangan Ayana, di samping Bapak kehilangan Ayana, Bapak juga akan kehilangan harta yang pernah Bapak berikan pada Ayana."


" Aku tidak memikirkan lagi harta itu yang terpenting Ayana tetap akan menjadi calon istriku dan kami segera menikah."


Terlihat senyum tidak suka Farhan terhadap Bosnya tersebut.


" Cepat-cepat aja pak menemui mereka, sebelum mereka pergi dari hotel ini."


Pak Henry pun berdiri dari duduknya.


" Sekarang aku akan menemuinya."


" Ada apa?"


" Dia tidak sendirian pak, tapi melainkan bersama dengan satu temannya lagi."


" Aku tidak peduli!! Mau siapa temannya atau berapa banyak temannya, dia sudah menyalahi aturan, baik di restoran dan di hotel ini, ditambah lagi dia sudah mengganggu calon istri manager hotel ini." ucapnya sembari membenarkan pakaiannya dan dia pun melangkah meninggalkan ruangannya tersebut, diikuti oleh Farhan.


" Rasakanlah kalian! Sebentar lagi gunung Merapi akan meledak dan ombak lautan akan menerjang kalian, rasakan kalian telah menghinaku! Aku sudah mengatakan semua keinginan kalian agar bisa bertemu dengan si tua Hendri itu." ucapnya kemudian terus mengikuti langkah Pak Hendri masuk ke dalam lift dan menuju ke arah kamar 182 di mana kamar itu dihuni oleh Abiyasa dan Arsya.


Di kamar 182...


" Kenapa lama sekali ya si dedengkot itu, kenapa tidak datang juga, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya." ucap Bima.


" Kamu sabar aja, aku yakin si kutu tanah itu sudah memberikan keterangannya pada si dedengkot itu, dia pasti akan segera mendatangi kita ke sini dan mencari tahu siapa sebenarnya kita." Sambung Dewa yang dianggukkan oleh mereka berdua.


" Arsya, lebih baik kamu ikut menuju ke arah kamar Dewa dan Bima." Ucap Alvaro.

__ADS_1


" Mengapa aku ikut mereka? Ada apa Varo?" tanya Arsya.


" Karena aku ingin membuat rencana agar orang kepercayaan dari si Hendri itu tidak menemukan kamu dan dia salah orang." ucap Alvaro sembari tersenyum dan mereka pun mengerti apa yang akan dilakukan oleh Alvaro, kemudian mereka bertiga pun mengangguk lalu mereka bertiga pun keluar dari kamar tersebut dan menuju ke arah kamar yang di pesan mereka itu, kurang lebih 5 menit mereka meninggalkan kamar 182 terdengar ketukan keras di pintu tersebut.


" Hemmm... Itu pasti dia, karena tidak mungkin pelayan mengetuk sangat keras seperti itu." Gumam Alvaro


Alvaro kemudian melangkah menuju ke arah pintu dan saat Alvaro membuka pintu kamarnya itu, Pak Hendri pun sudah kehabisan pikir, dia langsung mencengkram kuat kerah baju Alvaro, membuat Alvaro terkejut.


" Heh!! Apa-apaan ini hah! Kenapa Anda mencengkram saya seperti ini??" Ucap Alvara pura-pura tidak mengerti.


" Heh!! Kamu sudah mengganggu calon istriku!" Teriak pak Hendri.


" Apa? Calon istri ?Apa-apaan sih! Anda sudah gila ya!!" Ucap Alvaro sembari melepaskan kedua tangan Pak Hendri darinya.


Farhan terkejut dengan sikap cepat pak Hendri itu.


" Maaf Pak Hendri, ini bukan laki-lakinya." Bisik Farhan sembari menatap Alvaro yang membenarkan kemejanya itu yang kusut akibat cengkraman pak Hendri.


" Hah??? Terus kamu bilang 182, lalu kenapa kamu bilang lagi kalau dia bukan lelaki itu?!"


" Iya pak, dia bukan lelaki yang dimaksud itu."


" Tapi ini benar kamar 182, jangan-jangan kamu yang bohong..." Ucap keras pak Hendri.


" Saya tidak bohong Pak, beneran, saya tidak bohong, dia mengatakan kalau kamar 182 adalah tempat dia menginap."


" Tapi buktinya mana? Kita salah orang!! Gimana sih kamu!!" ucapnya sembari mengusap-ngusap baju Alvaro dan meminta maaf.


" Maafkan saya pak, karena saya salah orang."


" Heh! Seenaknya Anda minta maaf setelah apa yang dilakukan Anda pada saya, saya tidak terima!! Saya akan menuntut Anda! Karena Anda sudah mengganggu istirahat saya!! pertama Anda mengendor pintu dengan keras, kedua tanpa basa-basi Anda langsung mencengkram kemeja saya, membuat saya tidak bisa bernafas, saya akan melaporkan semua perbuatan Anda pada pimpinan saya."


" Pimpinan bapak ? "


" Iya kenapa??!!"


Mendengar ucapan dari Alvaro, Pak Hendri pun langsung menatap ke arah nomor kamar tersebut.


" 182?" Gumamnya, terlihat dia berpikir sesaat, kemudian dia pun langsung menepuk jidatnya sendiri dan mengusap wajahnya dengan kasar sembari bersuara.

__ADS_1


" Astaga!! Apa yang aku lakukan??" ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya di dinding tembok kamar tersebut.


" Ada apa Pak, kenapa bapak berkata seperti itu? Kenapa terlihat Bapak sangat ketakutan?' Tanya Farhan, dia pun langsung menatap Farhan dengan sinis, dan ..."plak" gamparan mendarat di pipi Farhan, membuat Farhan terkejut, pandangannya berwarna-warni dan penuh dengan bintang yang sekejap dia lihat, dia pun merasa kesakitan seraya menatap ke arah Pak Hendri, Farhan merasa heran ada apa salahnya sehingga Pak Hendri memukulnya begitu cepat sekali.


__ADS_2