CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA
BAB.7#


__ADS_3

"be..be..beri aku waktu sehari...yah sehari ajah dan besok aku akan menjawabnya."ucap dahliah.melangkahkan kaki menjauh dari min saeyang.


"jangan pergi dulu.."ucap min saeyang memeluk dahliah dari belakang.


"aa...aa..ada apa min saeyang."ucap dahliah.


"boleh tidak aku menciummu satu menit saja."ucap min saeyang membalikkan tubuh dahliah menghadapnya.


dahliah mengangguk.


min saeyang melihat anggukan persetujuan dahliah dan


cuppp..


saeyang mencium pipih,dan dahi dahliah.


cupp..


dan kali ini bukan lagi pipi maupun dahi dia mencium bibir dahliah dengan lembut.


dan dahliah mulai terlarut larut dalam ciuman itu.


"aku..aku..aku pergi dulu."ucap daliah dengan majah memerah.


"apa perlu aku antar."ucap min saeyang.


"tak perlu.aku..aku bisah sendiri."ucap dahliah pergi kepondok pesantren.


sesampainya di kamar pesantren.


"dahliah kamu kenapa.seperti kayak udah di kejar setan ajah.."ucap daya.


"daya..dia...dia..dia melamarku."ucap dahliah.


"kalau dia melamarmu yah bagus dong kan kau dari dulu memang sangan menyukainya." ucap dahliah.


"diah menyuruh aku pindah agama."ucap dahliah mulai gelisah


"jangan pernah ada pikiran untuk melakukan tindakan gegabah."ucap daya memperingatkan.


"tapi aku sangat mencintainya.sangat sangat mencintainya.ini adalah kesempatan yang besar."Ucap dahliah


"aku sudah memperingatkan mu jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu."ucap daya.


"kamu enak daya kamu sudah mempunyai calon suami yang dipilihkan ayahmu seperti dia.sedangkan aku menyukai pria itu dan dia juga menyukaiku apakah salah bila aku juga teringin menikah dengannya."ucap dahliah panjang lebar.


"aku harus tidak tahu harus berbuat apa memperingatimu aku takut kau akan menyesal dikemudian hari."ucap daya.


"kau tak mengerti perasaanku."ucap dahliah dan mulai menutup dirinya dengan selimut.

__ADS_1


"terserah kau saja aku ingin tidur udah malam.good nice"ucap daya.


tengah malam kemudian...


(dert....derttt..derttt.)hp dahliah berdering


"siapa yah tengah malam begini ganggu tidur ajah."ucap dahliah.


"*temui aku di jalan pisang sekarang."pesan dari min saeyang.


"baiklah."balas dahliah*.


tepat di jalan pisang.


"kau sudah memutuskannya."ucap min saeyang.


"aku...aku...aku."ucap dahliah tergagap dengan ucapannya.


cupp...


saeyang mencium bibir dahliah.


"aku tak bisah menerima penolakan.kalau kau menolakku aku akan menculikmu."ucap min saeyang.


"iyah...aku aku mau."ucap dahliah memerah.


"tapi apakah keluargamu akan menyukaiku." ucap dahliah ragu.


"dia akan menyukaimu.selama ini mereka hanya menginginkan aku untuk menikah namun aku dulu masih belum ada hati. tidak tahu tuhan yesuss telah mengirim kamu kesisihku sampai sampai aku terpesonah oleh gadis bodoh dan konyol sepertimu."ucap min saeyang dengan bahagia.


"tapi status..statusku."ucap dahliah.


"jangan khawatir mereka tidak memerlukan status karna mereka sudah kaya mereka hanya ingin aku menikah dan memberikan cucu."ucap min saeyang mengelus perut dahliah.


"kau ini.aku belum hamil kenapa kau mengelus perutku."ucap dahliah memerah.


"kau akan hamil nantinya."ucap min saeyang.


"ah...kau ini."ucap ucap dahliah dengan pipih yang meronah.


min saeyang langsung mengangkat tubuh dahliah dan menciumnya.


dahliah menulis surat kepada daya dan menyimannya di bawah kasurnya


paginya.....


"dahliah kau dimanah."ucap daya cemas.


daya keluar mencari dahliah kemanah tapi masih belum ketemu.

__ADS_1


akhirnya daya mendapati sebuah surat dari tempat tidur dahliah.


"aku sudah menemukan kebahagiaanku.terimah kasih telah menjadi sahabat terbaikku.sampai jumpa di kemudian hari...


salam manis dahliah.


beberapa hari kemudian


"kau yang ingin menikah dengan putraku yang tampan ini."ucap ibu min saeyang.


"iyah tante kenalin nama aku min ria."ucap dahliah.


"emang kamu bisah apa."ucapnya.


"maksudnya tante."ucap dahliah.


"dia bisah masak mengurus segalanya dalam rumah tangga.oh yah dia juga pandai merawat anak pun juga dia bisah."ucap mi saeyang.


"kapan nikahnya anak manis."ucap ibu min saeyang.


"ahh..maksudnya."ucap dahliah kurang mengerti.


"aku merestui kalian."ucap ibu min saeyang.


"minggu depan ajah."sambung kakek min saeyang dengan ayah min saeyang.


"ah..cepat banget."ucap dahliah.


"lebih cepat lebih baik.aku menginginkan cucukku."ucap mereka.


"apakah kau siap sayang."ucap min saeyang memeluk dahliah.


"aku aku terserah kamu saja."ucap dahliah..


"baiklah kalau itu terserah kepadaku."ucap min saeyang.


cupp lagi lagi min saeyang mencium dahi dahliah dengan penuh cinta.


"pemandangan yang sangat indah.akhirnya aku akan punya cucu.🤧"ucap kakek.


seketika pipih dahliah.


"kau ini dihadapan orang tua kamu saja masih berani menciumku."ucap dahlian mencubit pinggan min saeyang.


"ngapain harus malu sih sayang kan kita semua sudah merestui kalian."ucap ibu min saeyang sambil tersenyum kepada dahliah


"tuhkan.udah di restuin ngapain harus malu sih."ucap min saeyang.


beberapa hari kemudian mereka berdua pun bahagia dan memiliki keluarga kecil yang yang indah.dan seterusnya akan menjadi seperti itu

__ADS_1


__ADS_2